Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Bicara dari hati ke hati


__ADS_3

"Kamu yang bernama Amber?"


"Iya, anda siapa?"


"Kamu cantik tapi sayang hatimu tak secantik wajahmu"


"Aku tidak mengerti apa maksudmu?" Shila hanya mengulum senyum


"Aku wanita yang baru saja kamu sebut pembunuh seorang ibu dari anaknya yang baru saja kamu panggil anak haram"


Amber terdiam


"Jadi Kanza sudah bicara padamu? Kenapa? Kamu kaget karena aku tahu semua masalalu mu? Dan kenyataannya Kanza memang bukan anak dari suamimu"


"Apa kesalahan Kanza padamu? Apa putriku pernah mengataimu anak haram? Saya rasa tidak, karena putriku tidak akan seperti itu. Aku tahu kamu dan Kanza bukanlah teman baik, tapi aku selalu mengingatkan putriku untuk selalu baik padamu pada siapapun."


"Amber, aku tahu kamu anak yang baik. Tidak mungkin kamu berkata seperti itu kalau tidak ada orang yang mempengaruhi mu. Aku tidak peduli siapapun dia, tapi aku menyayangkan dirimu yang seharusnya mendapat pengaruh baik tapi malah mendapat pengaruh buruk."


"Kanza, Kenzie dan Kenzo mereka saudara kembar, mereka lahir di hari yang sama dan waktu yang sama. Saya seorang ibu merasa terhina saat mendengar ketika ada yang bilang anak ku anak haram, kalau Kanza anak haram itu berarti Kenzie dan Kenzo juga anak haram?"


Amber terdiam,


"Kalau memang kenyataannya seperti itu, untuk apa kamu mengumbar keburukan orang lain? Hal yang sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, apa itu menguntungkan? Kalau memang iya apa keuntungan dari semua itu?"


"Nak," Amber terkejut saat Shila menyentuh tangannya.


"Aku yakin kamu anak baik, kamu cantik, dan hati mu juga lembut aku yakin itu. Ibumu pasti mengajarkan mu hal yang baik bukan! Aku tidak tahu apa masalahmu tapi aku yakin kamu anak yang kuat dan tegar."


"Kamu pasti tertekan karena hinaan dan ejekan dari teman - teman mu kan? Kalau saya boleh saran, jangan dengarkan apa kata orang, anggap saja angin lalu. Di dunia ini banyak anak yang terlahir tanpa seorang ayah, bahkan tak sedikit anak yang kamu sebutkan tadi, tapi mereka tetap menjalani hidup yang baik, tanpa menghina orang lain."


"Menurutku seorang anak tidak bisa di salahkan atas kesalahan orang tuanya, apa mereka yang harus di hukum? Kenapa? Mereka anak yang tak berdosa tapi harus menerima hukumannya. Amber kamu lahir tanpa seorang ayah itu bukan salah mu, tapi ayah mu yang tidak bisa bertanggung jawab."


"Ayahku meninggal saat aku dalam kandungan, ayah ku di bunuh oleh seseorang, dia adalah tanteku sendiri dan orang itu ada di depanku sekarang"


Shila terdiam, apa maksud ucapan Amber orang yang di depannya sekarang adalah pembunuh ayahnya, apa maksudnya dirinya.


"Siapa yang kamu maksud? Aku?"

__ADS_1


Amber hanya menatap Shila tajam.


"Siapa yang mengatakan itu? Atas dasar apa kamu menuduhku? Aku tidak pernah membunuh siapapun apalagi ayahmu"


"Tapi kenyataannya seperti itu"


"Baiklah, sekarang katakan siapa ayahmu yang telah aku bunuh"


"Vicky"


DEG!! Shila terhenyak, nama itu tidak asing baginya, Vicky laki -laki yang selalu mengganggunya, laki - laki yang paling ia benci. Mengingat Vicky Shila jadi teringat masalalu dimana saat dirinya melihat kematian Vicky di berita.


Vicky mati karena dibunuh di apartemennya. Dan Shila masih ingat sebelum kejadian itu dirinya sempat bertemu dengan Tissa di dokter kandungan. Walaupun tidak tahu apa tujuan Tissa datang ke dokter kandungan kalau bukan untuk kontrol atau mengecek kandungan namun Shila tak hiraukan itu.


Keesokan harinya Shila di kejutkan dengan berita yang menyatakan meninggalnya Vicky. Lebih terkejut lagi saat papanya Adithama memberitahukan bahwa ada polisi yang mencari keberadaan Tissa saat itu.


