Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Serangan mendadak


__ADS_3

Keesokan pagi nya Joanna terlihat bahagia , dari mulai mandi berendam di dalam bathtup sambil menyanyi - nyanyi , Lalu Joanna memilih beberapa pakaian di dalam lemari nya sambil menari - nari . Berdandan memoles wajah nya dengan make up minimalis , wajah nya berseri - seri memoles pipi nya dengan blush on nya membuat heran setiap orang yang melihat nya .


"Ada apa dengan kak Anna ? tidak seperti biasa nya ?"


"Kelihatan nya dia sedang happy ."


Kanza dan Kenzie saling berbisik , kebiasaan adik nya ini memang selalu mengintip kamar kakak nya . Di saat mereka berdua sedang fokus melihat sikap kakak nya yang aneh , Joy keluar dari kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Joanna , melihat kedua adik nya mengintip di balik pintu kamar Joanna , Joy pun langsung menghampiri nya .


"Ada apa ?"


Sontak ucapan Joy membuat Kenzie dan Kanza kaget bukan kepalang , Joy mengejutkan kedua adik nya itu.


"Kak Joy bikin kaget saja ." pekik Kanza seraya mengusap - ngusap dada nya


"Kalian sedang apa ? " Joy melipat kedua tangan nya di bawah dada sambil menatap kedua adik nya itu.


"Lihatlah kak Anna , dia terlihat berbeda , senyuman nya , semangat nya ada apa dengan nya ? Kak Anna terlihat sangat bahagia ." oceh Kanza


"Mungkin Kak Anna dapat Tender ! Atau mungkin dapat undian ." Timpal Kenzie yang menebak - nebak .


"Iya juga ya , Anna sangat Aneh ." gumam Joy yang juga melihat ke anehan dari sikap Anna .


"Kalian sedang apa ? " sontak ucapan Anna mengagetkan ketiga orang yang berdiri di ambang pintu kamar nya membuat tiga orang itu saling pandang .


Anu..mmmm.. Kakak cantik sekali hari ini ." ucap Kanza gugup


"Benarkah ? terima kasih adik ku yang manis ." Anna mencubit pipi chubby adik nya itu , dengan penuh kebahagiaan , membuat Kanza aneh , biasa nya Anna tak seramah ini .


"Oh iya ini untuk mu ,belanja lah sepuas nya ."


Mata Kanza membulat sempurna ketika Anna memberikan Gold Card nya , senyuman manis di ujung bibir nya , pagi ini benar - benar keberuntungan nya .


"Kak , serius aku bisa membeli apapun "


"Tentu , beli lah apa pun yang kamu mau " ucap Anna yang berlalu pergi sambil berjalan gontai , melangkah penuh semangat .


"Ini benar - benar mu'zijat , aku akan selalu berdoa agar kak Anna selalu bahagia , biar setiap hari aku bisa belanja ." Kanza begitu riang mendapat Gold card nya dari Anna .


"Bagi juga untuk ku ." pinta Kenzie


"Kak Anna hanya memberikan nya untuk ku bukan untuk mu ." Kanza berlalu pergi meninggalkan Kenzie , Joy hanya memutar bola mata nya malas melihat pertengkaran kedua adik nya itu .


****

__ADS_1


Hari ini pertemuan kedua nya dengan si manusia Es , Anna baru saja turun dari mobil setelah memparkirkan mobil nya di sebuah hotel . Klien baru nya ini selalu saja mengajak meeting di luar kantor dan selalu saja Anna yang harus menemui nya .


"Dasar manusia Es , selalu saja aku yang menemui nya , dimana - mana juga pria yang menemui wanita bukan wanita yang menemui pria , kalau bukan masalah pekerjaan aku tidak mau bertemu dengan nya ." Anna berjalan sambil mengumpat dalam hati nya .


Di ujung sana terlihat Akihiro dan Akio baru saja keluar dai hotel , seperti biasa Akihiro selalu terlihat tenang , santai dan tanpa ekspresi , wajah nya begitu serius , dingin dan kaku . Menunggu mobil nya datang .


"Tuan , ada yang tertinggal , aku harus kembali ke kamar." ucap Akio lalu kembali ke kamar nya untuk mengambil barang yang tertinggal .


Dari arah parkiran Anna melihat Akihiro yang sedang berdiri di sana pandangan mata nya fokus ke arah depan , Akihiro berdiri tegak , kedua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana nya , dengan mengenakan kaca mata hitam membuat ketampanan nya lebih terpancar . Anna seketika tertegun melihat wajah Akihiro dari jauh .


Tampan , pria itu memang tampan .


Ucap nya dalam hati


ish.. Anna apa yang kau pikirkan , gerutu Anna sambil memukul - mukul kepala nya yang tidak sakit , entah apa yang terjadi pada nya kenapa tiba - tiba memikirkan manusia Es itu , bahkan mengagumi ketampanan nya .


