
"Tunggu , jangan di siram air dingin ." ucap Anna yang melihat luka merah di tangan Akihiro .
Tanpa pikir panjang Anna langsung mendekat ke arah Akihiro mengambil sebuah salep dari dalam tas nya dan langsung mengoles nya pada tangan Akihiro , Akihiro hanya diam tanpa kata mendapat perlakuan tiba - tiba dari Anna .
Mata Akihiro terus menatap wajah Anna , sedangkan Anna tak menyadari tatapan manusia Es itu , mata nya fokus pada luka di tangan akihiro , tangan nya sibuk mengoles lembut kulit tangan Akihiro yang terkena air sup yang panas .
"Kalau kau menyiram nya dengan air tadi , kulit mu bisa melepuh ." ucap Anna menjelaskan .
"Lalu apa beda nya dengan itu ." Akihiro menunjuk salep yang di pegang Anna dengan sorot mata nya .
"Ini salep khusus luka tidak akan membuat kulit mu melepuh ."
"Kenapa kau membawa nya ? apa kau tahu ini akan terjadi ?" Anna menatap Akihiro membuat mata mereka saling bertemu .
"Aku selalu membawa nya kemana pun aku pergi , karena kita tidak tahu kapan kita akan terluka , aku selalu membawa nya di tas ku ." ucap Anna kemudian membuat Akihiro diam .
"Tuan Akio bila perlu nanti bawa saja Tuan Akihiro ke rumah sakit , takut luka nya parah ."
"Baik nona terima kasih ." ucap Akio ramah
"Kalau begitu aku permisi ." Anna berlalu pergi , dan Akihiro tetap diam .
Lagi - lagi Akihiro teringat masa kecil nya , di saat dirinya jatuh ada seorang gadis kecil yang menolong nya , mengobati luka di tangan nya , dengan plester yang di bawa nya .
Saat itu Akihiro bertanya ,pada gadis itu
'Dari mana kau mendapatkan itu ' tunjuk Akihiro pada plester yang menutupi tangan nya .
Gadis itu menjawab ." Aku selalu membawa nya kemana pun , karena aku juga seorang atlet dan bisa jatuh kapan saja ."
Flasback on
Joanna berlari ke taman belakang yang dimana sedang ada Kemi yang berlatih . Joanna menghampiri Kemi yang sedang berlatih namun tiba - tiba..
Aww,,
Kemi terjatuh karena hilang keseimbangan dan membuat tangan nya terluka . Joanna yang melihat itu langsung menghampiri Kemi .
" Mari aku bantu ." Joanna mengulurkan tangan nya untuk membantu Kemi berdiri namun Kemi menepis nya .
"Tidak perlu aku bisa bangun sendiri , Aww ."
"Tuh kan aku juga bilang apa ? Kenapa sih kamu itu keras kepala banget aku hanya ingin menolong mu itu saja , sini biar ku bantu ." Joanna menarik tangan Kemi lalu memapah nya duduk di kursi taman .
"Tangan mu terluka , biar aku obati ."
"Tidak perlu ."
"Jangan ngeyel ,, tunggu di sini aku akan mengambil plester dulu ." Kemi hanya menurut saja , Joanna berlari masuk ke dalam rumah untuk sesaat lalu kembali lagi . Joanna duduk di samping Kemi mengobati luka nya menempelkan plester pada tangan nya .
"Kenapa kamu melakukan ini ?" tanya Kemi
"Kenapa salah ? aku kan teman mu ." jawab Joanna .
__ADS_1
"Dari mana kamu mendapatkan itu ?" tanya Kemi kepada Joanna yang menempelkan plester nya .
"Aku selalu membawa nya kemanapun aku pergi , karena kita bisa terluka kapan saja kan ! asal kamu tahu aku juga seorang atlet seperti mu aku juga jago bela diri seperti mu ."
" Benarkah aku tidak percaya ."
"Ya sudah kalau tidak percaya , asal kamu tahu aku pernah bertarung menghajar beberapa penjahat apa kau pernah melakukan itu ? Pasti tidak pernah !"
"Ck, aku tidak akan mengotori tangan ku untuk hal semacam itu "
"Sombong nya ."
"Gimana kalau kita bertarung ." ajak Kemi .
"Siapa takut , tapi aku tidak bisa sekarang karena hari ini aku akan pulang ."
Flasback off.
Tuan..
Tuan..
Seketika suara Akio membuyarkan bayangan nya pada sosok gadis kecil itu , dan wanita itu juga melakukan hal yang sama mengobati luka di tangan nya .
"Tuan , kenapa melamun apa melamunkan nona Anna ? nona Anna memang baik , dan juga cantik ."
"Biasa saja ." ucap Akihiro datar .
