
Saat ini , Joy sedang berada di ruang kerja Papi nya . Mereka bertiga duduk di sebuah sofa terlihat Shila dan Vero yang menatap tajam ke arah Joy , dengan raut wajah yang sangat serius .
Sejak kejadian tadi pagi , Shila yang mendapat telepon dari Joy melarang nya untuk ke luar rumah , lalu tiba - tiba ada beberapa pria bertubuh kekar yang datang ke rumah , itulah bodyguard yang di utus kepolisian untuk menjaga keamanan rumah Joy . Di tambah lagi Vero menemukan satu buah senjata api di dalam kamar Joy .
"Ada apa ini Joy ?" Vero memulai pembicaraan bertanya dengan nada dingin . Joy masih tetap diam belum menjawab .
"Pertama , kau melarang Mami mu untuk ke luar rumah , membuat Mami mu panik dan cemas . Kedua , kau memperketat penjagaan ! Tiba - tiba ada beberapa pria yang datang ke rumah mengaku dari pihak kepolisian untuk menjaga keamanan rumah ini , dan yang ketiga sebuah pistol yang aku temukan di kamar mu ."
"Apa masalah mu ? Ada apa dengan semua ini ? Apa hubungan mu dengan pihak berwajib , dan ini .... dari mana kamu mendapatkan nya ." Vero menunjuk pistol yang ada di hadapan nya , Vero tahu kalau di negri ini tidak bisa sembarangan orang memiliki senjata api selain pihak berwajib ,,Vero takut kalau putra nya mendapatkan pistol itu dari hasil pembelian ilegal .
"Jawab Joy ." gertak Vero
Joy menghela nafas panjang , lalu Joy menjelaskan semua yang terjadi pada nya .
"Begini Papi , aku akan jelaskan semua nya , dan untuk pistol itu aku mendapatkan nya dari mereka , pihak kepolisian yang memberikan nya atas izin dari Jendral Besar ."
"Untuk apa ?"
Joy kembali menghela nafas panjang sebelum menjelaskan nya .
Joy mulai menjelaskan , dari awal Joy membantu mereka sampai akhir nya di rekrut oleh pihak berwajib untuk menyelidiki satu kasus , dan untuk mengungkap kebenaran , juga pencarian nya terhadap Pablo Escobar .
"Pablo dia adalah seorang gembong narkoba , seluruh pihak berwajib dari berbagai negara bekerja sama untuk menangkap nya karena telah meresahkan masyarakat .Dan aku .... aku berhasil menemukan titik keberadaan Pablo dengan cara meretas akun nya , sehingga semua transaksi yang Pablo lakukan dengan menyelundupkan beberapa gram / ton jenis narkotika di ketahui oleh kami semua . "
Vero dan Shila masih mendengarkan penjelasan dari Joy
"Namun , Pablo mengetahui rencana kami semua , bahwa diri nya sedang di selidiki, dan dia mengetahui bahwa aku yang meretas akun nya , dan menggali semua informasi tentang nya , itu sebab nya sekarang Pablo mengincar diri ku , aku dan pihak kepolisian soal ini , namun aku tidak menyangka bahwa Pablo akan mengancam keluarga ku juga ."
"Pertama , saat aku di tengah taman bersama Stella tiba - tiba , seseorang membidik senjata api nya ke arah ku berusaha untuk membunuh ku . Kedua , Anna .... Mami pasti ingat , kejadian penembakan beberapa hari yang lalu di sebuah hotel bintang 5 di jakarta yang membuat resah masyarakat , dan sampai Anna terluka , mereka tahu bahwa Anna kakak ku jadi mereka mengincar nya ."
"Dan , kemarin aku mendapat kabar bahwa Pablo berada di negara kita saat ini , namun kami belum bisa menemukan keberadaan nya ."
"Mami tahu , saat pertama aku mengetahui Pablo berada di kota ini , apa yang dia lakukan ? Dia datang ke perusahaan ku dan Stella menjadi korban." Joy membayangkan saat terdengar suara ledakan di dalam kantor nya tadi pagi , dan luka di kening Stella .
__ADS_1
"Ya tuhan , bagaimana keadaan Stella Joy ? Apa dia baik - baik saja , apa luka nya parah ?" Shila begitu khawatir saat mendengar Stella terluka , karena Shila sudah menganggap Stella seperti anak nya , dari kecil Stella selalu menghabiskan waktu dengan keluarga Alvero , dan membuat kedua nya sangat dekat.
Shila berharap Joy akan mencintai Stella , karena bagi Shila Stella gadis yang baik , pintar , dan mandiri itu yang Shila suka , namun Shila juga tidak bisa memaksa agar Joy membuka hati untuk Stella . Kalau saja Shila seperti ibu - ibu konglomerat di luar sana yang selalu menjodohkan anak nya dengan laki - laki pilihan mereka , yang dimana untuk memperkuat bisnis kedua nya . Namun Shila tidak akan pernah melakukan itu , Shila ingin anak - anak nya hidup bahagia , menikahi pilihan mereka sendiri dan tidak ada paksaan .
"Stella aku antar ke apartemen nya , luka nya juga tidak cukup serius dan aku menyuruh Stella untuk cuti selama tiga hari , aku takut Stella trauma karena kejadian tadi pagi ." jelas Joy .
