
Sehari sebelum nya
Mengulang kejadian di jalan layang MBZ Sheikh Mohammed bin Zayed.
Yang dimana saat mobil yang di tumpangi sekelompok anggota mafia mengejar mobil yang di tumpangi Akihiro dan Anna , sampai terjadi penembakan .
Cittttt....
Brmmm...
Brakk...
Sebuah hantaman besar terasa , sebuah mobil sengaja menabrak mobil yang mereka tumpangi , membuat mobil mereka berputar di tengah jalanan yang begitu sepi .
Ahhh...
Jeritan Anna , kembali terdengar , kini keadaan mulai menegang . Dengan sekuat tenaga Akihiro mencoba untuk menyeimbangkan mobil agar tidak terbalik , tangan nya terus memutar stir mencoba membanting stir nya ke kanan dan ke kiri , namun karena mobil nya di tabrak dengan kencang membuat Akihiro sulit mengendalikan nya .
Ciittttt....
Brmmmm..
Dorrrr..Dorrr...
Brmmm...
Brakkk..
Suara dentuman kembali terdengar , sebuah mobil di belakang nya meledak , dari arah berlawanan terlihat beberapa mobil polisi melaju ke arah nya , dan memberikan tembakan pada mobil musuh sampai membuat mobil itu meledak .
Sekilas Anna dan Akihiro menoleh ke arah belakang entah mereka harus bahagia atau tidak , polisi sudah datang dan musuh pun sudah musnah , mereka tidak akan mungkin selamat karena mobil mereka meledak .
Semua orang menyangka bahwa semua orang yang berada dalam mobil tersebut pasti akan mati , para polisi , Joy dan yang lain nya melupakan sejenak mobil itu dan mereka langsung menuju ke arah mobil Akihiro dan Anna .
Karena sibuk memperhatikan keselamatan Akihiro dan Anna , mereka tidak menyadari bahwa di dalam mobil yang terbakar itu ada satu manusia yang selamat , dia keluar dari dalam mobil saat mobil itu di hantam polisi , dengan langkah berjinjit pria itu meloncat dari atas ketinggian 8 meter .
Syuttt...
Bugh...
Brmmm...Brmmmm..
Mendarat dengan sempurna , tubuh pria itu jatuh tepat pada sebuah motor sport yang di lajukan seseorang . Setelah pria itu duduk sempurna di atas motor milik nya , pria itu langsung melajukan motor nya dengan cepat dan berlalu pergi.
****
Setelah dua hari berbaring di atas tempat tidur pria itu kembali membuka mata .
Ahh..
__ADS_1
Terdengar ringisan dari ujung bibir nya , kejadian itu meninggalkan beberapa bekas luka bakar di tubuh nya . Pria itu mencoba untuk bangun dan duduk bersandar pada headboard dengan perlahan .
Kau sudah sadar
Seru seorang pria , yang tengah duduk di sofa sembari menikmati segelas wine di tangan nya .
Bos ,
Ucap seorang pria yang baru saja sadar .
Pria itu menyimpan segelas wine di atas meja yang berada di samping nya , tangan nya mengokang sebuah senjata api yang di ambil nya dari atas meja
Kletak ..
Kletak ..
Kletak..
Dalam waktu singkat pistol itu di arahkan pada seorang pria yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur . Membuat pria itu ketakutan , apakah Bos nya akan membunuh nya .
"Dua hari kau tertidur , aku sudah berniat untuk mengakhiri hidup mu kalau sampai hari ini kau tidak bangun ." ucap Bos nya
"Namun kau terlanjur bangun, hari ini kau selamat Aris ." lanjut nya .
Saat mobil nya di tembak polisi Aris langsung melompat keluar dari dalam mobil saat mobil mulai berputar dan hilang keseimbangan .
Bommm ..
Dan terjadilah ledakan dahsyat di sertai api yang membeludak membakar mobil itu sampai hangus . Sebelum nya Aris telah menghubungi seorang teman nya untuk siap menunggu nya di bawah jembatan layang dan rencana nya berhasil Aris lolos dan selamat .
"Maafkan aku Bos , aku gagal mendapatkan anak itu , tapi aku janji akan membalas nya ."
"Jangan berjanji jika kamu tidak bisa menepati nya ." ucap Bos nya .
"Kapan Bos datang kemari ?" tanya Aris
yang heran melihat kehadiran Bos nya yang berada di indonesia saat ini yang tak lain adalah Pablo .