"Oh iya Tuan , bukankah sahabat kecil anda dari indonesia ? kenapa tidak menemui nya saja saat ini ." Akihiro diam sejenak, memikirkan apa yang barusan sudah terjadi , Anna bukanlah sahabat kecil nya , senyuman , nada bicara nya , perhatian nya mungkin sama mirip , namun sahabat kecil nya adalah seorang atlet , jago bela diri dan Anna belum tentu bisa .
Fuhh..
Akihiro menghembuskan nafas kasar , lalu berdiri dari duduk nya , melangkah pergi keluar dari dalam resto , Akio yang berdiri mematung kebingungan , kenapa bos nya itu pergi bukan nya makan terlebih dulu , padahal diri nya sangat lapar namun bagaimana lagi aku harus mengikuti bos ku , batin Akio .
****
Di tempat lain Joy dan Stella baru saja selesai meeting , sepulang meeting Stella mengajak Joy untuk jalan - jalan sebentar di sebuah taman , Joy sebenar nya malas namun Stella akan terus memaksa nya kalau tidak di turuti , begitulah stella sedari kecil memang manja .
"Joy , apa masih ingat masa kecil kita ? kalau teringat masa itu aku selalu tertawa sendiri . Kau ingat Joy dulu aku ingin menangkap seekor kelinci , dan kau .. kau bersedia mengambil nya untuk ku , kita , jolie dan Anna sampai mengejar kelinci itu dan kita semua terjebak di sebuah lumpur yang menjijikan karena ulah kelinci itu , tubuh kita penuh dengan lumpur ." Stella terus berbicara sedangkan Joy hanya mendengarkan , seperti saat kecil Stella memang cerewet dan Joy selalu diam.
Hm..
Joy hanya ber Hm ria , Joy jadi teringat dulu saat Stella mencium nya dulu dan membuat Joy pingsan , apa Stella masih mengingat nya ?
"Joy kenapa kau diam ? apa yang kau pikirkan ?"
"Tidak, aku tidak memikirkan apapun ." jawab Joy gugup .
Stella menatap Joy Intens , mencoba menebak apa yang di pikirkan Joy , seketika senyum Stella merekah , membuat Joy menatap nya bingung .
"Apa yang kau tertawakan ."
"Coba aku tebak , apa kau teringat dengan ciuman pertama ku , saat aku mencium mu kau langsung pingsan Joy , " Stella tergelak sedangkan wajah Joy bersemu merah .
__ADS_1
"Apa kau mau aku melakukan nya lagi ?"
Joy terbelalak mendengar ucapan Stella .
"Stella jangan dekat - dekat , aku tidak mau kau menyentuh ku lagi ." Joy langsung berlari ketakutan , Stella hanya tertawa melihat tingkah Joy yang masih sama saat kecil dulu .
"Joy kenapa kau berlari , apa aku terlihat seperti hantu , haha ." Stella tak bisa menahan tawa , dan langsung mengejar langkah Joy sampai akhir nya Joy berhenti .
Joy dan Stella menghentikan langkah nya , mencoba mengatur nafas nya pelan , berlari membuat nafas mereka naik turun , dan jantung mereka berpacu dengan cepat . Stella mendudukan tubuh nya pada kursi taman begitu juga dengan Joy , sesekali mereka menghela nafas nya panjang .
"Joy , jangan lari lagi kau membuat ku lelah ."
"Kau , jangan pernah membahas itu lagi , itu masa kecil tidak perlu di bahas lagi ."
"Ahh.. apa kau malu Joy !"
"Diam Stella ."
"Kau malu ya Joy ." Stella terus menggoda Joy .
"Stella ." teriak Joy kesal sampai tidak sadar kini kedua wajah mereka berjarak begitu dekat , membuat mata mereka saling tatap satu sama lain .
Deg,
Detak jantung berdegup begitu kencang , hembusan nafas terasa diantara kedua nya , tatapan mata kedua nya semakin mendalam .
Drt..drt..drt..
Tiba - tiba ponsel Joy berdering , membuat Stella dan Joy langsung tersadar dan memalingkan pandangan nya . Joy merogoh ponsel nya dan mengangkat telepon itu .
"Halo ," ucap Joy pada sambungan telepon .
Joy terlihat serius berbicara dalam telepon , wajah Joy yang tenang berubah menjadi tegang , setelah itu langsung menutup telepon nya .
"Stella ayo kita pergi ." Stella terkejut ketika tangan nya langsung di tarik oleh Joy , tanpa menunggu jawaban Stella Joy langsung menarik tangan Stella untuk pergi dari taman itu.
"Joy ada apa ? kenapa buru - buru ."
Namun belum sempat Joy menjawab , langkah nya baru saja beberapa langkah tiba - tiba ..
Door..
Ahh..
Stella..
...----------------...
Jangan lupa untuk tinggalkan like dan Vote nya ya , 🙏😊 karena itu berarti banget untuk thor .
terimakasih .
Love u All
__ADS_1
salam author
" Dini_ra "