Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Rasa yang tak bisa di jabarkan


__ADS_3

Sebelum nya Sharon mengikuti Joy saat melihat Joy berlari ke lantai atas . Sharon melihat luka di sekujur tubuh dan wajah Joy , membuat Sharon khawatir. Sharon pun mengikuti Joy sampai depan ruangan yang Pablo dan Stella tempati , namun saat Sharon masuk ke dalam ruangan Sharon di suguhkan pemandangan yang tidak pernah ia bayangkan sampai membuat tubuh nya diam terpaku .


Joy melepaskan ciuman nya perlahan , di tatap nya wajah Stella dengan lekat , begitu juga Stella .


"Stella ." Sepersekian detik tubuh Stella pun tumbang , Joy langsung menahan tubuh Stella sebelum benar - benar terjatuh .


"Stella." Joy panik dan langsung menggendong tubuh Stella ala bridal style , saat Joy ingin melangkah ke luar Joy melihat Sharon berada di depan pintu .


Sharon pun menjadi gugup dan salah tingkah seperti sedang ketahuan mencuri . " Aku kesini untuk membawa Pablo ." ucap Sharon kemudian .


Hm,


Joy hanya ber Hm ria , lalu pergi begitu saja melewati Sharon .


"Kenapa aku harus melihat nya , Sharon lupakanlah kau sedang bertugas sekarang ." batin Sharon dalam hati .


Sharon pun masuk ke dalam ruangan , mengikat tangan Pablo dengan borgol lalu memanggil beberapa teman nya untuk membantu nya membawa Pablo .


****


Sesampai nya di bawah Joy bertemu Anna dan Kemi , Joy bersyukur Anna baik - baik saja dan selamat , namun Anna sangat panik karena melihat Stella yang berada dalam gendongan Joy


"Stella , Joy kenapa dengan Stella ." tanya Anna panik


"Stella pingsan , Pablo memberikan nya obat perangsang ."


"Apa ! " Anna terkejut ."Dia benar - benar gila , apa Stella ...." Anna berpikir Pablo sudah merenggut kesucian stella namun Joy langsung menyanggah nya


"Tidak , Stella masih suci Pablo tidak melakukan apa pun pada nya , karena aku cepat datang ."


"Syukurlah , Stella pasti sangat tersiksa oleh nya ." Anna masih ingat betul bagaimana Pablo memperlakukan Stella dengan kasar .


Di tengah - tengah pembicaraan mereka , seorang pria yang biasa di panggil Jendral menghampiri mereka , menyarankan Joy untuk segera mendapat pengobatan di karena kan Joy terluka begitu juga Anna dan Stella


"Sebaiknya kalian pergi ke rumah sakit , ayo saya akan mengantar kalian ."


"Tidak perlu , saya akan pergi dengan mobil saya ." tolak Joy dengan halus


"Tapi luka mu ...."


"Saya yang akan membawa mereka semua ." ucap Kemi cepat , sang Jendral pun mengangguk lalu kembali menghampiri pasukan nya yang mengamankan Aris juga Pablo .


Selain penyelamatan sandra mereka juga menangkap Pablo dan Aris , setelah bertahun - tahun lama nya mereka menantikan saat ini akhir nya Pablo pun tertangkap . Mereka juga menemukan beberapa gram narkotika di tempat ini yang di selundupkan Pablo juga beberapa barang bukti lain nya yang menguatkan Pablo untuk segera di tahan .


Joy , Kemi , Anna dan Stella menaiki mobil Joy , Kemi mengambil alih kemudi sedangkan Joy berada di belakang seraya menidurkan Stella di pangkuannya .

__ADS_1


Akhir nya mereka semua meninggalkan tempat itu , Kemi melajukan mobil nya dengan cepat menuju rumah sakit , tidak ada pembicaraan apa pun selama perjalanan.


Di sisi lain Sharon melamun di dalam mobil nya , membayangkan apa yang sudah di lihat nya , Joy dengan lembut nya menautkan bibir nya dengan bibir Stella . Entah kenapa Sharon merasa ada perasaan lain di hati nya seperti teriris luka perasaan yang tak bisa di jabarkan .


****


Sesampai nya di rumah sakit Stella dan Anna langsung di bawa ke UGD , begitu pun dengan Joy , namun Joy dan Anna hanya mengobati beberapa luka saja tidak dengan Stella karena dia harus di rawat dalam beberapa hari , selain luka di tubuh dan wajah nya , kejadian itu bisa menyebabkan trauma mendalam bagi Stella karena hampir mendapat pelecehan seksual.


Joy , Anna dan Stella berada di kamar rawat yang berbeda , Anna di temani Kemi yang setia menunggu nya , sedangkan Joy dia melamun sendiri membayangkan apa yang di lakukan nya tadi pada Stella , untuk kedua kali nya Joy mencium Stella , entah kenapa detak jantung nya berdegup begitu cepat , dan ada rasa aneh dalam hati nya Joy tidak mengerti perasaan apa ini , apa Joy memang sudah jatuh cinta ? Entahlah Joy sendiri tidak tahu .


Berbeda dengan Joy , Stella masih terbaring lemah dan masih tak sadarkan diri .


****


Keseokan hari nya


Di lorong rumah sakit , terlihat seorang wanita yang berlari tergesa - gesa , di ikuti seorang pria juga tiga orang anak muda yang memakai seragam sekolah , mereka berlari mengikuti sang ibu yang sudah berlari sangat jauh di depan nya .


BRAKK


Wanita itu membuka pintu sebuah kamar rawat , terlihat Joy yang diam mematung karena terkejut melihat sang Mami ada di depan nya .


Terlihat kecemasan dan ke khawatiran di wajah wanita itu yang tak lain adalah Shila , Shila berjalan menghampiri Joy yang duduk di ranjang nya .


