Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Ambang kematian


__ADS_3

Kabar tentang penembakan pun sudah terdengar di telinga masyarakat , Shila yang mengetahui kabar itu dari berita terkejut sangat terkejut.


Sejenak Shila tertegun memikirkan nasib para korban yang tak bersalah , namun seketika bola mata nya terbelalak , remote TV yang di pegang nya pun terjatuh begitu saja ke bawah lantai , jantung nya berdegup begitu kencang tak karuan , kekhawatiran dan kegelisahan yang Shila rasakan saat ini .


Shila teringat ucapan putri nya Anna tadi pagi , sebelum pergi Anna sempat berpamitan pada nya dengan raut wajah yang begitu bahagia.


"Sayang , sarapan dulu ." titah Shila pada Anna , dengan lembut Anna menolak seraya mengecup pipi sang mami


"Aku sudah terlambat mami , aku ada meeting , nanti saja aku sarapan di hotel"


"Memang nya kamu mau kemana ?"


"Hotel bintang 5 mami , maaf mami aku buru - buru , i love you mami aku sangat mencintai mu ." Anna berlalu pergi setelah mengecup kembali pipi sang mami .


Tubuh Shila mendadak lemas , kepala nya terasa berdenyut , membuat tatapan nya sedikit kabur , saat teringat putri nya Anna berada di tempat itu , di tempat kejadian penembakan itu Shila jadi khawatir .


Apakah Anna selamat ? Apakah putri ku baik - baik saja .


Itu yang di pikirkan nya saat ini .


Non, Non Shila..


Bi Inem terkejut melihat tubuh Shila yang sudah lemas di atas sofa , karena khawatir Bi Inem pun menghampiri Shila sambil berlari dari arah dapur .


"Non , Non Shila baik - baik saja ? "


Bi Inem bertanya seraya membenahkan tubuh Shila agar duduk bersandar di atas sofa .


Astaga..


Bi Inem terkejut ketika melihat kekacauan di hotel bintang 5 pada layar berita televisi .


Bi.. Anna.. Bi ..


Lirih Shila , terlihat wajah Shila yang begitu mencemaskan putri nya Anna , Bi Inem berlari ke arah dapur untuk mengambil segelas air minum , lalu di berikan nya pada Shila .


Minum dulu Non ,


Shila meminum air yang di berikan Bi Inem , setelah itu Bi Inem menaruh gelas di atas meja


Ponsel .. ponsel ku ,


Ini Non ponsel nya , ucap Bi Inem yang memberikan ponsel Shila yang sudah di ambil nya di atas meja .


"Aku harus hubungi Anna ." dengan cepat Shila mencari nama Anna di ponsel nya , langsung menghubungi nya . Namun panggilan itu tidak ada jawaban membuat Shila semakin cemas dan khawatir .


"Bi , bagaimana Anna dia baik - baik saja kan Bi ? Anna ada di sana di tempat penembakan itu ."


"Non , yang tenang ya Non.. Non Anna pasti baik - baik saja ." Bi Inem memeluk Shila mencoba menenangkannya.


"Aku tidak bisa tenang Bi , aku harus hubungi Mas Vero ."


Tut..tut..tut..


Lagi - lagi telepon tidak di angkat , karena Vero pun sedang melakukan meeting bersama klien nya saat ini .


Suami ku ..angkat telepon nya


Shila terus mencoba menghubungi Vero namun tetap tidak ada jawaban. Shila semakin khawatir dan cemas siapa lagi yang harus di hubungi nya ?


Joy ..


Shila teringat Joy dan langsung menghubungi nya .

__ADS_1


" Halo mami ." akhir nya telepon pun tersambung terdengar suara Joy menyahut di ujung sana .


"Joy , Anna .." ucap Shila dengan bibir gemetar .


Bisa di bayangkan bagaimana panik nya seorang ibu saat tahu anak nya dalam bahaya , naluri seorang ibu sangatlah kuat , di saat anak nya dalam bahaya akan ada rasa yang tak bisa di jabarkan seperti saat ini .


"Mami .. Mami baik - baik saja ?" Joy menyahut dari ujung sana , karena tidak mendengar suara Shila selama beberapa menit .


"Joy , Mami khawatir pada Anna , Anna dalam bahaya , selamatkan lah kakak mu Joy."


"Mami tenang dulu, bicara dengan pelan ? Ada apa dengan Anna ?"


"Terjadi penembakan di hotel bintang lima, dan Anna berada di sana tolong Joy .. pergi lah ke sana , lihatlah keadaan kakak mu , Mami mohon ."


"Iya Mami aku akan menyusul kak Anna , tapi Mami harus tenang ya ! Jangan panik , semua akan baik - baik saja , aku tutup dulu telepon nya ."


Tut..


Sambungan telepon pun terputus .


Ya ..tuhan lindungilah putri ku , ucap Shila lemas , tatapan nya begitu kosong entah apa yang harus dia lakukan.


****


Setelah mendapat telepon dari sang Mami, Joy bergegas pergi menutup laptop nya , meninggalkan pekerjaan nya , tanpa menunggu lama Joy langsung mengambil kunci mobil nya dan melangkah pergi keluar .


Joy sempat bertemu Stella , depan meja kerja nya , Stella yang melihat Joy terburu - buru pun bertanya " Joy kau mau kemana ? "


"Aku harus pergi ini darurat , aku titip kantor pada mu ." ucap Joy yang berlalu pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Stella .


"Titip kantor ? memang nya aku security . Tapi hal darurat apa ? sehingga Joy begitu terburu - buru." Stella bergumam .


