
Menjelang hari pernikahan , awal nya mereka ragu namun Stella terus memaksa untuk tidak membatalkan pernikahan nya , Stella meyakinkan semua orang hingga akhir nya pernikahan pun berlanjut .
Jolie dan Anna setia menemani Stella di apartemen nya. Mereka bercerita , bercanda , dan memilih - milih gaun yang akan di pakai nya besok .
"Stella ,ini kado spesial untuk mu" ujar Jolie yang memberikan sebuah kado
"Apa ini ?"
"Bukalah"
Stella membuka kado yang Jolie berikan, Stella terbelalak melihat apa isi kado nya , Jolie tergelak dan Anna melongo.
"Pakailah itu saat malam pertama , malam itu akan menjadi malam yang indah untuk kalian berdua "
"Tidak, ini sangat memalukan. Pakaian apa ini , sekalian saja aku tidak berpakaian sama sekali" Stella bergidik ngeri melihat pakaian tidur yang transfaran , berwarna hitam namun saat memakai nya sudah pasti seluruh tubuh nya akan sangat terlihat .
"Joy itu suami mu , untuk apa kau malu. Tubuh mu , semua milik mu Joy berhak melihat itu , bahkan kalau kau bertelanjang pun itu tidak dosa asal di hadapan suami mu"
Pipi Stella mulai merona
"Awal nya mungkin akan sangat sakit , tapi lama - lama kamu akan menikmati nya , semua orang bilang malam pertama adalah malam yang indah , dan mereka punya kisah tersendiri , jadikanlah malam pertama mu ini malam yang akan di ingat selalu oleh Joy "
"Aww, Anna kenapa kau memukul kepala ku" hardik Jolie sambil mengelus - ngelus kepalanya
"Dari bicara mu aku curiga , apa kau pernah melakukan nya ? Jangan - jangan saat di hotel itu , bersama bodyguard mu itu kalian ...."
"Aww" Jolie berganti memukul kepala Anna
"Hey, kenapa kamu berpikir seperti itu. Aku mendengar dari cerita teman - teman ku . Kalian tidak tahu kalau di luar negri pergaulan sangat bebas , melakukan itu bersama kekasih mereka itu di anggap wajar - wajar saja , namun tidak dengan aku , aku akan melakukan nya , hanya dengan suami ku nanti"
"Oh... Dengan bodyguard itu kan !" cibir Anna dan Stella
"Dia !! Aku tidak akan memberikan nya , dia tidak berhak atas diri ku , walau pun kita menikah akhir nya aku tidak akan membiarkan dia menyentuh ku"
"Oh ya ! Aku tidak yakin. Setelah menikah kalian akan tidur bersama, setiap malam, setiap waktu , setiap detik , kalian akan bertemu tidak mungkin kamu tidak akan melakukan itu "
"Kami tidak akan pernah tidur bersama, ini pernikahan bukan keinginan ku tapi keinginan Papi , aku tidak menginginkan nya"
"Tapi , apa benar itu terasa sakit? Kalau sakit lalu kenapa setiap pasangan selalu melakukan nya bahkan setiap hari , aku jadi penasaran" gumam Anna polos
"Kau coba saja dengan Kemi" cibir Jolie
"Ya, tentu tapi setelah kita menikah . Tapi aku merasa takut".
"Lihat ini, ternyata ada banyak gaya juga. Pertama akan sangat sakit , pasti berdarah , oww...."
__ADS_1
"Apa sesakit itu ?"
Jolie, Anna ,Stella mereka saling pandang .
Arghhh ...
"Jolie hentikan, kenapa kita harus membaca hal seperti itu" hardik Anna yang baru saja membaca tentang hubungan intim di dalam google .
"Kalian, kan akan menikah kalian harus tahu, cara memuaskan suami"
"Dasar!! Sejak kapan kau mesum Jolie"
"Mesum!! Siapa yang mesum"
"Isshh.... Pikiran mu ini sangat kotor sekali"
"Apa Mami dan Papi , masih sering melakukan nya ? Owh, pantas saja Mami dan Papi selalu mesra "
"Jolie" teriak Anna dan Stella
****
Hari yang di nanti - nanti pun sudah tiba.