"Shila apa kamu tahu Vicky sudah meninggal?"


"Iya pah, baru saja aku lihat"


"Shila apa kamu tahu Tissa dimana?"


"Ada polisi yang datang ke rumah, mereka mencari Tissa. Katanya Tissa ada hubungannya dengan kematian Vicky."


Percakapan itu masih teringat di pikirannya. Dan saat itu Tissa menghilang entah kemana. Dan sekarang Amber datang mengungkit kembali masalalu yang telah usai, tapi anehnya kenapa jadi dirinya yang di salahkan. Dari mana Amber tahu? Apa tadi dia bilang tante, dia bilang Shila adalah tantenya yang telah membunuh ayahnya Vicky. Apa jangan - jangan Amber....


"Siapa yang telah mengatakan semua kebohongan itu? Siapa nama ibumu aku ingin tahu" tanya Shila yang menatap Amber


"Tissa Maharani, kau pasti mengenalnya karena dia adalah kakak tiri yang selalu kau hina, dan kau sakiti"


"Tissa, kau anak nya Tissa?"


"Yah, aku Grecila Amber Maharani. Apa tante terkejut? Aku adalah keponakan mu Amber anak dari kakak mu Tissa"


Jadi Tissa sudah kembali. Ini semua ulahnya, setelah sekian lama dia pergi dia kembali dengan rencana barunya, apa yang dia rencanakan? Dia memanipulasi keadaan dengan teganya Tissa membohongi anaknya padahal dia sendiri yang membunuh Vicky ayah dari anaknya sendiri.


Batin Shila

__ADS_1


"Aku senang aku bisa bertemu dengan mu Amber, setelah sekian lama ibumu pergi tanpa kabar, menghilang bagaikan di telan bumi. Sekarang kembali, aku senang kalian baik-baik saja, dan kamu tumbuh dengan baik. Tapi .... Sangat di sayangkan hatimu di sudah tertanam dendam dan kebencian"


"Aku kira setelah kejadian masalalu, ibumu sudah berubah menjadi lebih baik, tapi ternyata tidak dia masih saja menyimpan dendam."


"Kamu ingin tahu siapa pembunuh ayahmu? Aku yakin kamu akan sangat terkejut ketika tahu siapa pembunuh ayahmu sebenarnya. Yang jelas bukan saya" jelas Shila penuh penekanan.


"Aku harap kita bisa mengenal lebih dekat, datanglah ke rumahku sepertinya kita harus bicara dari hati ke hati. Dan satu lagi, katakan ini pada ibumu jangan berani bermain api jika tidak bisa memadamkannya."


Amber terdiam


"Salamkan salam ku pada ibumu, saya pergi dulu" ucap Shila demikian lalu pergi meninggalkan Amber yang termenung.


Shila berbicara begitu lembut, namun kata - katanya sangat menyayat hati.


Sentuhan nya begitu hangat apa mungkin dia seorang pembunuh?, batin Amber seraya menatap telapak tangannya yang baru saja Shila sentuh.


****


Di rumah sakit Kanza sudah menjalani tes DNA dan sekarang sedang menunggu hasilnya, tubuhnya gemetar juga tegang. Di lihatnya Indra berjalan ke arahnya sambil membawa sebuah map di tangan kanan nya. Isi Map itu pasti hasil tes DNA nya, Kanza berharap hasilnya cocok dan tak seperti apa yang Amber pikirkan.


Indra membuka Map itu di ambilnya selembar kertas, lalu di berikan kepada Kanza. "99% cocok" ucapnya demikian.


"Itu bukti bahwa kamu dan papi mu benar - benar ada hubungan darah, kamu adalah anak kandung papi mu di situ sudah jelas tertulis 99% cocok."


"Jadi benar aku anak papi" ucap Kanza tersenyum riang


"Sekarang kamu tidak meragukan papi lagi kan!"


"Maaf papi" Kanza memeluk Vero begitupun Vero memeluk putrinya erat.


"Nah gini dong, enakan di lihatnya jangan ada konflik terus" cibir Indra sambil terkekeh.


"Aku akan bawa hasil tes DNA ini, akan aku tunjukan pada si ember itu"


"Ember?" Vero dan Indra heran


"Itu papi si ember maksudku Amber anak baru yang selalu mengejekku, dia yang bilang aku anak haram itu. Sekarang dia tidak bisa lagi menghinaku."

__ADS_1


"Amber siapa dia? Aku harus cari tahu berani - berani nya menghina anak ku." batin Vero


__ADS_2