Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Maukah kau menjadi temanku?


__ADS_3

Elang berlari ke arah Jolie begitu juga dengan anak-anak bola tadi.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Elang yang menyentuh kaki Jolie.


"Ah ... sakit! Aduh ... " ringis Jolie sambil memegangi kakinya.


"Orang itu kabur Om." ujar salah seorang Anak bola yang melihat pemotor yang menyerempet Jolie tadi.


"Lagian kamu mau kemana sih! Aku bilang tunggu." hardik Elang


"Aku mau menghampirimu abisnya kamu lama sekali, kamu pikir aku gak bosan." Sanggah Jolie


"Om, ini siapa?" tanya Anak bola lagi


"Istriku." jawab Elang cepat.


"Oh ... istri Om, cantik ya!" ujar salah seorang Anak tadi.


"Apa kalian tidak mengenalku? Aku penyanyi aku sering muncul di TV." ucap Jolie


"Aku tidak pernah nonton TV" ucap si anak tadi membuat Jolie merengut.


"Kamu tidak di kenal disini." ujar Elang membuat Jolie kesal. "Ayo kita pulang" ujar Elang yang membantu Jolie berdiri.


Ah ... ah ... ah ...


"Aku tidak bisa berdiri kaki ku sakit, kayanya aku terkirir deh." ucap Jolie sambil meringis. Terpaksa Elang harus menggendong Jolie sampai rumah.


"Om, pergi dulu ya anak-anak, hati-hati kalian menyebrang."


"Iya Om. Om juga hati-hati ya, tante cepat sembuh ya." ujar Anak-anak itu yang melambaikan tangannya.


****


AH ... ah ... ah ... jerit Jolie saat kakinya di urut, rasanya begitu sakit, linu sekali Jolie sampai gak sadar mencengkram tangan Elang.

__ADS_1


"Tahan ya Neng, ini akan sakit tapi nanti kaki Neng sembuh." ucap si ibu tukang urut.


"Udah jangan cengeng." ejek Elang namun membuat Jolie kesal.


"Cengeng, coba kamu rasakan ah ... ah ... pelan-pelan dong Bu," ringis Jolie lagi. Nyonya Endra yang melihat itu jadi linu sendiri.


Akhirnya urut mengurut pun selesai, kaki Jolie sudah tidak nyeri lagi, bila kaki keseleo memang paling cepat sembuh itu di urut, walaupun awalnya sakit tapi akan cepat sembuh. Nyonya Endra mengantar si tukang urut sampai teras. Sedangkan Elang mengobati luka Jolie yang terdapat pada lututnya karena jatuh tadi. Dengan pelan Elang mengobati luka itu dengan betadine lalu di tutupnya dengan plester.


"Jangan bergerak dulu, aku akan mengambilkan mu minum tunggu sebentar." ucap Elang yang bangun dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.


"Terima kasih." ucap Jolie membuat langkah Elang terhenti. Baru kali ini Jolie berkata lembut padanya, biasanya selalu ngegas. Apa harus tertabrak dulu baru dapat ilham.


Elang berjalan keluar untuk mengambil air minum. Jolie termenung dia memikirkan siapa tadi yang sengaja ingin menabraknya. Jolie kembali teringat pada penggemar gilanya Jolie kembali merasa takut, apa jangan-jangan penggemar gila itu ada di sekitar sini. Jolie benar-benar sangat takut, dia masih teringat bagaimana saat penggemar gila itu ingin mencelakakan-Nya.


TING ... satu notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya. Jolie membuka pesannya.


Tidak ada yang bisa memilikimu, selain aku, kamu sudah membuatku marah karena menikah dengan laki-laki itu.


Ucap pesan yang dia baca, membuat Jolie gemetar dan ketakutan. Namun Jolie tidak bisa diam, dia tidak mau kalah Jolie membalas pesan itu.


Balas Jolie cepat.