Joy melajukan mobil nya dengan cepat , tangan kanan nya terus memutar bundaran stir yang ada di hadapan nya , tangan kiri nya sibuk menari - nari pada layar ponsel nya mencoba untuk menghubungi Anna namun hasil nya 'No' tidak ada jawaban .


Kenapa tiba - tiba ada penembakan ? , batin nya.


Tiba - tiba ponsel nya berdering menandakan ada panggilan , dengan segera Joy langsung mengangkat panggilan itu .


Halo


Joy , apa kau tahu ? hotel bintang 5 di serang ? " seru seseorang dari ujung sana .


"Ya , aku baru mengetahui nya , sekarang aku sedang menuju ke sana karena kakak ku ada di sana ."


"Tunggu dulu , apa kakak mu seorang perempuan ?"


"Ya ."


"Ini sedikit aneh , seperti nya hotel bintang 5 bukan lah sasaran nya , kami melihat dari CCTV , mereka menyerang seseorang yang kebetulan ada di hotel , seorang wanita dan pria, setelah orang itu pergi menaiki mobil meninggalkan hotel, sebuah mobil mengejar mereka dari arah belakang ."


"Kami dapat laporan , bahwa seorang pria dan wanita sedang di kejar oleh teror-is itu . Nama nya Akihiro dan Anna mereka berdua adalah klien bisnis yang akan melakukan meeting di hotel tersebut ."


"Dia kakak ku Anna , dimana mereka berada sekarang ? "


"Kami melihat beberapa kekacauan di jalan layang MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed mereka pasti berada di sana , kami akan melewati jalanan yang mereka lewati ."



"Baik , aku segera meluncur kita akan bertemu di sana ."


"Baik ."


Tut... sambungan telepon pun di tutup .

__ADS_1


Aku harus segera mengejar Anna ,


Joy menambah kecepatan menjadi 80km/ jam .Entah kenapa Joy merasa ini semua ada kaitan nya dengan Pablo , orang yang selama ini dia cari . Berhubungan dengan masalah akhir - akhir ini , seseorang yang menyerang nya tanpa sebab , dan itu adalah Pablo si gembong narkoba . Mengingat bahwa Pablo bukan lah orang sembarangan , dan ucapan polisi yang tidak bisa menjamin keluarga nya bisa saja pablo mencari tahu keluarga nya untuk melemahkan Joy .


"Apa ini ulah Pablo ? Tidak, Anna tidak boleh terlibat dalam masalah ku , secepat itu kah Pablo menemukan keluarga ku ."


Ah..Shitt..


Joy mengumpat seraya memukul bundaran stir berkali - kali .


****


Akihiro masih mencoba menyeimbangkan mobil nya agar tidak terbalik , dan Anna terus berteriak ketakutan sambil memeluk Akihiro .


Dorrrr.. Dorrr...Dorrrr..


Dentuman kembali terdengar , kini satu ban lagi yang tertembak membuat mobil nya semakin oleng ,


Cittttt...


Ah..Shitt ..


"Bisa kah kau lepaskan tangan mu dari tubuh ku , aku tidak bisa mengendalikan mobil nya ."


"Tidak ,aku takut ." Anna tidak ingin melepaskan pelukan nya dan tetap memeluk Akihiro erat .


"Kalau seperti ini mobil kita bisa berbalik ."


Sontak Anna langsung melepaskan pelukan nya , dengan tubuh gemetar , air mata berderai , dan rasa takut yang menyelimuti diri nya .


"Kau jangan khawatir , kita akan selamat ." Akihiro seolah tahu apa yang di rasakan Anna . Akihiro melihat ketakutan yang amat dalam dari raut wajah Anna , Akihiro mencoba menenangkan nya dengan menyakinkan Anna bahwa mereka akan selamat , walau pun sebenar nya Akihiro tidak tahu apa yang akan terjadi , mobil nya kini sudah mulai hilang keseimbangan namun Akihiro merasa bahwa dia harus melindungi wanita di samping nya .


Cittttt....


Brmmm...


Brakk...


Sebuah hantaman besar terasa , sebuah mobil sengaja menabrak mobil yang mereka tumpangi , membuat mobil mereka berputar di tengah jalanan yang begitu sepi .


Ahhh...


Jeritan Anna , kembali terdengar , kini keadaan mulai menegang . Dengan sekuat tenaga Akihiro mencoba untuk menyeimbangkan mobil agar tidak terbalik , tangan nya terus memutar stir mencoba membanting stir nya ke kanan dan ke kiri , namun karena mobil nya di tabrak dengan kencang membuat Akihiro sulit mengendalikan nya .


Ciittttt....


Brmmmm..


Dorrrr..Dorrr...


Brmmm...


Brakkk..


Suara dentuman kembali terdengar , sebuah mobil di belakang nya meledak , dari arah berlawanan terlihat beberapa mobil polisi melaju ke arah nya , dan memberikan tembakan pada mobil musuh sampai membuat mobil itu meledak .


Sekilas Anna dan Akihiro menoleh ke arah belakang entah mereka harus bahagia atau tidak , polisi sudah datang dan musuh pun sudah musnah , mereka tidak akan mungkin selamat karena mobil mereka meledak .


Namun mereka melupakan sesuatu yang penting nyawa mereka berdua sedang di ambang kematian . Bola mata Anna dan Akihiro membulat sempurna mobil yang mereka tumpangi akan menabrak pagar pembatas jalan , dan yang pasti mereka akan jatuh dari atas ketinggian 7-8 meter dan tidak mungkin mereka akan selamat .


...----------------...


Selamat malam readers ,, thor baru up nih , up nya kemalaman ya ☺.

__ADS_1


Jangan lupa kasih like selalu ya 👍


Sisihkan juga sedikit koin nya untuk Vote nya 👌🙏.


__ADS_2