Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Berbeda kazta


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, keadaan tidak ada yang berubah. Usaha Kenzie, hanya sia-sia perlakuannya saat di danau membuat Lusi, membencinya karena Lusi, menganggap Kenzo melakukan pelecehan padanya. Lusi, tidak suka karena Kenzo, berani menciumnya.


Bukannya mendapatkan cinta Lusi, kembali Kenzo, malah mendapatkan kebencian. Kenzo, sudah lelah dan menyerah Kenzo, tak ingin lagi memaksa Lusi, untuk mengingatnya. Kenzo, menyerahkan semuanya pada Tuhan, karena jika Lusi, jodohnya mungkin Tuhan, akan mempermudah jalannya.


Sedangkan Kenzie, merasa senang karena hari-harinya penuh dengan warna, Kenzie, bisa dekat dengan Annisa, dan bertemu dengannya setiap hari dengan alasan 'Aku belum mengerti' Annisa, terus membantu Kenzie, mengajarinya menghafal bacaan sholat, do'a wudhu dan lainnya. Kini Annisa, pun sudah mulai dekat dengan Kenzie.


"Ini untukmu," Kata Annisa, yang memberikan sebuah paper bag pada Kenzie.


"Apa ini?" tanya Kenzie.


"Buka saja," titah Annisa. Kenzie, pun membukanya.


"Ini untukku? Tapi ... aku juga punya di rumah," ucap Kenzie, saat mengambil sebuah baju koko, sarung dan sejadah dari dalam paper bag.


"Anggap saja itu hadiah dariku, karena kesungguhan mu yang terus belajar." ucap Annisa, membuat Kenzie tersenyum senang.


"Terima kasih aku akan selalu memakainya." ucap Kenzie. "Annisa, apa kau mau pergi ke rumahku?" sambung Kenzie.


"Untuk apa?"


"Aku ingin memperkenalkanmu pada keluargaku, apa kau mau?" Annisa, bingung harus menjawab apa, di sisi lain Annisa, tidak berani dan percaya diri jika harus bertemu dengan keluarga Kenzie, yang jauh berbeda dengannya.


Annisa, tahu Kenzie, anak seorang pengusaha, semua orang tahu dan mengenal siapa itu Alvero Wallandou, pemilik perusahaan Wallandou grup yang merupakan perusahaan terbesar di ibu kota. Annisa, bukan malu lebih tepatnya ragu. Apa keluarga Kenzie, akan menyambutnya dengan senang hati. Karena yang Annisa, ketahui orang miskin sepertinya sulit bergaul dengan orang kaya seperti Kenzie.


"Aku harus meminta izin pada ibuku dulu," jawab Annisa, yang di angguki Kenzie.


"Baiklah, aku tunggu jawabannya besok."


"Iya, Kenzie, aku harus membantu ibuku di kantin, aku pergi dulu." Kata Annisa, yang menunduk dan berlalu pergi.


****


Annisa, jadi sering melamun memikirkan ucapan Kenzie, yang mengajaknya bermain ke rumahnya. Jujur, Annisa, takut jika harus berhubungan dengan orang kaya. Annisa, terus melamun sampai tak sadar ada pembeli yang sudah lama menunggu.


"Nak, ada apa kok melamun, ada pembeli saja kamu tak abaikan," tegur ibunya.


"Maaf Bu, Nisa, gak konsen."


"Kamu mikirin apa? Gak biasanya melamun," tanya Ibunya. Annisa, hanya menggeleng.


"Tidak ada yang Nisa, pikirkan kok Bu." Jawab Nisa, dengan senyuman. Tiba-tiba seorang gadis datang marah-marah dan membentaknya membuat Ibu Annisa, ketakutan juga terkejut.

__ADS_1


Brakk, gadis itu menggebrak meja di depannya, mengejutkan Annisa juga ibunya.


"Astagrfirullah, kalian ini gak punya sopan santun apa, main gebrak-gebrak aja." hardik Annisa.


"Loh cewek yang deketin Kenzie? Jadi karena loh, Kenzie, mutusin gue." umpat gadis itu yang bernama Nayla.


"Eh, cewek kampung jangan berharap kamu bisa deketin Kenzie, kamu itu hanya anak penjaga kantin, gak cocok sama Kenzie." hardik salah satu temannya.


"Yaiyalah, sampai ujung dunia pun gak akan cocok. Anak penjaga kantin sama anak konglomerat aduh ... jauh berbeda, bagaikan bumi dan langit. Aku, saranin kamu menjauh dari Kenzie, ngerti!" ancam Nayla.


