Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Baby Yuki


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Baby Nata sudah berusia satu bulan, kegemasannya, kenakalannya semakin menjadi. Selama satu bulan ini baby Nata membuat ramai seisi mansion, mansion Alvero kini ramai karena ada Nata. Tak lama lagi keluarga Alvero akan kedatangan anggota baru lagi, hari ini Anna akan melahirkan anak pertamanya, semua orang sibuk mengurus perlengkapannya.


Ketegangan di rasakan oleh Shila dan Vero, di detik-detik kelahiran cucu kedua mereka. Kali ini Shila memboyong semua keluarganya, terkecuali Joy dan Stella, mereka tidak bisa ikut karena harus menjaga Nata.


Di sebuah ruangan, Anna di bimbing oleh seorang Dokter, untuk tetap rileks dan tenang. Keringat dingin pun mulai bercucuran, Kemi yang selalu setia berada di samping Anna, terus menggenggam tangan Anna, tak henti-hentinya mengecup keningnya.


Oek, oek, oek,


Tak, lama kemudian suara bayi terdengar, membuat senyum Anna dan Kemi terpancar. "Bayi kita sudah lahir sayang." Ucap Kemi yang terus mengecup kening Anna. Di luar ruangan terlihat Shila begitu bahagia mendengar suara tangisan bayi itu, rasa haru dan bahagia menjadi satu, begitu pun dengan triple Rey Kanza, Kenzie dan Kenzo mereka juga sangat bahagia.


"Selamat ya Pak, Bu, anaknya perempuan." Ujar Dokter yang memberikan bayi itu kepada Anna, bayi itu terlihat sangat cantik, hidung mancung, bibir mungil, alis tebal, rambut tebal dan hitam seperti Anna.


Anna, menggendong bayinya, bayi itu terlihat sangat manis, bulu mata yang indah nan lentik terlihat jelas saat bayi itu tertidur. "Sayang, ini Mami bangun dong sayang," Ujar Anna yang mencubit gemas pipi anaknya.


"Lihat sayang, bayi kita sangat cantik, begitu menggemaskan." Ujar Anna, yang melirik ke arah Kemi.


"Iya, seperti Ibunya," ucap Kemi.


****


Anna sudah di pindahkan ke kamar inap, semua keluarga sudah berkumpul, bayi Anna masih sama seperti tadi, tertidur dan tertidur, tidak terlalu rewel apalagi tersenyum.


"Kak, siapa nama bayinya?" tanya Kanza.

__ADS_1


"Apa, bayi ini ajaib juga ya?" gumam Kenzie. Sedangkan Kenzo dia fokus memotret.


"Yukima Akihiro Masahi," ucap Kemi, membuat semua orang menoleh.


"Nama yang bagus sayang, baby Yuki ouh ... anak Mami,"


"Anak aku juga," timpal Kemi.


"Iya,"


Baby Yuki anak pertama Anna dan Kemi. Baby Yuki sedikit lebih pendiam, dan cuek, di cubit, di kecup berapa kali pun hanya diam, tidak nangis tidak rewel atau pun tersenyum. Semua orang sedang sibuk dan asik bermain dengan baby Yuki.


Di tempat lain, Stella dan Joy membawa Nata, jalan-jalan di taman. Nata di gendong oleh Joy, ketampanan Joy dan Nata mampu menghipnotis para wanita, tak sedikit dari orang-orang yang menatap gemas ke arah Nata.


"Sayang, kita duduk sini yuk Nak," ajak Stella yang duduk di sebuah kursi, Joy yang menggendong Nata pun ikut duduk.


"Bububu ... mam ... mam ...." Entah apa yang Nata, ucapkan seperti sedang mengajak ngobrol papa dan mamanya. Nata, terus menunjuk ke arah di depannya, sepertinya Nata, ingin bermain.


"Apa kau ingin bermain bola?" tanya Joy, pada Nata. "Jangan dulu, kau masih kecil nanti setelah besar Papa akan mengajakmu bermain bola," sambung Joy, membuat bibir Nata, cemberut seolah mengerti apa yang di katakan Papanya. Tak lama kemudian, ada seorang wanita yang duduk di samping Joy, wanita itu tersenyum ke arah Nata, juga Joy, lalu menyapa dan mencubit Nata gemas.


