Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Vanella


__ADS_3

Jolie tidak mengerti apa yang di lakukan Christ, dia menampung darah yang menetes di jari telunjuknya kedalam mangkuk kecil, namun ada yang lebih aneh dan buat Jolie terkejut. Christ menggores tangannya sendiri dan menyatukan darahnya dengan darah Jolie tadi.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jolie


"Aku akan menyatukan darah kita, agar kita tetap bersama dan kamu kembali padaku Vanella."


Deg!! Apa maksud Christ memanggil Jolie dengan nama berbeda.


"Vanella siapa Vanella?"


"Kau adalah Vanella ku, kau istriku kita berjanji akan hidup bersama selamanya ... tapi kau mengkhianatiku, kau menikah dengan laki-laki itu, kau hancurkan hatiku ...." Christ melantur, tatapannya kadang sedih, kadang tajam. Dia menganggap Jolie adalah istrinya.


"Tapi sekarang ... aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku, tidak ada yang bisa memilikimu."


"Kau salah orang aku bukan istrimu nama kita saja berbeda, begini ... kau lepaskan aku, aku akan membantu mu bertemu dengan istrimu, aku janji."


Srekk ...


Ahh ... Jolie menjerit, dan langsung menunduk saat Christ mengasah pisau di depan matanya.


Christ adalah laki-laki baik, penyayang, dan setia. Namun christ berubah menjadi psikopat, mental nya terganggu karena depresi. Istrinya yang dia cintai mengkhianatinya dia menikah dengan pria lain dan meninggalkannya.


Jolie mempunyai kemiripan dengan Vanella, dia seorang model, juga penyanyi. Jolie pernah membawakan sebuah lagu, yang ternyata pernah di nyanyikan oleh istrinya dari situlah semuanya di mulai. Mata Christ menjadi buta dan hatinya menjadi gelap semenjak itu Christ melihat Jolie sebagai Vanella. Rasa sakit yang di berikan Vanella membuat dirinya dendam namun rasa cintanya pada Vanella membuatnya ingin selalu memiliki Jolie, dan tidak rela berpisah dengannya.


"Kamu mengkhianatiku." teriak Christ histeris


"Kamu menikah dengan pria itu dan meninggalkanku, cincin ini ... cincin ini harus ku hancurkan." teriak Christ yang melihat cincin di jari manis Jolie.


"Tidak ... tidak ... aku bukan istrimu aku bukan istrimu sadarlah."


"Ya ... kau bukan istriku lagi." ucap Christ dengan nada sedih. "Karena kau telah menikah dengan laki-laki itu." teriak Christ dengan sorot mata tajamnya.


"Ya tuhan apa yang harus aku lakukan, dia benar-benar sudah gila, dia mau memotong jariku." batin Jolie dengan tubuh gemetar, peluh keringat sudah bercucuran, Jolie mencoba melepas ikatan di kakinya saat Christ sedang lengah.


"Aku butuh darah lagi, aku akan mengabadikan darah kita berdua." Christ mulai mengarahkan senjatanya pada Jolie dengan senyum menyeringai.


Brakk ... akhirnya Jolie bisa melepas ikatannya, saat senjata itu melayang ke arahnya, Jolie langsung melempar tubuhnya ke sisi kanan hingga senjata itu menancap pada bangku yang ia duduki.


"Vanella." teriak Christ Jolie berlari dengan langkah yang tertatih-tatih. Tenaganya sangat lemah, denyutan di jari kelingkingnya semakin terasa.


"Vanella kau tidak bisa pergi dariku." teriak Christ yang mengambil samurai tajam, lalu mengejar langkah Jolie.

__ADS_1


"Hiks ... hiks ... ya tuhan ... aku tidak mau mati tolong bantu aku keluar dari sini." Jolie mencoba membuka pintu yang terkunci namun nihil, pintu itu susah untuk di buka.


Bugh ... bola mata Jolie membulat sempurna, ketika melihat ujung samurai yang menancap pada daun pintu tepat di samping bahunya. Jantungnya semakin dag dig dug, tubuhnya semakin gemetar.


Srekk ...


Ahh ... Jolie meringis ketika samurai itu di tarik oleh Christ dan menggores sisi bahunya, darah segar pun mengalir. Christ sudah gila, Jolie sangat lemah, Jolie merobek ujung gaunnya ia ikatkan pada bahu kirinya untuk menghentikan darah yang keluar, kalau kehabisan darah dia akan mati.