Sadar Anna sadar , dia itu manusia Es , tidak ada tampan - tampan nya sama sekali gumam Anna seraya kembali melangkahkan kaki nya berjalan menghampiri Akihiro .


Namun tiba - tiba Anna menghentikan langkah ya , saat melihat seseorang di sebrang sana , di atas gedung , seseorang yang siap membidikkan senjata api nya yang di arah kan tepat pada Akihiro .


"Siapa orang itu ? mau apa ? apa dia mau menembak seseorang ?" bagai pertanyaan muncul dalam pikiran nya , Anna menatap orang itu dengan lekat , lalu ekor mata nya mengikuti kemana senjata api itu akan di arahkan , sungguh terkejut nya Anna saat tahu orang itu akan menembak seseorang di depan hotel yang tak lain adalah Akihiro ,


Ya ..tuhan apa orang itu akan menembak manusia Es itu ?


Batin Anna .


Anna terus berteriak agar Akihiro menjauh dari sana , sedangkan seseorang yang berada di atas gedung sudah siap , membidikkan senjatanya.


Kenapa manusia Es itu tidak mendengar ku , apa dia mau mati , umpat Anna dalam hati.


Tidak ada cara lain untuk menghentikan nya , Anna harus bisa menyelamatkan Akihiro dari seseorang yang tidak di kenal ingin menembak nya . Anna berlari sekencang - kencang nya untuk menghampiri Akihiro sebelum orang itu menembak nya .


Brugh..


Akihiro terkejut mendapat serangan mendadak , tubuh nya yang tak siap menahan beban tubuh seseorang membuat diri nya ikut terhuyung lalu jatuh ke atas aspal .


"Apa yang kau lakukan ?"


"Hey , Tuan aku sudah menyelamatkan mu kau hampir saja mati ."


Akihiro hanya mengerutkan dahi nya


"Kau tidak lihat ada seseorang yang ingin menembak mu di atas sana ."

__ADS_1


Akihiro melirik sesaat ke arah gedung yang di tunjukan Anna , dan Akihiro melihat sekelebet bayangan hitam di atas sana , mungkin orang itu sudah pergi dari atap sana . Akihiro kembali menatap Anna , yang berada di atas tubuh nya.


Apa kau akan terus menindih tubuh ku


Sontak Anna langsung terbangun dari tubuh Akihiro seraya merapikan pakaian nya yang berantakan . " Maaf , aku tidak sengaja ." ucap Anna kemudian , yang merasa canggung karena tiba - tiba menabrak tubuh Akihiro sampai menindih tubuh pria itu.


Seperti nya orang itu sudah tidak ada , batin Anna yang kembali melihat ke atas gedung dimana orang misterius itu berada .


"Kamu membuat pakaian ku kotor ." ucap Akihiro dingin .


"Apa ! Seharusnya kau berterima kasih pada ku karena aku menyelamatkan mu ." pekik Anna .


Akihiro menatap Anna lekat , sambil melipat kedua tangan nya di bawah dada lalu berkata ."Apa aku harus ucapkan kata terima kasih pada mu ? Dengan cara apa aku harus berterima kasih ?" Akihiro semakin menunduk , mendekatkan wajah nya dengan wajah Anna , Anna menelan saliva nya beberapa kali , kaki nya mundur perlahan agar menjauh dari manusia Es itu .


"Jawab kau ingin aku berterima kasih kan ? Karena kau telah menyelamatkan nyawa ku , apa aku harus berterima kasih dengan cara seperti ini ."


Deg ,


Jantung Anna berdetak lebih kencang , perasaan nya berkecamuk saat ini , mata Anna membulat sempurna ketika Akihiro menarik tubuh nya , lebih merapatkan ke dada bidang nya , jantung nya kembali berdetak lebih kencang , perasaan nya benar - benar tak karuan mendapat serangan mendadak dari Akihiro.


Ya tuhan ... bagaimana dia bisa setenang ini


Batin Anna yang melihat ekspresi wajah Akihiro yang tenang - tenang saja , namun tidak dengan Anna , hati nya berdebar - debar , detakan jantung nya mulai tidak bisa terkontrol.


"Maaf Tuan , kita tidak perlu sedekat ini ." Anna mencoba menjauhkan wajah nya dengan wajah Akihiro .


"Bisa lepaskan pelukan nya , " pinta Anna gugup .


"Siapa yang memeluk mu ." ucap Akihiro yang langsung melepaskan pelukan nya , begitu saja tanpa aba - aba membuat tubuh Anna kembali terjatuh .


Bugh..


Aww,


Anna meringis , punggung nya terasa sakit , bisa - bisa nya Akihiro melepaskan pelukan nya begitu saja .


"Dasar manusia Es ,"


"Kau bilang apa tadi ."


"Manusia Es , manusia Es .."


"Kau.." belum sempat Akihiro berucap tiba - tiba

__ADS_1


Door..


Aahh..


__ADS_2