
BREEM...BREEM...BREEMMMM....
YEAH .... HUH ....
"Ini sangat menyenangkan"
"Joy , lebih cepat lagi, hari ini kita akan jalan - jalan bersama mobil kita ini, mobil masa kecil kita"
Anna , Jolie dan Joy mereka ingin menghabiskan waktu bersama , juga memakai mobil masa kecilnya untuk kembali mengenang masa kecil itu .
Mereka memutari kota jakarta , sambil bersorak ria , mobil ini mengingatkan mereka akan masa kecil nya , Joy yang konyol memajukan mobil yang saat itu belum mengerti bagaimana cara melajukan nya . Anna yang bersikeras ingin menaiki mobil itu dan Jolie yang sangat manja begitu ketakutan saat mobil itu tidak berhenti sampai akhir nya mereka membuat Papi Mami nya syok .
"Joy, kau mendahului ku" ucap Anna yang duduk di jok depan
"Kenapa kau tidak menikah saja dari dulu" timpal Joy yang fokus mengemudi .
"Tapi , aku bersyukur Joy kamu mengumumkan pernikahan mu secepat ini , jadi aku tidak perlu menikah dengan bodyguard itu , kau menyelamatkan ku Joy" ujar Jolie yang merasa beruntung terlepas dari tuntutan pernikahan .
"Sebenar nya apa hubungan mu dengan nya ?" tanya Anna
"Aku sudah bilang tidak ada hubungan apa pun"
"Jangan senang dulu , setelah pernikahan Joy kalian pasti akan di nikahkan"
"Anna, kau tidak mendukungku" Jolie terlhat kesal . Sedangkan Anna hanya tertawa .
Jolie dan Anna penasaran bagaimana Joy mengatakan cinta nya , awal nya Joy sangat malu mengatakan nya namun Anna dan Jolie memaksa nya untuk menceritakan semua nya . Akhirnya Joy pun menceritakan kejadian saat malam itu di villa. Anna dan Jolie tak percaya Joy bisa se-gantle ini, mereka mengagumi adik nya ini .
Drt... drt... drt....
Tiba-tiba ponsel nya berdering , Joy menepikan mobil nya sejenak , lalu mengangkat telepon nya itu .
"Halo"
"Stella kau menangis ? Ada apa ?"
"Apa!!"
Joy sangat terkejut ketika mendengar suara Stella dari balik telepon . Entah apa yang Stella katakan , namun Joy sangat kaget . Joy langsung membanting stir , berbelok dan melajukan mobil nya begitu cepat .
"Ada apa Joy ?"
__ADS_1
Pertanyaan Anna dan Jolie tidak di hiraukan nya Joy terus memacu padel gas nya dengan cepat .
****
Joy berlari sangat cepat membelah padat nya pengunjung di bandara . Anna dan Jolie hanya mengikuti nya dari belakang walau pun sebenarnya mereka tidak tahu apa yang terjadi .
Langkah Joy terhenti , nafas nya ngos ngosan karena habis berlari , mata Joy mencari seorang gadis yang ia khawatirkan , namun karena banyak nya pengunjung membuat Joy tak bisa melihat dimana Stella . Manik mata nya terus menyapu setiap sudut ruangan , mata nya seolah berputar mencari - cari keberadaan Stella , Anna dan Jolie hanya saling pandang tidak tahu siapa yang Joy cari .
Mommy .....
DEG!!
Jeritan itu , suara itu menggema di seluruh ruangan. Joy langsung berlari ke arah sumber suara yang ia kenali , Stella terlihat menangis di tengah - tengah padat nya pengunjung bandara , tak hanya Stella namun pengunjung yang lain juga terlihat histeris . Keadaan Bandara begitu sangat kacau , pagi ini di penuhi dengan tangisan .
"Stella"
Joy berlari ke arah Stella yang terduduk lemas , juga menangis tersedu - sedu. Joy langsung memeluk tubuh Stella saat itu juga .
"Stella"
Stella tidak menjawab , dia terus menangis histeris. Pagi ini Stella mendapat telepon dari asisten Mommy dan Daddy nya , yang mengabarkan bahwa pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan . Pesawat itu meledak dan terjatuh entah dimana , lokasi nya belum terdeteksi .
Stella sangat syok, benar - benar syok dia tak percaya dengan apa yang dia dengar lalu Stella memutuskan untuk menanyakan hal itu ke bandara , namun kabar itu memang benar ada nya , pihak bandara belum bisa memastikan apa korban selamat atau tidak , bahkan mereka pun tidak bisa menghubungi pilot yang membawa pesawat itu , di tambah lagi dengan lokasi yang tak di temukan , semua orang hanya bisa berharap dan berdoa .