Mami , ucap Joy lirih


Aww ... Mami hentikan ,


Joy kaget tiba - tiba Shila memukul nya , walau pun Joy mengerti Mami nya pasti sangat marah karena di bohongi oleh nya .


"Sayang hentikan ." Di depan pintu Vero terkejut melihat Shila yang sudah memukuli putra nya dengan kesal , Vero pun menghampiri Shila dan menghentikan pukulan nya itu .


"Sayang sudah , Joy sedang sakit sudah hentikan ." ucap Vero seraya memeluk Shila . Vero tahu saat ini istri nya sangat khawatir namun Shila juga sangat kesal karena di bohongi putra nya .


"Apa ini Joy , tidur di kantor ! Ini yang kamu bilang tidur di kantor , lalu dimana Anna ? Menginap di apartemen Stella , itu yang kamu bilang kan ! Tapi apa kenyataan nya kalian tidur di rumah sakit , dan apa ini hah ! ." Shila menunjuk beberapa luka yang terdapat di wajah Joy , Joy hanya diam di marahi Shila , Joy menyadari kesalahan nya karena telah membohongi Mami nya , tapi tujuan Joy untuk kebaikan Mami nya agar tidak mencemaskan nya .


"Maaf , Mami aku hanya tidak ingin Mami khawatir , kalau Anna di culik ."


"Sekarang apa ? Apa Mami tidak khawatir ? Kamu sudah membuat semua orang di rumah khawatir tahu ." hardik Shila .


"Kenapa kau lakukan ini ? Kami adalah orang tua mu , keluarga mu , untuk apa ada keluarga kalau kamu menanggung penderitaan mu sendiri , setiap masalah bisa kita selesaikan bersama , Papi sudah bilang pada mu kan , jangan pernah menyembunyikan apa pun , dan Papi tidak mau terjadi hal buruk pada kalian semua dan sekarang kau , Anna juga Stella kalian semua terluka , kalau kamu bicara dari awal Anna dalam bahaya , Papi akan membantu mungkin Anna bisa di selamatkan lebih cepat dan ini tidak akan terjadi ." hardik Vero .


"Maaf ." Satu kata yang keluar dari mulut Joy ' maaf '


"Jangan pernah mengulangi nya lagi , jangan pernah menyembunyikan apa pun lagi , dan mulai sekarang berhentilah menjadi detektif , tinggalkan pekerjaan mu itu tentang penyelidikan itu , biarkan pihak berwajib yang mengatasi nya , kau jangan lagi ikut campur , Papi tidak ingin kamu dalam bahaya , dan membahayakan keluarga mu , fokus saja mengurus perusahaan mu ."

__ADS_1


"Iya Papi , sekali lagi maaf ." ucap Joy seraya menunduk . Dengan perlahan Shila pun mulai tenang , Vero menuntun Shila untuk duduk di sebuah sofa yang terdapat di ruang rawat Joy , tak berselang lama triple Rey pun datang mereka begitu heboh terutama Kanza .


"Kakak ." teriak Kanza yang berlari ke arah Joy dan memeluk nya , di ikuti Kenzie dan Kenzo yang mengekor di belakang nya .


"Kakak apa yang terjadi ? Aku dengar kak Anna di culik , dimana kak Anna ?" Kanza terus melontarkan pertanyaan nya .


"Anna baik - baik saja ada yang menjaga nya sekarang ."


"Menjaga nya ? siapa ?" tanya Kanza cepat .


Saat Joy ingin menjawab nya Kenzie sudah lebih dulu menyanggah nya ."Dokter , siapa lagi " ucap Kenzie kemudian . Membuat Kanza kesal .


"Dimana kamar kak Anna ?" tanya Kenzo datar , namun sebelum Joy menjawab seorang dokter masuk ke kamar Joy , membuat semua orang mengalihkan pandangan nya termasuk Shila dan Vero yang beranjak dari sofa .


"Selamat pagi ." seru dokter yang tak lain adalah Indra sahabat Vero


"Indra ." seru Vero . Karena Indra lah yang memberitahukan Vero keadaan putra - putri nya . Semalam Indra cukup terkejut melihat siapa yang harus di obati nya ternyata Joy dan Anna anak dari sahabat nya sendiri .


Karena luka Joy dan Anna cukup serius jadi Indra menghubungi Vero untuk memberitahukan keadaan putra dan putri nya , Indra juga yang memberitahukan bahwa Anna di culik karena Indra mendengar pembicaraan dari salah satu anggota polisi yang kebetulan juga membawa Aris dan Pablo ke rumah sakit yang sama .


"Jadi paman yang memberitahukan Papi ?" tanya Joy dengan tatapan kekecewaan .


"Apa aku akan terus menyembunyikan nya ? Bisa - bisa Papi mu membunuh ku " ucap Indra dengan gurauan sambil mata nya menatap ke arah Vero .


Sekarang Joy tahu dari mana Mami dan Papi nya tahu hal ini , padahal Joy sendiri yang akan menjelaskan nya nanti , namun apa boleh buat mereka sudah mengetahui nya .


...----------------...


Memang selalu terlambat saat kita menyadari bahwa kita jatuh cinta , perasaan yang sulit di jabarkan .


Tapi tidak sulit untuk meninggalkan jejak like . Jangan lupa setelah membaca beri Like 👍nya ok !


Untuk yang punya koin lebih sisihkan sedikit saja untuk thor , berikan Vote nya oke 👌


Like , Vote berarti banget untuk thor .


Jangan lupa klik tombol favorit nya , rate nya bila perlu kasih bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐ ,


Oke 👌.


Follow othor juga ya 🥰


Hatur nuhun 🙏🙏🙏


Cinta untuk kalian

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Saranghaeo


__ADS_2