Wajah Jolie mulai pucat, sudah tidak ada lagi tenaga, penglihatannya mulai kabur, Jolie berbalik dia menatap Christ yang tersenyum devil sambil membawa mangkuk berisi darah.


"Aku mohon ... hentikan, aku mohon ..." ucap Jolie sebelum pandangannya mulai gelap dan terjatuh pingsan.


"Sayang ada apa denganmu," Lagi -lagi Christ menangisi Jolie, seolah khawatir dan cemas melihat Jolie terkapar di bawah lantai Christ mendekat dia menangis histeris.


"Vanella ada apa denganmu."


"Kau tidur sayang ... darah ini aku belum menyatukannya, aku butuh satu ginjal mu kita akan menyatukan ginjal kita." ucap Christ yang kini tertawa.


Dengan pelan Christ menggores perut Jolie, membuat gaunnya sedikit memerah karena darah. Christ akan kembali menusukan pisaunya untuk mengambil ginjalnya, namun


Dor ... dor ... dor ...


Tiga tembakan mengenai punggungnya, Christ berbalik dan melihat Joy, Elang dan beberapa anggota kepolisian menyerang. Elang melihat Jolie yang sudah terkapar, Elang langsung berlari menghampiri Jolie, sedangkan Joy dia terlihat marah karena Christ membuat Jolie terluka.


Joy mulai mengokang senjatanya dia sudah siap membidikkan senjata itu ke arah Christ.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Sharoon


"Penjara tidak pantas untuknya." jawab Joy penuh amarah.


"Joy."


Dorr ...


Satu tembakan mengenai dada Christ sampai akhirnya Christ terjungkal.


"Ini yang pantas untuknya." ucap Joy setelah membidik Christ. Sharoon terkejut melihat Joy yang tanpa manusiawi menembak Christ.


"Tenang saja dia tidak mati, kamu pikir aku bodoh kalau dia mati sama saja aku jadi pembunuh dan kau akan memasukanku ke penjara." ujar Joy lalu menyuruh beberapa anggota polisi untuk membawa Christ.


"Seharusnya aku merekrutmu Joy." ucap Sharoon yang tersenyum, Sharoon terkagum-kagum, menatap Joy. Sepertinya Sharoon benar-benar mengagumi Joy.

__ADS_1


"Dia sangat berbeda dengan pria lain." batin Sharoon.


"Jolie ... Jolie bangun." Elang begitu panik


"Elang bagaimana keadaan Jolie?" tanya Joy


"Kita harus segera membawa Jolie, dia terluka dia kehilangan banyak darah." jawab Elang yang langsung menggendong Jolie. Keluar dari tempat itu.


"Aku akan ke rumah sakit, kalian bawa saja orang itu ke kantor polisi Makasih atas bantuanmu." ujar Joy pada Sharoon


"Hati-hati." ucap Sharoon , Joy pun berlalu pergi.


****


Stella mondar-mandir tak jelas di dalam ruangan Joy, Stella mencemaskan Jolie juga suaminya.


"Bagaimana, apa Jolie selamat? Aku harus memberitahu Anna tapi ... dia sedang bulan madu."


"Ah ... aku hubungi Joy saja." ucap Stella.


****


Joy dan Elang langsung membawa Jolie menuju rumah sakit, Joy sudah menghubungi Indra untuk segera menyiapkan ruangan operasi karena Jolie butuh penanganan itu.


Joy mengambil alih kemudi sedangkan Elang berada di belakang dia terlihat khawatir melihat Jolie, bahkan sampai air matanya menetes.


"Joy cepat, lebih cepat lagi apa kau tidak bisa?"


"Aku sudah cepat."


"Lebih cepat lagi." teriak Elang dengan membentak membuat Joy langsung tancap gas sampai tak mendengar telepon masuk dari Stella.


"Kenapa Joy tidak mengangkat teleponnya, ya tuhan ... semoga Joy baik-baik saja." batin Stella yang khawatir.


Joy dan Elang sudah sampai di rumah sakit, Indra sudah menunggu di depan pintu Elang langsung menggendong Jolie tidak peduli darah yang mengotori bajunya.


"Dokter tolong istri saya selamatkan dia, dia kekurangan banyak darah dokter." ujar Elang panik yang menidurkan Jolie pada brankar.


"Apa yang terjadi?." tanya Indra


Mereka mendorong brankar itu ke ruang operasi. Elang terlihat cemas dia tidak bisa diam, Elang terlihat gelisah.

__ADS_1


****


Dukung othor terus ya dengan like dan Vote 🙏☺


__ADS_2