Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Perubahan Jolie


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jolie sudah berada di dapur, di temani oleh ibu mertuanya. Walaupun luka di perut dan juga tangannya belum sembuh, Jolie tetap memaksa untuk belajar memasak pagi ini. Pertama Jolie membuat omlet namun telurnya hangus. Kedua Jolie membuat lagi namun, bukan telur yang di masukan namun cangkang telur yang di goreng, Jolie mencoba lagi. Kali ini dia berhasil.


"Aaaa ... Mami lihat, aku berhasil." Sorak Jolie bersama mertuanya, keduanya begitu bahagia seperti mendapat undian saja.


"Mami ini tidak enak, tidak ada rasanya." ucap Jolie yang merasakan masakannya barusan.


"Apa kamu menambahkan garam?" tanya Nyonya Endra, Jolie hanya menggeleng lalu bibirnya merengut.


"Aku tidak pandai memasak," ucap Jolie sedih.


"Jangan bersedih nanti kita coba lagi, atau Mami akan panggil chef kita belajar dengan chef, sekarang pergilah ke kamar bangunkan suamimu ya."


"Baik Mami." Jolie pun pergi ke kamarnya untuk membangunkan Elang. Setibanya di kamar Jolie tidak melihat Elang, namun mendengar suara gemercikan air dari dalam kamar mandi. Lalu Jolie punya ide untuk menyiapkan pakaian suaminya. Jolie berjalan ke arah lemari mengambil satu kemeja yang menurutnya cocok, lalu mengambil jas dan satu celana, setelah itu Jolie menaruhnya di atas tempat tidur. Jolie tersenyum memandangi pakaian yang baru saja di ambilnya.


Jolie membayangkan, saat dirinya membantu Elang berpakaian, memakaian dasi, memakaikan Jas, lalu Elang mencium keningnya.


Hahaha ... Jolie ketawa sendiri saat membayangkan semua itu. Lalu melangkah pergi keluar.


Cklek! Elang baru saja keluar dari kamar mandi, Elang merasa aneh saat pakaiannya ada di atas ranjang, sepersekian detik Elang tersenyum, lalu mengambil pakaian yang sudah Jolie siapkan untuk memakainya.


Di lantai bawah Jolie sedang menyiapkan sarapan, Elang berjalan menuruni anak tangga, Jolie tersenyum melihat Elang memakai pakaian yang sudah dia siapkan.


Pagi ini Jolie terlihat berbeda, seperti apa yang di katakannya semalam, akan menjadi istri yang baik sudah ia lakukan. Elang mengulum senyum, melihat perubahan sikap Jolie yang tak manja seperti sebelumnya.


"Kau mau jus atau teh?" tanya Jolie yang duduk di samping Elang.


"Tidak, air putih saja." jawab Elang Jolie pun memberikan segelas air putih pada Elang. Nyonya Endra tersenyum bahagia melihat perlakuan Jolie pada Elang yang perhatian.


"Ouh ... Mama suka melihatnya, kalian sangat romantis. Apa sudah ada tanda-tanda?" Elang dan Jolie saling pandang.


"Tanda-tanda apa Mami?" tanya Jolie


"Isi ... Isi ...." ucap Nyonya Endra yang menggerakan tangannya di bawah perut.


"Apa belum ada tanda-tanda hamil?"


Uhuk ... uhuk ... Elang tersedak. "Keduanya jadi salah tingkah. Bagaimana bisa hamil di sentuh dada saja sudah marah, apa lagi di sentuh ...." Gumam Elang dalam hati.


"Mami soal hamil, Mami tahu Stella sudah hamil, baru saja aku di beritahu kabar bahagia ini." ujar Jolie mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Wah ... aku turut berbahagia, sebentar lagi di keluarga kalian akan ada baby, owh ... Mami jadi pengen cepat-cepat punya cucu."


"Aku pergi dulu." ujar Elang yang menghindari pertanyaan ibunya, dan berlalu pergi.


"Tunggu." teriak Jolie mengejar Elang sampai depan.


"Elang tunggu."


"Ada apa?"


"Ini bawalah, aku sudah buatkan bekal untukmu." ujar Jolie menyerahkan satu rantang makanan.


"Aku membawa rantang."


"Kenapa? Papiku juga suka membawa rantang yang mamiku siapkan, ini untuk makan siangmu nanti, biasanya seorang suami selalu senang saat di berikan bekal." cibir Jolie dengan bibir merengut, karena Elang tak menerima rantangnya


"Iya, terimakasih." ucap Elang yang mengambil rantangnya membuat Jolie tersenyum.