Joy terlihat begitu tampan, dengan tuxedo berwarna hitam , rasa gugup sudah pasti akan di rasakan nya. Shila tersenyum ke arah putra nya mengangkat tangan nya untuk mengelus lembut pundak sang putra .
Rasanya masih tak percaya bahwa putra nya akan menikah hari ini. Masih terlintas bayangan - bayangan masa kecil nya . Anak laki - laki yang pendek dan gendut , pipi chubby juga bibir yang imut , kini anak laki - laki itu sudah tumbuh tinggi dan tampan , setampan putra mahkota dari negri dongeng.
Tidak lama lagi putra mahkota nya akan meminang seorang putri yang begitu cantik , namun dia seorang gadis yatim piatu sekarang. Tuhan sudah mengambil dua belahan jiwa nya sebelum hari pernikahan nya .
"Apa kamu gugup?"
"Hemm"
"Semua akan berjalan dengan lancar tidak usah gugup" Shila tersenyum melihat kegugupan Joy .
"Apa kalian sudah siap ?" seruan Vero yang mengejutkan kedua nya.
"Sudah, ayo berangkat" ajak Shila
"Tapi, dimana yang lain ?"
"Mereka sudah pergi terlebih dulu , karena ingin berbincang dulu dengan kakak ipar nya"
Vero mengerti apa maksud ucapan istri nya , mereka bertiga pun berangkat menuju hotel .
__ADS_1
****
Stella terlihat sangat cantik , dengan make up minimalis , rambut di sanggul kecil , dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah . Stella terlihat gugup , sesekali ia menetralkan detak jantung nya , sesekali juga ia menghela nafas nya panjang .
"Kakak"
Teriakan Kanza mengejutkan Stella , Stella tersenyum melihat adik - adik ipar nya datang .
Kanza berlari memeluk Stella , begitu juga Kenzie dan Kenzo memberikan selamat.
"Kakak cantik sekali"
"Terima kasih"
"Aku ingin foto dulu, Kenzo kau bawa kamera kan, ayo cepat kita foto bersama"
"Hey, kalian akan berfoto tanpa aku" Semua orang menoleh ke sumber suara yang ternyata Anna , Jolie dan Kemi.
"Sini biar aku yang mengambil foto nya" ujar Kemi , sedangkan yang lain nya bersiap mengambil posisi .
Kanza yang centil , berselok kanan dan kiri , Anna dan Jolie yang tak kalah cantik dan juga anggun , namun Jolie yang paling bergaya karena dia adalah model juga penyanyi , itu sudah biasa bagi nya . Kenzie dan Kenzo terlihat sangat kaku , mereka bingung mau bergaya apa?
Ckrek , Ckrek, Ckrek,
Beberapa foto pun di ambil , mereka terlihat sangat senang namun tidak dengan Stella. Dia terlihat diam seperti sedang memikirkan sesuatu .
"Kakak sebentar lagi acara nya akan di mulai , apa kakak sudah siap ? Lalu dimana orang tua kakak?" ucapan Kanza membuat semua orang diam, Jolie terlihat memelototi Kanza karena ucapan adik nya itu yang pasti akan membuat Stella sedih.
"Aku tidak punya siapa - siapa , aku tidak tahu siapa yang akan menjadi wali ku , sedangkan Daddy ku tidak ada" Stella terlihat sedih
Semua orang terdiam , mereka juga bingung mau berkata apa .
"Saya yang akan jadi wali mu"
Semua orang menoleh , begitu juga Stella yang langsung melihat siapa orang yang sudah siap menjadi wali nya .
"Paman"
Ucap mereka kompak , yang di kejutkan dengan kedatangan Alvin dan Zeni juga Lusi . Alvin berjalan ke arah Stella lalu mengulurkan tangan nya di hadapan Stella .
"Ayo, semua orang sudah menunggu mu. Aku yang akan menjadi wali mu , anggap saja aku sebagai Daddy mu"
Stella menatap Alvin ragu , lalu menatap satu persatu semua orang yang ada di ruangan. Zeni menganggukan kepala nya , seolah mengatakan semua akan baik - baik saja , dan dia mengizinkan suami nya untuk menjadi wali nya .
Dengan ragu Stella meraih uluran tangan Alvin lalu tersenyum , semua orang terlihat bahagia . Mereka semua menuju tempat altar dimana pernikahan akan di laksanakan .
__ADS_1