Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Idola


__ADS_3

Kanza dan Kenzie sudah sampai di sekolah , sekolah swasta yang elit , dan mewah , hanya orang - orang tertentu yang sekolah di sana .



Hampir semua murid berasal dari keluarga bangsawan , mereka adalah anak dari pengusaha - pengusaha sukses , dan kaya juga anak - anak dari para pejabat dan tokoh negara .


Saat di parkiran Kanza berpapasan dengan Kenzo sang kakak , Kenzo menghampiri Kanza yang berjalan sambil mengusap - ngusap kening nya yang sakit.


"Kenapa dengan kening mu ?" tanya Kenzo dengan wajah andalan nya dingin tanpa ekspresi . Kanza yang menyadari Kenzo ada di depan nya langsung merengek manja pada kakak nya.


"Ini semua gara - gara Kenzie , dia me-rem mobil semau nya, aku jadi ke jedot deh ! huhu.. sakit ." Kanza meringis manja sambil mengusap - ngusap kening nya .


Tak lama kemudian Kenzie lewat di depan mereka , Kenzo langsung menghadang langkah Kenzie dan menatap nya tajam .


"Kau bisa menyetir tidak ? Saat sedang bersama Kanza jangan memacu mobil semau mu." ucap nya demikian.


Kenzie menaikan sebelah alis nya sambil mengerutkan dahi nya , menatap Kenzo intens ."Aku tidak sengaja , dia yang menyuruh ku ngebut."ucap nya santai tanpa rasa bersalah .


Kanza yang merasa di tuduh pun kesal , aku yang terluka kenapa aku yang di salahkan , batin nya.


"Sudahlah Kenzo aku mau ke kelas , oh iya bawa caca ke UKS ya , aku buru - buru ." Kenzie langsung berlari menuju kelas nya dan bergabung bersama teman - teman nya , begitulah Kenzie orang nya masa bodo dan tak pernah merasa bersalah sedikit pun setiap kali melakukan kesalahan .


"Dasar , Kenzie ." rutuk Kanza .


Masih dengan ekspresi datar Kenzo menarik tangan Kanza lembut dan mendudukkannya di atas motor nya , Kenzo mengambil sebuah salep di dalam tas nya dan juga plester , lalu mengoleskan nya pada kening Kanza dengan lembut .


Aww..


Ringis Kanza yang menahan nyeri , setelah mengoles salep nya Kenzie menutup luka merah di kening Kanza dengan plester yang dia bawa .


Masih tanpa ekspresi , datar , dingin dan kaku namun itulah Kenzo tapi di balik wajah datar nya Kenzo selalu perhatian kepada adik nya . Dengan lembut dan pelan Kenzo menutup luka itu dengan plester , wajah mereka begitu dekat membuat orang yang melihat nya sangat iri dan akan salah paham mungkin , karena sikap Kenzo seperti seorang pria yang memperhatikan kekasih nya .


Mungkin kalau orang yang tidak tahu mereka adalah kakak beradik , orang - orang akan menganggap mereka sepasang kekasih , perhatian Kenzo pada Kanza lebih dari itu dan hanya Kanza lah wanita satu - satu nya yang di perhatikan Kenzo.


Kanza yang di perhatikan seperti itu membuat diri nya terbang tinggi ke atas awan , kupu - kupu seakan menari - nari di atas kepala nya , bunga - bunga saling beterbangan mengelilingi diri nya , wajah tampan Kenzo membuat nya terpesona .


"Kenapa senyum - senyum ." pertanyaan Kenzo membuat Kanza terbangun dari alam mimpi nya , pagi - pagi dia sudah berkhayal , andai saja kakak nya ini adalah kekasih nya .


Oops, ngomong apa aku ini , sadar Ca sadar , dia itu kakak mu .


Umpat nya dalam hati .


"Berkhayal lagi , apa yang kau bayangkan ." Kenzo mencuit hidung mancung milik kanza , kanza yang di cubit itu pun langsung mengusap - mengusap hidung nya.


"Kakak sakit ."

__ADS_1


"Aku tidak mengkhayal apa pun , aku hanya berpikir kalau kakak punya pacar apa kakak akan tetap sayang pada ku ." Kenzo masih mendengar ucapan Kanza sambil tersenyum tipis , Kanza sungguh beruntung dia wanita satu - satu nya yang melihat senyuman Kenzo karena Kenzo tidak pernah tersenyum pada siapa pun.


"Pokok nya aku tidak izinkan kau mempunyai pacar , nanti sikap mu akan berubah seperti Kenzie , kamu akan melupakan ku , kalau kedua kakak ku memiliki pacar bagaimana nasib ku , siapa yang akan perhatian pada ku ."


Kenzo mengacak - acak rambut Kanza seraya tersenyum , adik nya ini benar - benar menggemaskan .


"Sudahlah jangan berpikir macam - macam , sekarang pergi ke kelas sana ."


"Kakak , apa kakak punya pacar ? jawab kak ."


"Hanya kamu satu - satu nya wanita yang aku sayangi ."


"Benarkah , kau janji hanya aku satu - satu nya , tidak ada yang lain ." Kenzo tersenyum lalu mengecup lembut pucuk kepala Kanza membuat para gadis di sekolah nya histeris , cemburu , iri bahkan sampai ada yang menangis .


