
GREP!!
Sepersekian detik, tangan Kemi dan Elang sudah mulai menarik tangan pasangannya masing-masing.
Hati semua tamu dag dig dug, benarkah apa yang di pilih mereka? Apa mereka menarik tangan yang tepat? Anna dan Jolie mulai membuka matanya, Anna melihat satu tangan yang menggenggam tangannya, di lihatnya pelan-pelan, Anna mulai mendongakkan kepalanya, mata Anna membulat dia terkejut ternyata Kemi yang menggenggam tangannya, seketika senyumnya mengembang.
Kini giliran Jolie yang sama tegangnya, bagaimana kalau Kemi memilihnya kasihan Anna, dia pasti sedih. Perlahan Jolie mulai membuka matanya pertama yang di lihatnya adalah tatapan tajam si burung Elang. "Loh, bodyguard bodoh! Bagaimana bisa, tadi ..." Jolie merasa heran bukankah tadi jelas-jelas Kemi yang mendekat ke arahnya kenapa jadi Elang yang ada di depannya.
Kemi dan Elang memang berada di jalur yang salah. Tapi tangan mereka menarik tangan pada jalur yang berlawanan. Tangan Kemi menarik tangan Anna yang berada di hadapan Elang, dan Elang menarik tangan Jolie yang ada di hadapan Kemi, begitulah kiranya.
"Bagaimana apa pilihan kalian sudah yakin? Tidak mau di tukar? Baiklah, sekarang giliran ku yang bertanya kepada papa mertua. Bagaimana menurut mu Tuan? Apa pilihan mereka benar?"
"Ya"
Seketika suasana jadi riuh, ketegangan berubah jadi kesenangan. Semua tamu di buat terkejut namun akhirnya mereka di buat merinding oleh kedua pasangan ini, mempelai pria mengenali pasangannya masing-masing.
Semua orang tergelak, tertawa bahagia dan bertepuk tangan.
"Wah ... wah ... wah ... Kenzi kenzo bagaimana kalau kalian punya pacar? Apa akan tertukar juga haha ..." ledek Kanza yang terbahak-terbahak.
Acara pemilihan pun selesai, kini acara di lanjutkan ke acara inti. Kedua pasangan duduk di kursi meja masing-masing yang sudah ada penghulu yang menunggu. Kini ijab kabul pun di mulai.
Saya terima nikahnya Joanna Jovanka binti Alvero Wallandou dengan mas kawin tersebut tunai.
Saya terima nikahnya Jolie jacqueline binti Alvero Wallandou dengan mas kawin tersebut tunai.
Bagaimana saksi sah?
SAH!! Jawab semua tamu serempak.
Alhamdulillah akhirnya acara sakral ini berjalan dengan lancar. Kini kedua pasangan ini sudah sah menjadi suami istri.
Semua orang terlihat bahagia, bertepuk tangan bersorak ria. Acara pernikahan ini di siarkan langsung pada channel tertentu, semua orang di dunia menyaksikan hari bahagia ini. termasuk Tissa dan Rani yang melihat acara mereka pada layar TV.
"Kamu masih ingat Tissa? Mereka bocah-bocah nakal yang kini sudah dewasa dan sudah menikah, bocah kecil yang pernah membuat kita hancur."
"Berbagai cara kita lakukan untuk menghancurkan mereka tapi apa! Semua sia-sia, justru hidup kita yang menjadi hancur."
"Aku ingin menemui mereka, aku ingin meminta maaf pada mereka semua, terutama pada Adhitama" ucap Rani yang menyesali perbuatannya di masalalu.
"Mama pikir dengan meminta maaf hidup kita akan bahagia? Mereka juga sama mereka telah menghancurkan hidupku, mereka bahagia di atas penderitaan ku"
"Tissa, apa yang kamu pikirkan? Kamu masih saja menyalahkan orang lain, kita hidup seperti ini itu karena ulah kita sendiri. Tissa sekarang anakmu menghilang, dia tidak pulang, seharusnya kamu sadar, lihat ... Amber dia menghilang sampai sekarang dia belum pulang itu semua karena ulah kamu sendiri, kamu yang menghancurkan hidup putrimu, sekarang aku yakin dia pasti sudah tahu siapa pembunuh ayahnya itu sebabnya dia tidak pulang, karena tidak ingin bertemu denganmu." ucap Rani menekankan.
__ADS_1
Tissa menatap tajam ke arah Rani
"Dia pasti merasa kecewa Tissa"
Tissa terdiam. Lalu pergi meninggalkan Rani. Tissa melangkah masuk ke kamarnya lalu keluar lagi membawa tas nya dan pergi entah mau kemana.