"Hai, ini anaknya Mas? Lucu sekali," ujar wanita itu, namun Joy, tidak menanggapinya sama sekali. Saat itu Stella, sedang pergi untuk mengambil susu Nata, di dalam mobil, mungkin Stella akan cemburu kalau melihatnya.


Wanita itu terus berbasa-basi kepada Joy, mengajak Joy ngobrol dan so' dekat dengan Joy, Nata merasa tak suka melihat papanya di goda, Nata pun menyemburkan air liurnya sampai mengenai dada wanita itu.


"Dasar, bayi Nakal!" gumam wanita itu, namun terdengar Nata, Nata hanya terkekeh. Wanita itu pun mengambil sebuah tisu di dalam tasnya.

__ADS_1


Nata kembali berulah. Tanpa sepengetahuan Joy, tangan Nata mulai nakal, tangan mungilnya menepuk-nepuk, punggung wanita itu, tanpa sengaja Nata, membuka resleting baju wanita itu.


Bububu ... bububu ... Nata, mencoba berbicara memberitahukan bahwa resleting wanita itu terbuka, namun wanita itu malah menatap tajam Nata, karena kesal. Joy yang menyadari tatapan tajam wanita itu langsung membalikan tubuh Nata, agar menghadap ke depan. Tak, lama kemudian Stella, kembali dengan membawa sebotol susu untuk Nata.


"Anak, Mama laper ya sayang, ini Mama bawa susunya sayang." Ujar Stella, yang menggoyang-goyangkan botol susu Nata.


"Sayang, tolong buka, kan tutup botolnya, biar aku yang gendong Nata." Ujar Stella, yang mengambil Nata dari pangkuan Joy. Joy pun membuka tutup botolnya lalu memberikannya pada Nata, dengan sekejap Nata, menyedot air susunya sampai habis.


"Anak, Papa pintar," ucap Joy. Lalu menyimpan botol susu itu kembali.


"Joy, Anna sudah melahirkan, bayinya perempuan namanya Yuki, tadi Kanza, menghubungiku," ujar Stella yang memberitahu Joy, tentang Anna.


"Syukurlah, bayinya lahir dengan selamat dan Anna pun sehat," ujar Joy, yang terlihat senang.


Semua orang di sekitarnya tiba-tiba tertawa, entah apa yang mereka tertawakan, Joy dan Stella pun penasaran, karena melihat Nata yang tertawa lepas, lalu Joy dan Stella mengikuti arahan mata Nata, Stella dan Joy terbelalak saat melihat wanita yang duduk tadi berjalan, namun punggungnya terekspose, karena resleting yang berada di punggungnya terbuka sampai pinggang. Stella langsung menutup mata Joy, dengan telapak tangannya. "Jangan di lihat," ujar Stella. Sedangkan, Joy langsung menutup mata Nata.


Bububu ... bububu ... Nata, langsung menepis tangan Joy, yang menutup matanya, Nata kembali tertawa.


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa Yuki, sudah berusia 5 bulan. Sedangkan Nata sudah berusia 6 bulan. Mansion Alvero semakin ramai karena tingkah kedua cucunya. Yuki dan Nata selalu membuat semua orang sport jantung. seperti saat ini, Nata dan Yuki merangkak menaiki anak tangga.


"Yuki,"


"Nata,"


Teriak, Stella dan Anna, mereka berdua begitu terkejut, karena baru saja mereka membawa anaknya ke atas kursi, tahu-tahu sudah sampai di atas tangga. Mama muda ini di buat lelah oleh anaknya. Sedangkan Shila pergi ke rumah sakit untuk melihat Jolie yang mau melahiran. Karena perbedaan kehamilannya dengan Anna, berbeda 4 bulan.

__ADS_1


Di rumah sakit, dua wanita gelisah, dan tak bisa tenang menunggu Jolie yang akan melahirkan wanita itu tak lain adalah Shila dan Nyonya Endra, Dokter, sempat membuat panik mereka, karena mengatakan kondisi Jolie sangat menurun, dan terpaksa harus di lakukan operasi. Tapi akhirnya Jolie bisa melahirkan dengan normal, Elang selalu ada di samping Jolie bahkan sampai buah hati mereka lahir.


__ADS_2