TING!! Si penggemar gila itu kembali membalas dia mengirimkan sebuah vidio, saat Jolie membuka vidio itu hoek ... hoek ... Jolie merasa mual, dia turun dari ranjangnya, namun karena kakinya masih sakit tubuh Jolie pun terjatuh membuatnya tersungkur ke lantai. Jolie merasa mual saat melihat vidio itu yang dimana vidio itu memperlihatkan seseorang yang terbunuh tubuhnya di potong-potong sampai darah segarnya keluar seperti air mancur, membuat Jolie mual melihat darah itu apalagi setelah membaca pesannya 'Kamu akan bernasib sama dengan orang di vidio ini'.


Hoek ... hoek ... hoek ... Jolie semakin mual, kepalanya terasa pusing, di tambah lagi dengan nyeri pada luka di lututnya, sepersekian detik Jolie pun kehilangan kesadaran-Nya.


Elang datang membawa segelas air minum, awalnya Elang biasa saja namun saat melihat Jolie tergeletak di lantai Elang langsung terhenyak. "Jolie." ucap Elang terkejut.


Elang menaruh gelas itu terlebih dulu di atas nakas, lalu mencoba membangunkan Jolie yang tergeletak di atas lantai. "Jolie, Jolie bangun. Kenapa dia bisa ada di bawah." ucap Elang heran lalu menggendong tubuh Jolie menidurkannya di atas ranjang.


"Ada apa dengannya, kenapa bisa ada di bawah." tanya Elang yang terheran-heran. Lalu mata Elang tertuju pada ponsel Jolie yang tergeletak di lantai. Elang mengambilnya, namun tak sengaja Elang melihat vidio yang baru saja Jolie lihat dan membuatnya pingsan.


Elang membaca pesan itu dia merasa geram, siapa yang berani mengancam istrinya. Apa ini yang membuat Jolie ketakutan sedari tadi Elang masih ingat saat Jolie membaca pesannya saat sarapan tadi, Jolie terlihat sangat ketakutan ternyata ini yang membuatnya takut.


Elang mencoba menghubungi nomor yang mengirim pesan tadi pada istrinya namun tidak ada jawaban. Elang memang tidak akur dengan Jolie namun bukan berarti dia tidak peduli, bagaimana pun juga Jolie adalah istrinya yang harus ia lindungi.

__ADS_1


"Siapa yang berani mengancam istriku, tidak akan ku beri ampun." ucap Elang dengan tangan mengepal.


"Halo, saya butuh bantuan mu." ucap Elang pada sambungan telepon. Setelah berbicara panjang lebar entah bicara dengan siapa Elang pun mengakhiri pembicaraan nya.


Elang kembali menghampiri Jolie yang belum tak sadarkan diri. Elang duduk di sisi ranjang, sambil memberikan minyak kayu putih pada hidung Jolie berharap Jolie segera bangun dan benar saja Jolie pun tersadar.


"Kenapa kamu bisa ada di bawah?" tanya Elang saat Jolie sudah tersadar.


"Aku tadi merasa pusing, tiba-tiba saja penglihatanku kabur ."


"Apa cuma karena itu? Tidak ada hal lain?"


"Tidak" Jolie tidak berterus terang, namun Elang tahu apa yang di pikirkan Jolie, sekarang Jolie sedang ketakutan.


"Jangan khawatir, aku akan menemukan orang itu." ucap Elang membuat Jolie bingung.


"Aku tahu, apa yang membuatmu ketakutan." lanjut Elang membuat Jolie terdiam.


"Sekarang minum obat nya." titah Elang, yang memberikan Jolie satu tablet obat, Jolie pun minum obat itu.


"Istirahatlah, jangan pikirkan apa pun." ucap Elang yang membantu menidurkan Jolie, lalu menyelimutinya. Melihat perlakuan Elang yang lembut membuat hati Jolie bergetar dan luluh.


"Terima kasih." ucap Jolie


"Sudah jangan berterima kasih terus." bantah Elang.


"Maaf, aku selalu membantahmu, tapi kamu tetap peduli padaku, mulai sekarang kita berteman." ucap Jolie yang menunjukan jari kelingking nya


"Maukah kau menjadi temanku." ucap Jolie lagi. Elang menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Jolie.


"Teman." ucap Elang kemudian. Jolie pun tersenyum lalu tertidur.


...****************...


Jangan lupa like dan Vote nya ya ,🤗

__ADS_1


__ADS_2