"Apa aku harus memberitahu mu dulu ? sejak kapan kau mengatur ku ? Aku ingin melihat dengan mata kepala ku sendiri siapa bocah yang berani menantang ku . Dan aku sendiri lah yang akan mengakhiri hidup nya "
Tok..tok..tok..
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar , Pablo mempersilahkan orang itu masuk . Seorang pria bertubuh tegak masuk ke dalam kamar , pria itu menghampiri Pablo yang sudah duduk di atas sofa.
Pria itu membisikan sesuatu ke telinga Pablo membuat nya tersenyum smirk .Lalu memberikan sebuah amplop coklat dan membuka nya .Ada beberapa lembaran foto yang keluar dari amplop itu , pria itu pun menjelaskan satu persatu gambar siapa yang ada pada foto itu .
__ADS_1
Pertama dia melempar foto yang memperlihatkan wajah seorang pria muda yang tak lain adalah Joy
"Dia yang bernama Joy Aderald , seorang peretas yang di rekrut kepolisian untuk menangkap anda Bos ." Pablo tersenyum devil mendengar ucapan bawahan nya .
"Berani nya dia mengusik hidup ku , belum tahu siapa aku ." lirih Pablo seraya melempar foto Joy ke depan meja di depan nya.
Pria itu kembali melempar foto yang kedua yang tak lain adalah foto Akihiro .
"Dia musuh mu , bocah tengil yang menghadang mobil penyelundupan mu 7 tahun lalu dia sudah dewasa sekarang , dan ini wanita yang menyelamatkan nya saat itu ." ucap pria itu yang melempar foto Joanna .
Pablo mengambil kedua foto itu dan di tatap nya ."Ternyata wanita ini pahlawan nya ! hebat ..sungguh hebat , dia menyelamatkan nyawa pemuda ini , walau pun tidak saling mengenal ."
"Anda salah , mereka saling mengenal wanita ini seperti nya kekasih dari Akihiro , dan wanita ini juga adik dari pria yang baru saja mengusik hidup mu ."
"Jadi mereka saling mengenal satu sama lain ? lalu saling menyelamatkan satu sama lain , luar biasa ." Pablo tersenyum devil
"Padahal mereka semua masih bocah , kalian tidak bisa mengalahkan mereka ? Shitt.. ini adalah penghinaan bagi ku , seorang Pablo Escobar di kalahkan tiga anak muda hah.."
Prangg..
Dengan emosi Pablo melempar gelas wine nya , menghasilkan beberapa pecahan beling , dan wine yang tumpah pun membasahi karpet di area kamar menyisakan noda merah .
"Bos , jangan marah dulu , kita pasti punya cara untuk mendapatkan mereka , kita akan membuat mereka datang sendiri pada mu ." ucap Aris .
"Apa kau baru saja memberikan ku ide ? Lihat diri mu kau bahkan tidak bedaya saat ini Aris , dan ketidak berdayaan mu ini karena ulah mereka semua ." ucap Pablo dengan wajah serius sembari menunjuk ke arah Aris .
Aris tidak ingin di pandang lemah oleh bos nya , dia pun turun dari tempat tidur menghampiri Pablo dengan langkah tertatih - tatih .
"Kali ini percayalah pada ku ." Aris menatap Pablo dengan serius begitu pun Pablo .
"Mungkin dua pemuda itu sulit untuk di kalahkan , mereka sama - sama kuat , namun aku tahu cara nya agar mereka datang sendiri tanpa harus di minta , jika kita tidak bisa mendapatkan mereka berdua , namun kita bisa membuat mereka datang pada kita ." Aris tersenyum smirk..
"Ambilkan beberapa foto yang pernah aku minta sebelum nya ." titah Aris pada pria di samping nya .
Pria itu pergi untuk mengambil apa yang Aris pinta , tak lama kemudian pria itu kembali membawa beberapa lembar foto di tangan nya , lalu ia berikan pada Aris .
Fushh..
__ADS_1
Aris melempar foto itu pada atas meja di hadapan Pablo , Pablo melihat foto - foto itu penuh tanda tanya lalu Aris menjelaskan .
"Bukan dengan tembak menembak , melainkan dengan cara lain , mereka ini yang akan mendatangkan pemuda itu datang pada kita ." ucap Aris yang tersenyum smirk .