
Kebahagian bertubi-tubi mendatangi keluarga Alvero, Shila dan Vero sangat bahagia mendengar kehamilan Anna, mereka sudah tak sabar ingin segera menimang cucu.
"Sayang, tak terasa anak kita sudah besar, mereka sudah menikah, Anna dan Joy sebentar lagi mereka akan punya anak, kita akan punya cucu, uh ... aku sudah tidak sabar, ingin segera melihat cucuku," ucap Shila yang begitu bahagia.
Shila dan Vero kini sedang berada di dalam kamar, bersantai sambil berbincang-bincang membicarakan anak-anaknya.
"Apa cucu kita akan kembar?" tanya Vero
"Mm ... mungkin, keluarga kita, kan turunan kembar. Mungkin saja salah satu dari anak kita memiliki anak kembar." ujar Shila sambil meminum teh-Nya.
"Aku harap juga begitu, biar mereka merasakan bagaimana punya anak banyak tapi ... bikin naik darah."
"Mas, kok ngomongnya gitu, nyesel punya anak kembar?"
"Bukan gitu sayang, aku gak nyesel tapi ... kamu tahu sendiri bagaimana Joy, Anna, dan Jolie dulu. Semua orang di rumah di buat pusing oleh mereka, berbeda dengan adik-adiknya, Kanza,Kenzi dan Kenzo mereka tidak terlalu nakal." ujar Vero yang membayangkan bagaimana nakalnya triple J.
"Kamu ngidam apa sih? Sampai Anna, Joy, dan Jolie terlalu pintar, kelakuan mereka bukan seperti anak kecil. Tapi ... di balik kenakalannya mereka begitu pintar, aku beruntung bisa memiliki anak yang pintar, juga baik."
"Aku tidak ngidam macam-macam. Mungkin saja karena tidak punya ayah jadi mereka terbiasa hidup mandiri, itu sebabnya mereka terlalu pintar."
"Kamu menyinggungku?" tanya Vero yang menatap ke arah Shila,
"Soal apa? Itu masa lalu, jangan tersinggung, tapi ... kamu memang ayah yang baik, kamu menyayangi anak-anak kita, memanjakan mereka aku beruntung memilikimu Mas." ucap Shila seraya mengusap lembut tangan Vero, Vero hanya mengulum senyum sambil mengusap lembut tangan Shila.
Shila benar-benar bahagia, selama 18 tahun hidup dengan Vero, rumah tangga mereka selalu damai dan tentram, walaupun ada liku-liku, dalam rumah tangganya Shila dan Vero selalu bisa melewatinya. Kesalahpahaman, kecurigaan, kebohongan, pada akhirnya mereka selalu bisa mendamaikan suasana itu.
****
Stella turun dari mobil, mata Stella fokus menatap gedung yang tinggi di depannya. Menatap gedung itu, Stella sudah tidak asing lagi, tapi ... melihat nama yang terpampang di atas gedung membuat Stella merasa asing.
Joy menuntun Stella masuk kedalam gedung bertingkat itu, mata Stella menyapu setiap sudut gedung, merasa ... bahwa Stella pernah datang ke gedung ini.
"Aku seperti tak asing dengan tempat ini," ucap Stella yang masih menyapu pandangannya. Lalu menatap wajah Joy sekilas.
"Apa kau ingat sesuatu?" tanya Joy yang menatap Stella.
__ADS_1
"Ini seperti kantor daddy, tapi ... namanya berbeda, perusahaan daddy adalah Atmaja grup, tapi di depan ...."
"Ya, betul. Ini perusahaan daddy mu, yang sekarang menjadi milikmu. Aku yang mengganti namanya, JS grup bukan lagi Atmaja grup. Sekarang perusahaan ini adalah milikmu."
"Benarkah? Tapi paman ...."
"Jangan khawatirkan mereka, kedua pamanmu sekarang berada di penjara, tidak akan ada yang mengganggumu lagi. Sekarang, kamu adalah direktur JS grup, kamu yang akan memimpin perusahaan ini, jadilah penerus daddy dan mommy mu." ucap Joy yang memegang kedua bahu Stella.
Stella terlihat bahagia, akhirnya Stella bisa mengambil alih perusahaan daddy-Nya. Setidaknya Stella masih bisa mengenang daddy dan mommy-Nya. Walaupun mereka sudah tiada, setidaknya Stella masih bisa menjalankan bisnis kedua orangtuanya.
