Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Teh Herbal


__ADS_3

Pagi - pagi sekali semua orang sudah bersiap , termasuk Vero yang mengajak Alvin ,Zeni dan Lusi . Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini mereka jadikan sebagai waktu berlibur bersama setelah sekian lama .


Triple Rey ikut bersama mobil Mami dan Papi nya , sedangkan Alvin membawa mobil sendiri mengajak keluarga kecil nya .Untuk triple J mereka membawa mobil masing - masing dengan pasangan masing - masing .


Perjalanan sejuk , dengan berbelok - belok seperti tubuh ular yang melingkar , jalanan naik turun mereka lewati , namun mereka semua sangat menikmati nya , susana sejuk di perkampungan , udara yang segar , pohon - pohon menjulang tinggi bergerak mundur , kebun teh hijau yang berjajar rapi , membuat siapa pun betah berada di tempat ini .


Jolie yang bersenandung ria sepanjang perjalan membuat Elang menutup telinga nya . Suasana adem dan romantis yang selalu di lakukan Anna dan Kemi , tidak pernah melepas genggaman tangan nya walau pun itu di dalam mobil , aura kebahagiaan terpancar dari kedua nya . Berbeda dengan Stella dia merasa bosan berada di mobil ini , sepanjang perjalanan entah kenapa Joy terus diam , ekspresi wajah nya tak bersahabat , pandangan mata nya fokus menatap ke depan , kedua tangan nya fokus memutar stir , Stella hanya diam sambil melihat pemandangan indah di luar jendela . Stella tidak mengerti Joy mendiamkan nya selama perjalanan ,biasa nya dia akan bertanya apakah dia sudah meminum obat atau tidak . Tapi sekarang Joy seperti tidak peduli lagi pada nya .


Setelah menempuh perjalanan jauh akhir nya mereka pun sampai di sebuah villa yang indah nan asri , villa yang berada di puncak gunung, pemandangan hijau memanjakan mata mereka .


"Anak - anak kalian semua masuk ke kamar , istirahatlah ."


Sesuai intruksi Shila mereka semua masuk ke dalam Villa menuju kamar masing - masing. Untuk di lantai atas ada empat kamar satu kamar di tempati Jolie , Anna dan Stella . Kamar ke dua di tempati Kanza dan lusi yang memang agak kecil cukup untuk mereka berdua , dan kamar ke tiga di tempati Kenzie dan Kenzo , kamar ke empat di tempati Joy seorang yang memang kamar khusus untuk nya .


Untuk Kemi dan Elang mereka berada di kamar yang sama , yang berada di lantai bawah untuk dua kamar utama di tempati Shila dan Vero, juga Alvin dan Zeni , yang berada di lantai bawah jadi Villa ini terdiri dari 7 kamar sesuai jumlah keluarga nya , namun karena liburan hari ini banyak yang ikut serta jadi untuk satu kamar harus berbagi .


Joli , Anna masing - masing sibuk membenahkan pakaian nya , sedangkan Stella hanya diam melamun memikirkan sikap Joy pada nya , sampai - sampai dia lupa kalau dari tadi pagi Stella belum mengisi perut nya sama sekali , membuat lambung nya perih saat ini .


Akhh , ringis Stella seraya memegang perut nya .


Merasa lambung nya kambuh Stella pun mencari obat di dalam tas nya , karena Stella selalu membawa obat lambung nya namun hari ini Stella lupa membawa nya . Stella sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit di perut nya . Stella pikir lebih baik dia pergi ke dapur untuk memakan sesuatu atau minum air hangat berharap itu akan mengurangi rasa sakit nya .

__ADS_1


Stella pergi ke luar tanpa sepengetahuan Anna dan Jolie , Stella berjalan berseok - seok sambil memegang perut rata nya , saat menuruni tangga Stella mulai merasa pusing di kepala nya , sedangkan suasana Villa terlihat sepi mungkin semua orang berada di dalam kamar nya masing - masing . Stella hanya mengandalkan kedua tangan nya untuk berpegangan pada pagar pembatas , namun di tengah - tengah anak tangga tubuh Stella mulai oleng dan hampir saja terjatuh kalau tidak ada orang yang menangkap tubuh nya saat itu .