"Ada satu lagi."


"Apa? Rantang lagi?"


"Untuk apa? Maksudku untuk apa kamu meminta izin padaku."


"Bukankah, seorang istri itu harus meminta izin pada suaminya jika akan keluar dari rumah. Itu sebabnya aku meminta izin darimu."


"Ya ... aku izinkan."


"Terimakasih." ucap Jolie lalu kembali masuk ke dalam rumah. Elang terdiam merasa aneh dengan sikap Jolie hari ini, lalu Elang pun pergi menaiki mobilnya.


****


Sepanjang perjalanan, Elang membayangkan tingkah Jolie saat di rumah, hari ini Elang merasa benar-benar jadi suami. Elang tersenyum sambil memutar stir mobilnya.


Ckitt ... suara decitan mobil terdengar, Elang menghentikan mobilnya begitu saja, Elang teringat sesuatu, dengan cepat Elang mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Halo, aku butuh bantuanmu sekarang."


"Kerahkan dua bodyguard, untuk mengawal istriku, hari ini Jolie akan pergi ke rumah orang tuanya."

__ADS_1


"Jangan terlambat, lima menit harus sudah ada di rumahku." Tut ... tut. Sambungan telepon pun di tutup. Elang tidak ingin kejadian buruk itu terulang lagi, mulai sekarang Elang akan memperketat penjagaan untuk Jolie.


****


Jolie terkejut melihat dua pria yang berbadan kekar berdiri di depan mobilnya. "Siapa kalian?" tanya Jolie.


"Kami akan mengantar anda kemana pun anda pergi." ucap salah seorang bodyguard.


Ting ... satu pesan masuk,


Akan ada dua bodyguard yang mengawalmu, kau boleh pergi asal di temani oleh bodyguard itu, kalau tidak aku tidak mengizinkan kau keluar dari rumahku.


Jolie membaca isi pesan dari Elang. Jolie tersenyum merasa Elang memperhatikannya. "Begini kali ya, di perhatikan suami." batin Jolie yang senyum-senyum.


"Baiklah, kalian bisa ikuti aku dari belakang." titah Jolie pada kedua bodyguardnya yang mengangguk. Lalu masuk ke dalam mobilnya. Jolie di antar oleh supir sedangkan kedua bodyguardnya menaiki motor sport dan mengikutinya.


****


Di rumah Alvero, semua orang terlihat bahagia karena sebentar lagi, akan ada bayi kecil di rumah itu.


Bagi ibu hamil morning sikness itu sudah biasa, namun morning siknes yang Stella alami melebihi orang ngidam biasanya, setiap pagi Jolie mengalami mual-mual, pusing juga muntah-muntah. Membuat Joy begitu panik.


"Mami, apa orang hamil memang seperti itu?"


"Joy, jangan khawatir semua wanita hamil akan mengalaminya, dulu juga mami sama mengalami itu."


"Tapi Mami itu justru membuat Stella lemah, Stella tidak mau makan apa pun, minum susu saja dia muntahkan lagi."


"Iya, Mami juga merasa kasihan, ngidam Stella berbeda, Mami akan coba konsul dengan dokter kandungan, agar Stella di berikan vitamin dan di berikan obat penghilang rasa mual, kamu jangan khawatir Mami akan menjaganya."


"Sudahlah, pergi ke kantor sana."


"Kalau begini aku tidak bisa bekerja,"


"Ada Mami, jangan khawatir." Joy menatap Shila. Lalu berjalan ke arah Stella yang terbaring di atas tempat tidur.


"Stella aku harus ke kantor, tidak apa-apa, kan kalau kamu disini bersama Mami?" Stella mengangguk sambil mengulum senyum


"Aku pergi dulu." ucap Joy yang mengecup kening Stella

__ADS_1


"Sayang, jangan buat mamimu sakit, jangan buat mamimu mual-mual lagi ya, kamu boleh minta apa pun pada papi, asal jangan membuat mami sakit." ucap Joy sambil mengelus perut rata Stella dan mengecupnya, setelah itu melangkah pergi walau langkahnya terasa berat, tidak tega meninggalkan Stella sendirian. Namun Joy harus tetap pergi karena pekerjaan yang sudah menunggunya.


__ADS_2