"Tissa mau kemana?"
"Mencari putriku" jawab Tissa yang berlalu pergi.
****
Kembali ke pesta pernikahan, para tamu mulai berdatangan, mereka semua memberikan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat untuk kalian" ucap seorang pria kepada Anna dan Kemi, dia adalah rekan dekat, bahkan sudah di anggap keluarga, dia adalah Indra selain dokter pribadi juga sahabat dari papinya sendiri.
"Terima kasih paman" jawab Anna yang memeluk Indra, begitu pun dengan Kemi.
Kini Indra berjalan ke arah Jolie dan Elang tak lupa mengucapkan selamat pada mereka berdua. Kemi dan Anna begitu harmonis mereka terlihat sangat bahagia. "Sekarang kau adalah istriku" ucap Kemi yang tersenyum pada Anna seraya menggenggam tangannya.
"Dan kau sekarang suamiku, my husband" ucap Anna yang tersenyum.
Berbeda dengan Anna dan Kemi Jolie dan Elang terus saja bersitegang.
"Kau pikir aku pembantu mu"
"Hai bodyguard bodoh, kau adalah suamiku bukankah seorang suami harus memperhatikan istrinya"
"Ingat kita suami istri hanya di depan mereka semua, antara kita tidak ada kata itu"
"Oke, siapa juga yang mau menjadi istrimu, jangan dekat-dekat, mendekat satu senti saja denda!"
"Ishh ... konyol"
"Untuk kalian mendekatlah kita akan mengambil foto." ujar salah seorang fotographer.
"Kalian ini sudah sah masih saja malu" ujar si fotographer yang mendekatkan Jolie dan Elang agar mereka berpelukan.
"Ingat!! Denda" bisik Jolie membuat Elang kesal.
"Ini bukan keinginanku"
"Tetap saja kau mendekat, ingat!! Denda."
__ADS_1
"Ishh ... dasar gadis purba."
"Satu kali lagi, tolong beri kiss satu kali saja" titah si fotographer" Membuat Jolie mencari kesempatan.
"Sayang, kamu tidak dengar apa kata-Nya kiss, cium ... suamiku malu-malu ya," Cup ... mata Elang membulat sempurna Jolie mengambil kesempatan mencium pipi-Nya lembut.
Si fotographer pun mulai memotret.
"Cium, denda masing-masing satu juta berarti dua juta." ucap Jolie yang melepas ciumannya. Si fotographer kembali meminta Elang dan Jolie berganti posisi kini Elang di pinta untuk memeluk Jolie dari belakang, dan Jolie menyenderkan tubuhnya pada tubuh Elang.
"Satu pelukan satu juta, jadi denda tiga juta." ucap Jolie demikian, membuat Elang kesal.
"Apa-apaan ini, kau merampasku"
"Merampas! Bukankah uang suami adalah uang istri." ucap Jolie sambil mendelik. Elang benar-benar geram, baiklah Elang tidak ingin kalah. Di peluknya Jolie dengan erat membuat Jolie sesak, namun Elang tersenyum ke arah kamera tidak peduli Jolie yang merasa sesak.
"Hei, kau membuatku sesak!" Elang tak peduli ucapan Jolie membuat Jolie kesal.
"Hai dengar, kau harus membayar denda 10 juta,"
"100 juta pun aku berikan, karena kau adalah istriku benarkan." ucap Elang yang tersenyum licik. Membuat Jolie kesal.
Waktunya berdansa, Kemi dengan Anna, Jolie dan Elang, Joy dengan Stella , dan Vero dengan Shila. Alunan musik mulai berbunyi ke empat pasangan di depan mulai berdansa mengikuti alunan musik.
Hanya Alvin, Zeni, dan Indra yang tidak berdansa mereka hanya menonton saja.
"Indra kamu tidak berdansa?" tanya Alvin
"Jangan meledekku Alvin"
"Lihatlah banyak sekali wanita disini, kau hanya mengajaknya saja, kali saja kau menemukan jodoh"
"Aku tidak tertarik,"
"Jangan bilang kamu akan tidak akan menikah, ayolah ... lupakan masalalu sambutlah masa depan. Temukan cinta sejati mu disini"
"Aku tidak percaya cinta, basi aku dengarnya."
"Ck, ck," Alvin menggeleng "Tidak semua cinta itu terasa sakit, masih banyak wanita yang baik, dan tulus."
"Sudah berhenti Alvin, jangan pernah berkata tentang cinta padaku." bantah Indra yang langsung bangun dari duduknya.
"Mau kemana?"
__ADS_1
"Pulang" jawab Indra yang berlalu pergi.