Joy sengaja mengganti nama Atmaja grup menjadi JS grup. Agar suatu saat nanti tidak akan ada yang bisa mengambil alih, atau saling merebutkan saham antara keluarga Atmaja. Jaga-jaga jika suatu hari nanti ada keluarga Atmaja yang datang lagi untuk memperebutkan tahta. Apalagi keluarga Atmaja semuanya laki-laki, itu bisa membuat Stella dengan mudah di singkirkan, karena keturunan lucifer wanita bukan laki-laki jadi Stella tidak terlalu kuat.
"Aku ingin melihat ruangan daddy." ujar Stella yang melepas pelukannya pada Joy.
"Stella, berhenti." teriak Joy yang melihat Stella berlari menuju ruangan daddy-Nya. Joy jadi ngeri sendiri melihat Stella berlari, Stella selalu buat Joy spot jantung, Stella yang hamil Joy yang takut.
****
Di tempat lain, Jolie terlihat cemberut dan menekuk wajahnya, hari ini Jolie tak bersemangat tampil di atas panggung, bagaimana tidak kesal, semua pakaian Jolie untuk konser malam ini tidak ada yang Jolie sukai, dan menarik baginya.
Biasanya Jolie selalu terlihat cetar, dan wow terlihat bling-bling, baik itu dari pakaian mau pun dari penampilan dan tata riasnya. Biasanya Jolie memakai dress yang tingginya selutut, atau di atas lutut membuat kaki jenjangnya terlihat. Sekarang Jolie harus memakai pakaian jeans dan kaos, ada pula setelan, yang pasti Jolie harus memakai pakaian yang tertutup menutupi kakinya.
Jolie menghela nafas, sambil menatap baju-baju di depannya, siapa lagi kalau bukan Elang yang mengirim baju itu.
Flashback off
Lintang dan Cici berjalan ke arahnya sambil membawa satu koper besar yang mereka jinjing.
Brukk,
Koper itu Lintang simpan di atas meja, Jolie terlihat bingung, apa isi koper ini? Lalu Lintang memberitahukan, bahwa ini dari Elang suaminya, pakaian yang harus di pakai Jolie nanti.
Jolie membuka koper itu, di lihatnya banyak sekali pakaian di dalamnya. Semua pakaian yang Elang kirim bisa di bilang branded semua, tapi ... hanya setelan saja, berupa atasan dan bawahan tidak ada dress, atau pun gaun.
Ting,
__ADS_1
Pakai baju yang sudah ku kirimkan, kalau tidak aku tidak mengizinkanmu tampil malam ini.
Jolie terbelalak saat membaca pesan dari Elang, Jolie tidak menyangka Elang seprotektif gini. Jolie membalas pesan Elang.
Apa tidak ada gaun atau dress? Aku mau tampil di atas panggung, bukan mau ke mall.
Tulis Jolie pada pesannya.
Aku tidak mau ada yang melihat tubuh istriku, selain aku. Pakai saja, ingat! Istri itu harus nurut sama suami, kalau kau tidak mau jangan tampil.
Balas Elang.
Kau tahu, kalau aku tidak tampil, aku melanggar perjanjian dan aku harus membayar ganti rugi. Tidak apalah, sku akan cari baju yang lain.
Balas Jolie
Berapa kerugiannya aku bayar. Kau hanya punya dua pilihan, pakai baju yang ku berikan atau tidak tampil sama sekali.
Balas Elang dengan tegas.
"Ihhh ... dasar over protektif, kalau begini aku harus bagaimana? Lintang kau bawa pakaianku yang lain, kan."
"Tidak, pakaian mu hanya ini, sudah pakai saja, aku tidak mau nanti suamimu marah padaku." ujar Lintang yang tak ingin ambil resiko.
Jolie semakin kesal, dan cemberut. Mau tak mau terpaksa Jolie harus memakai pakaian yang sudah di berikan Elang.
Flasback off
Jolie sudah memakai pakaiannya, berupa setelan blezer dan celana. Walau pun hanya blezer dan celana, Jolie tetap terlihat cantik. Cici membantu merias wajahnya dan Lintang dia membantu mengikat rambut Jolie, seperti kuncir kuda. Setelah semuanya selesai akhirnya Jolie pun naik ke atas panggung, untuk menghibur penggemarnya.
Di tempat lain, Elang senyum-senyum sendiri di ruan kerjanya, melihat penampilan Jolie pada layar laptopnya. Di karenakan konser Jolie di tayangkan secara langsung di beberapa media sosial juga di chanel-chanel TV. Elang senang akhirnya Jolie menurut padanya, memakai pakaian yang dia berikan, setidaknya sekarang Jolie sudah berubah, bukan Jolie si pembangkang melainkan si penurut.
...----------------...
Mampir juga ke novel temanku yuk Mommy Ida
__ADS_1
Berbagi Cinta 👇👇