Joy tidak bisa berkata dia hanya bisa memeluk Stella dan menenangkan nya . Anna dan Jolie menatap iba pada Stella . Kenapa harus sekarang ? Kenapa harus di saat seperti ini Stella kehilangan Mommy dan Daddy nya , di saat menjelang hari pernikahan nya , Stella akan sangat terpuruk .
Sampai malam tiba Joy masih setia menemani Stella , Anna dan Jolie memberitahukan kabar buruk ini pada keluarga nya , Mereka tidak bisa meninggalkan Stella sendirian , Stella masih belum bisa menerima kenyataan.
Shila yang mendengar kabar itu sangat terkejut , tubuh nya mendadak lemas, Shila masih tidak percaya , namun dia teringat akan permintaan terakhir Susan pada nya , untuk menjaga Stella dan meminta Joy menikahinya . Shila merasa akan ada hal buruk yang terjadi dan ternyata benar , hari ini Shila mendapat kabar bahwa mereka mengalami kecelakaan . Shila sangat sedih mendengar nya bagaimana dengan Stella.
****
"Stella, ayo kita pulang kamu harus istirahat , mereka akan mengabari kita kalau ada kabar tentang Mommy dan Daddy mu"
"Stella, kau belum makan apa pun , makanlah sedikit " Anna membujuk Stella agar Stella membuka mulut nya .
"Setidaknya kau minumlah dulu" ujar Jolie yang menyodorkan sebotol air mineral namun Stella masih tetap diam.
"Mommy "
Setiap kali ada pesawat yang akan mendarat Stella selalu menganggap itu adalah pesawat Mommy dan Daddy nya , namun Joy berusaha menahan dan menghentikan langkah nya . Walaupun Stella terus menangis .
__ADS_1
"Ada kemungkinan , pesawat itu hancur dan tidak ada yang selamat dalam kecelakaan ini , kita harus memberitahukan kepada pala keluarga korban , juga kita akan mengumumkan nya ."
Seorang petugas bandara membicarakan hal itu , Stella pun mendengar nya , Stella masih tidak percaya namun saat diri nya melihat nama - nama korban pada layar televisi barulah Stella percaya , tubuh nya mendadak lemas , pandangan nya mulai kabur , dan mulai gelap .
"Stella"
Joy langsung menangkap tubuh Stella yang akan terjatuh , Stella hilang kesadaran . Dengan panik dan khawatir Joy langsung menggendong Stella membawa nya pergi dari bandara . Anna dan Jolie juga terlihat khawatir mereka mengikuti Joy dari belakang .
****
Sudah di pastikan korban tidak ada yang selamat , semua keluarga korban sudah memberikan penghormatan terakhir untuk para korban.
Hari ini hari ke 3 menjelang hari pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia , namun menjadi hari duka . Stella terus berdiam diri , melamun di dalam kamar nya , tatapan nya begitu kosong , terlihat kesedihan yang amat mendalam dari raut wajah nya , seakan lupa hari bahagia nya .
Semua orang membiarkan Stella untuk menyendiri , menenangkan hati nya , mereka pun tidak bisa berbuat apa - apa . Shila juga sangat bingung bagaimana nasib putra nya , bagaimana pernikahan mereka yang tak lama lagi akan segera di gelar . Undangan sudah tersebar tidak mungkin harus mereka batalkan , Shila melihat Joy duduk termenung dia tahu Joy pasti merasakan kesedihan yang di alami Stella .
"Batalkan semua nya" ucap Joy demikian membuat semua orang terkejut .
"Kamu yakin?" tanya Shila yang menatap putra nya penuh kesedihan
"Aku tidak bisa melakukan nya , batalkan saja"
"Kenapa harus di batalkan ?"
Semua orang menoleh ke sumber suara
"Stella"
"Hari pernikahan tiga hari lagi bukan , kenapa harus di batalkan ? Aku sudah memilih baju nya , kita juga sudah menyebar undangan" ucap Stella yang tiba - tiba datang .
"Setelah itu kita akan pergi ke jeju , untuk bulan madu . Aku sudah tidak sabar Joy menikah dengan mu " ucap Stella yang ceria namun hati nya , mata nya , terlihat ada kesedihan . Stella menutupi kesedihan nya , dia pura - pura tersenyum bahagia di saat hati nya terluka .
Tidak ada satu pun yang berbicara , Joy berjalan menghampiri Stella yang tersenyum ke arah nya , Joy mendekat perlahan di lihat nya mata Stella yang berkaca - kaca .
GREP!!
Joy memeluk Stella erat , membenamkan kepala Stella pada dada bidang nya , tangan nya mengelus lembut punggung Stella
"Menangislah, aku akan ada di sini untuk mu"
Hiks...hiks...
__ADS_1
Terdengar suara isakan tangis nya , Joy tahu Stella ingin menangis namun Stella terus berpura - pura untuk tersenyum .