"Tidak ada larangan untuk berteman dengan orang kaya atau pun orang miskin. Aku memang anak penjual di kantin, tapi aku lebih tahu sopan santun dari pada kalian, yang hanya bisa membanggakan harta orangtua kalian, dan yang kalian lakukan hanyalah mengejek dan menghina orang lemah."


"Oh iya, kalau Kenzie, meninggalkanmu jangan menyalahkan diriku, tapi intropeksi dirimu sendiri." tegas Annisa, membuat Nayla, marah dan ingin menamparnya namun ada seseorang yang menahan tangan Nayla.


"Kanza," ucap Nayla, yang ternyata Kanza, yang menahannya.


"Jadi begini perlakuanmu Nayla, jangan mentang-mentang kamu itu orang kaya bisa seenaknya menindas orang lemah. Aku, bersyukur karena Kenzie, memutuskan mu mungkin Kenzie, sudah tahu sifat burukmu. Aku, tidak sudi jika punya ipar sepertimu." hardik Kanza, dengan suara lantangnya.


"Kanza, kau membela gadis ini?" tunjuk Nayla, pada Nisa.


"Kenapa? Aku lebih baik membela Annisa, dari pada dirimu."


"Nisa, kamu tidak apa-apa?"


"Tidak, apa-apa Kanza, terima kasih karena sudah membelaku."


"Bukan masalah, gara-gara marah-marah aku jadi haus nih. Nisa, aku mau jus-Nya satu ya seperti biasa," ujar Kanza, yang duduk di depan Nisa.


"Baik, tunggu sebentar ya," ucap Nisa, yang melangkah pergi untuk membuatkan jus. Nisa dan Kanza, sudah saling mengenal dan sudah sangat dekat. Di kampus ini memang mayoritas mahasiswinya adalah orang berada, berkat beasiswa yang di dapat Nisa, bisa kuliah di kampus ini.


Nisa, juga sadar diri dan tak berharap akan berteman dengan para mahasiswa disini, tapi tidak dengan Kanza, yang sangat ramah dan baik pada Nissa, walaupun Kanza, dan Nissa, berbeda kazta.


"Nak," Nissa, terkejut karena seruan Ibunya.


"Iya, Bu?" sahut Nissa, yang sedang membuat jus.


"Ibu hanya ingin mengingatkan, jangan terlalu dekat dengan laki-laki itu,"


"Maksud Ibu Kenzie? Dia, anak baik kok, Bu. Kenzie, tidak seperti yang lain."


"Ibu tahu, dia anak baik, tapi ... kita harus sadar diri Nak, kita gak pantas dekat dengan mereka, derajat kita berbeda, mereka orang berada sedangkan kita, kita bukan siapa-siapa."

__ADS_1


"Tapi Kenzie, itu beda Bu,"


"Nak, mengertilah. Ibu bukannya melarangmu untuk berteman dengannya tapi ... lihatlah tadi, Ibu tidak ingin mereka menghinamu seperti tadi. Ibu, harap kamu memikirkan apa yang Ibu, ucapkan."


Nissa, terdiam mendengar nasehat ibunya, ucapan ibunya tidak ada yang salah, terkadang perbedaan kazta itu menjadi masalah dan pada akhirnya kaya dan miskin tidak bisa bersatu.


"Bu, Nisa mau antar, kan jus ini dulu pada Kanza," ucap Nissa, yang di angguki Ibunya.


...----------------...


Jangan lupa dukungannya ya๐Ÿ™๐Ÿค—


Sebelumnya thor mau jelaskan maaf, jika ada yang terganggu dengan promosi thor selama ini, tapi jika tidak suka tinggal lewati saja dan tak perlu di baca. Untuk di bawah ini jangan di skip ya mohon di baca ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.


Barakallahu fikum para Readers kesayanganku ๐Ÿฅฐ


Author Ingin menjelaskan sesuatu dalam rangka promosi yang selalu kami para Author lakukan. Semata-mata ingin saling membantu sesama author dan juga ingin mendapatkan pahala juga ๐Ÿฅฐ


Tahu nggak Gaees..


Didalam ajaran Islam, saling tolong menolong dalam kebaikan merupakan suatu perbuatan yang terpuji. Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertakwa dan gemar mengulurkan bantuan kepada sesama.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa"


(QS al-Maidah:2).


Di dalam sebuah hadits Nabi Muhammad ๏ทบ juga menganjurkan amalan tersebut.


Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œBarangsiapa berjalan untuk menolong saudaranya dan kemanfaatannya, maka baginya pahala orang-orang yang berjuang di jalan Allah.โ€


So, please, jangan marah ya ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ kalau kami sedang berpromo ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ


Mau surga nggak? ๐Ÿ˜‰


ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู


โ€œJanganlah engkau marah, maka bagimu surga.โ€ (HR. Thabrani)

__ADS_1


__ADS_2