Oh no..


Ya tuhan Kanza sangat beruntung ,


Seandainya aku bisa bertukar posisi dengan Kanza


Aaaaa....


Para siswi - siswi di sekolah nya saling berbisik , berteriak , histeris seperti sedang melihat idola nya , ya.. idola sekolah Kenzo adalah idola di sekolah nya selain tampan dia juga sangat pintar.


Aaaaa..


Lagi - lagi mereka histeris saat melihat Kenzo dan Kanza jalan berdampingan sambil bergandeng tangan , membuat iri para gadis di sekolah nya , Kanza yang melihat ekspresi para gadis di sekolah nya tersenyum tipis , dalam sekejap dia jadi pusat perhatian .


Hahaha.. lihat wajah mereka , mereka pasti iri


Batin Kanza .


Kenzo mengantar Kanza sampai ke depan kelas nya, di depan kelas Kenzo dan Kanza berpapasan dengan Lusi .


Lusi adalah sahabat Kanza sekaligus anak dari Alvin dan Zeni .


"Hai lusi ." sapa Kanza dengan riang


"Hai , Ca , hai Kenzo ." kini tatapan lusi beralih pada Kenzo yang berada di samping nya , dengan gugup Lusi berani menyapa Kenzo , Lusi sangat mengagumi Kenzo dari dulu namun sifat Kenzo yang dingin membuat Lusi takut untuk mendekati nya .


"Aku ke kelas dulu ." pamit Kenzo pada Kanza lalu melangkah pergi menuju kelas nya.


"Dadah kakak ." teriak Kanza .


"Lusi ." seruan Kanza mengagetkan nya , saat Lusi menatap indah punggung Kenzo dari jauh .

__ADS_1


"Eh , iya apa Ca ?"


"Ayo kita masuk ."


"Mmm." Kanza menggandeng tangan Lusi memasuki kelas nya .


****


Di tempat lain Anna baru saja selesai meeting bersama klien nya dari jepang , yang tak lain adalah tuan Akihiro , dan sesuai dugaan Anna selalu mendapat tender nya dan berhasil membujuk Akihiro untuk menandatangani kontrak nya . Sungguh luar biasa di saat yang lain berlomba - lomba ingin bekerja sama dengan tuan Akihiro dari group M , Anna dalam sehari pertemuan langsung bisa mendapatkan kerja sama itu , Anna memang hebat , bakat nya dalam bisnis tidak bisa di lakukan lagi .


"Tuan Akhiro terima kasih atas kerja sama nya , semoga proyek yang akan kita jalankan berjalan dengan lancar !"


"Mm."


Hanya itu jawaban dari Akihiro " Mm " itu saja , setelah Anna berbicara panjang lebar hanya kata 'Mm' saja yang keluar , Uh.. sungguh menyebalkan , batin Anna.


"Kalau begitu saya permisi ,"


"Nona Anna , apa tidak ikut makan siang dulu , kita makan siang bersama ." ajak Akio asisten Akihiro.


Aku makan bersama manusia Es, tidak pernah terbayangkan , umpat nya dalam hati.


"Tidak terima kasih , saya masih ada urusan " jawab Anna dengan lembut


"Anda menolak ? sombong sekali anda , apa tidak bisa menghargai ajakan orang lain ." cibir Akihiro namun menusuk ke dalam hati yang paling dalam .


Marah , ya.. itu yang di rasakan Anna sangat ingin marah , tapi mencoba untuk menahan nya , harus berkata selembut apa dengan orang ini , manusia Es , selalu saja salah .


"Bukan begitu , tua.." belum sempat Anna menyelesaikan perkataan nya tenggorokan nya terasa kering , mulut nya seakan bungkam dan terkunci saat melihat pemandangan di depan nya , seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan sup panas mengenai tangan Akihiro . Akio pun tidak kalah terkejut .


Ya tuhan apa yang akan terjadi pada pelayan ini , dia sudah mencoba mencairkan batu Es , batin Anna yang menunggu apa reaksi Akihiro setelah nya , apa kah dia akan marah ? apakah pelayan itu akan di maki nya , tidak bisa di bayangkan .


Namun di luar dugaan Akihiro tetap diam , sembari membersihkan tangan nya dengan tisu.


"Ma..ma..ma..maaf tuan." ucap pelayan itu gugup dan ketakutan . Namun Akihiro hanya diam tidak berkata sedikit pun .


"Pergilah ." titah Akio pada si pelayan karena takut kalau Akihiro akan meluapkan amarah nya . Si pelayan itu pun pergi .


"Tunggu , jangan di siram air dingin ." ucap Anna yang melihat luka merah di tangan Akihiro .


Tanpa pikir panjang Anna langsung mendekat ke arah Akihiro mengambil sebuah salep dari dalam tas nya dan langsung mengoles nya pada tangan Akihiro , Akihiro hanya diam tanpa kata mendapat perlakuan tiba - tiba dari Anna .


****


Jangan lupa untuk tinggalkan like ya , setelah ini ada hal yang lebih seru lagi dari Anna dan Akihiro , juga Joy dan Srella .

__ADS_1


Jangan lupa sisihkan juga koin nya untuk Vote nya ya 🙏😊😊


__ADS_2