Stella merasa seseorang menahan tubuh nya , di lihat nya seorang pria berparas tampan namun terlihat sangat asing bagi nya pria itu adalah Elang , yang kebetulan akan pergi ke luar villa namun melihat Stella seperti sedang kesakitan saat menuruni tangga , Elang pun langsung berlari ke arah nya dan menangkap tubuh Stella yang hampir saja terjatuh .


"Kau baik - baik saja ?" ucap Elang demikian . Stella pun bangun dan berdiri walau pun perut nya masih terasa sakit .


"Kau sakit lambung ?" tanya Elang kembali saat melihat Stella memegang perut nya yang rata . Stella pun mengangguk wajah nya terlihat begitu pucat .


"Lalu kau mau kemana ? Bukan nya istirahat atau meminum obat ." Stella hanya menggeleng , dia juga menjawab untuk mencari makan ke dapur siapa tahu dengan memakan sesuatu bisa menghilangkan rasa sakit nya .


"Ayo ikut aku " ajak Elang menarik tangan Stella menuju dapur , Elang mendudukan Stella di kursi makan sedangkan diri nya mencari sesuatu di dalam kitchen set , tak lama kemudian Elang mengambil satu gelas kaca lalu , satu teh celup , dan jahe . Elang berkutat di dapur di ambil nya panci kecil untuk memasak air lalu ia masukan beberapa rempah - rempah yang ada di dapur termasuk jahe .


"Aku akan membuatkan mu teh herbal , saat lambung ku kambuh ibu ku selalu memberikan teh herbal ini untuk ku karena teh ini sangat bagus dan baik untuk pereda sakit lambung ." jelas Elang yang masih sibuk membuatkan teh herbal untuk Stella .


Tak menunggu lama teh herbal pun sudah jadi . Elang membawa teh herbal buatan nya ke hadapan Stella lalu duduk di kursi kosong samping Stella .


"Minumlah , aku yakin ini akan membuat mu lebih baik ." titah Elang yang menyodorkan segelas teh kepada Stella .


"Terima kasih " ucap Stella seraya mengambil gelas di depan nya , Stella pun menyeruput minuman hangat itu hampir setengah gelas ia habiskan lalu kembali menaruh gelas itu di atas meja .


"Bagaimana? sudah enakan ?" tanya Elang kembali Stella hanya mengangguk.

__ADS_1


"Sudah lebih baik , terima kasih atas teh nya "


"Sama - sama ."


"Jolie beruntung ya , punya bodyguard seperti mu , kamu tahu banyak hal ." Elang hanya tersenyum tipis . Dari ujung sana terlihat Joy melihat Stella dan Elang sedang bercengkrama satu sama lain , sesekali Stella meneguk teh nya , mereka begitu terlihat akrab . Joy hanya diam mematung melihat pemandangan yang membuat hati nya terasa sesak .


"Joy " panggil Stella yang tak sengaja melirik ke arahJoy , namun yang di panggil langsung pergi begitu saja dengan wajah dingin nya . Stella menatap bingung kepergian Joy , yang mengacuhkan nya .


Sakit , sangat sakit , hati Stella terasa di iris - iris , sikap Joy yang dingin membuat Stella sedih . Seharian ini Joy mengacuhkan nya , mendiamkan nya , membuat nya merasa sedih . Stella bingung dan tak tahu apa salah nya , kenapa tiba - tiba Joy bersikap dingin pada nya .


Elang merasakan ada yang ganjal , di perhatikan nya sikap Stella dan Joy , Stella terlihat sedih melihat kepergian Joy begitu saja , begitu juga dengan Joy seperti ada kemarahan saat melihat dirinya dengan Stella .


"Fix ini salah paham , dia pasti mengira aku dan Stella ada apa - apa . Apa hubungan mereka ? Apa mereka sepasang kekasih ?" tanya Elang dalam hati.


"Elang , terima kasih teh nya aku harus kembali ke kamar ." ucap Stella yang di angguki Elang .


...----------------...


Jangan lupa untuk like dan vote nya ,🙏😊


Komentar cantik nya jangan lupa 🥰

__ADS_1


__ADS_2