"Stella pasti sendirian , apa dia tidak akan takut ? Bagaimana dia merawat dirinya yang terluka sedangkan tidak ada orang yang menemani nya ." Shila sangat mengerti Stella , dari kecil Stella memang selalu sendirian kedua orang tua nya sibuk dengan pekerjaan nya , Shila jadi teringat saat Stella demam waktu itu , Stella memanggil - manggil Mommy dan Daddy nya , sampai Shila tidak tega melihat nya dan memutuskan untuk merawat Stella , dari situ lah Stella dan Shila menjadi akrab dan lebih dekat Stella menganggap Shila seperti Mommy nya sendiri .
"Mas, aku ingin melihat Stella , dia pasti membutuhkan ku ." Vero menggenggam erat tangan Shila , Vero mengerti perasaan nya saat ini yang khawatir pada Stella layak nya seorang ibu yang khawatir pada anak kandung nya sendiri .
"Besok ya sayang , ini sudah malam besok kita menjenguk Stella jangan sekarang , ini sangat berbahaya untuk mu jika keluar rumah ." ucap Vero lembut sembari mengelus lembut kepala Shila , sampai lupa bahwa ada putra nya di depan nya .
Ehmm..Ehemmm..
Joy merasa terasingkan jika Papi dan Mami nya bermesraan sampai lupa pada anak nya sendiri .
"Aduh , tenggorokan ku gatal , Ehmm.. "
Shila tersenyum melihat tingkah Joy , namun tidak dengan Vero yang menatap Joy begitu tajam .
"Apa ? aku ? kapan ?" Joy merasa di tuduh .
"Joy .... Joy .... kenakalan mu tidak akan terlupakan ." Vero masih ingat bagaimana tingkah putra nya dulu , yang selalu menghalangi setiap waktu romantis nya dengan sang istri .
Dari mulai malam pertama , Joy ikut tidur bersama nya . Yang kedua mereka juga ikut bulan madu , dan yang paling tidak terlupakan saat Joy masuk ke kamar Mami dan Papi nya , saat setelah mereka baru saja melakukan pelepasan dan ceroboh nya mereka tidak mengunci pintu .
( Untuk kalian yang pernah baca AG , Ayah ku Ceo sombong pasti ingat dong kejadian ini 😆😆)
"Papi bucin ."
"Ingat umur Papi ." cibir Joy .
Shila hanya tertawa melihat tingkah bapak dan anak ini yang saling mencibir .
__ADS_1
"Joy , mau kah kamu mengantarkan bubur untuk Stella , Stella sangat menyukai bubur tim ayam buatan Mami , di saat dia sakit Mami selalu membuatkan nya untuk nya ."
"Iya Mami , aku akan mengantarkan nya ."
"Baiklah , kalau begitu Mami akan buatkan bubur nya dulu , Mas ,aku tinggal sebentar ke dapur ." Vero hanya mengangguk seraya mengayunkan senyuman .
Setelah Shila beranjak pergi ke luar , Vero dan Joy kembali membicarakan masalah Pablo .
"Joy , dengan tidak sadar perbuatan mu telah mengancam keluarga mu , saya tidak ingin kejadian pada Anna kembali terulang. Saya akan membicarakan hal ini pada Alvin ."
"Mungkin di rumah kita aman karena ada banyak penjaga , tapi .... bagaimana saat di luar sana , Kenzie , Kenzo , Kanza bagaimana dengan mereka , setiap hari mereka harus pergi ke sekolah , Papi tidak ingin mereka ikut terlibat , Papi harus memberikan pengawalan untuk mereka ."
"Apa mereka mau ?" tanya Joy yang tahu betul bagaimana adik nya , mereka pasti tidak ingin di kawal dan di jaga sepanjang waktu apalagi Kenzo.
"Papi jangan khawatir , pihak kepolisian selalu memantau mereka semua , mereka memberi perlindungan dan keamanan untuk keluarga ku , mereka bertanggung jawab akan hal ini ." lanjut Joy
"Kalau mereka di kawal dan di jaga mereka pasti menolak , dan akan panik nanti ketika tahu yang sebenar nya , aku tidak ingin adik - adik ku merasa cemas , lebih baik mereka tidak tahu hal ini."
"Baiklah , Papi menyetujui nya , tapi .. kalau sesuatu hal buruk terjadi lagi Papi akan lakukan penjagaan lebih untuk kalian ."
"Ya , terserah Papi saja , semoga saja Pablo segera tertangkap ."
"Apa papi perlu bantu , untuk mencari Pablo ? Papi akan suruh paman Alvin untuk membantu menemukan nya ."
"Terima kasih Papi ."
"Bagi Papi keselamatan kalian yang terpenting ."
Tak lama kemudian , Shila kembali masuk dengan membawa sebuah tupperware kecil yang berisi bubur hangat untuk Stella . Shila pun memberikan bubur itu kepada Joy untuk segera mengantarnya ke pada Stella .
Joy pun mengambil tupperware nya ." Mami Papi aku berangkat dulu ."
"Hati - hati ."
__ADS_1
"Hmm." Joy hanya ber Hm ria dan berlalu pergi .