Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Hubungan tanpa Status


__ADS_3

Kesehatan Stella sudah mulai membaik , sikis nya pun terlihat sangat baik . Hari ini adalah kepulangan Stella , namun Mommy dan Daddy nya tidak bisa menjemput , mereka meminta Joy untuk menjemput Stella di rumah sakit , Stella yang melihat Joy datang merasa risih , sikap Stella pun masih sama . Entah kenapa kejadian kemarin masih terlintas di benak nya .


"Joy , sedang apa kau di sini ?"


"Aku akan mengantarkan mu pulang ."


"Aku akan menunggu Mommy dan Daddy ku ." bantah Stella


"Mereka tidak akan datang , Mommy mu menyuruh ku untuk menjemput mu ."


"Aku akan menunggu ."


"Sampai kapan ? Mereka pergi karena ada urusan penting . Kau sudah siap kan , ayo kita pergi sekarang ." Joy menarik tangan Stella lembut namun langsung Stella hempaskan .


"Aku akan pulang sendiri ." ujar Stella yang langsung melangkah melewati Joy , namun Joy lebih dulu menarik tangan nya membuat tubuh Stella berbalik .


"Stella , ada apa dengan mu kamu seperti menghindari ku."


"Aku tidak ingin merepotkan mu ."


"Aneh, biasa nya juga kau selalu merepotkan ku , mengikuti ku , kau selalu ingin bersama ku , dari kecil kau selalu mengganggu ku ."


"Karena itu , mulai sekarang aku tidak akan merepotkan mu dan tidak akan mengganggu mu lagi . Sudah , jangan pedulikan aku lagi aku akan pulang sendiri."


Aaaa.... Joy


"Aku akan mengantarkan mu ." dengan santai nya Jo langsung memopong tubuh Stella keluar dari kamar rawat nya .


"Joy turunkan aku " Stella terus memberontak seraya memukul - mukul punggung Joy namun Joy tidak peduli .


"Joy , aku ini baru sembuh kalau kau menggendong ku seperti ini kepala ku pusing , kau mau aku pingsan hah !" hardik Stella karena posisi kepalanya berada di bawah membuat kepala nya jadi pusing


"Pingsan saja, itu akan membuat ku mudah membawa mu ." ujar Joy datar .


"Joy turunkan aku , kalau tidak aku akan berteriak ."


"Teriak saja tidak ada yang peduli ." Stella hanya pasrah sampai Joy membawa nya ke dalam mobil .


Joy mendudukan Stella lalu memasangkan seatbeld nya , Joy memutari mobil duduk di bagian kemudi . Stella memasang wajah ngambek nya , pandangan nya langsung melirik ke luar jendela.


"Stella , ada apa dengan mu setelah kau sadar sikap mu jadi aneh ." ucap Joy seraya meletakan telapak tangan nya di kening Stella namun langsung Stella tepiskan .


"Apa kau marah karena aku mencium mu kemarin malam ?" tatap Joy serius namun Stella masih memalingkan wajah nya.

__ADS_1


"Kapan kau mencium ku aku tidak ingat !" ketus Stella .


Joy benar - benar aneh dengan sikap Stella , sikap dingin Stella benar - benar membuat Joy gila . Stella yang biasa nya selalu cerewet , bawel , agresif sejak kecil , tapi hari ini Stella bersikap dingin dan cuek pada nya , bicara saja sangat ketus .


"Kau benar tidak ingat ! Baiklah aku akan mengingatkan mu ." Dengan cepat tangan Joy menarik tengkuk leher nya Stella ,dan langsung mendaratkan bibir nya dengan bibir Stella . Sontak saja Stella sangat kaget kedua bola mata nya membulat sempurna .


"Apa kau ingat sekarang ." ucap Joy setelah melepas ciuman nya .


"Joy ....kau mencium ku tanpa izin "


"Dulu kau juga mencium ku tanpa izin kan !"


"Jadi kau membalas ku ."


"Sudah diam jangan banyak bicara , kita pulang sekarang ." Joy menstater mobil nya , menancap gas dan mobil pun melaju .


"Joy , aku tidak terima kau mencium ku seperti itu !" teriak Stella suara nya memekakan telinga


"Kalau kau tidak diam aku akan mencium mu lagi ." Sontak Stella pun diam . Joy tidak peka dan tidak mengerti perasaan Stella , jujur dari lubuk hati yang paling dalam ciuman itu adalah ciuman pertama bagi Stella , dan itu juga Joy yang mencium nya Stella sangat senang dan bahagia tapi .... bukan seperti ini yang Stella inginkan .


Siapa saja bisa saling menautkan bibir nya , sekarang kau mencium ku lalu bagaimana dengan esok , lusa , bagaimana status hubungan kita , hari ini kau mencium ku lalu kau melupakan nya , kau sama sekali tidak mengerti Joy , ada yang harus di ucapkan sebelum kita saling menautkan bibir , itu adalah perasaan . Apa kau bilang kalau kau mencintai ku Joy , tidak kan sepatah kata pun tidak , dari dulu kamu hanya anggap aku sebagai teman mu , sahabat kecil mu , tidak lebih dari itu , bahkan kemarin kau bisa - bisa nya memeluk wanita lain . Hubungan kita tanpa status , apa ciuman itu juga tanda cinta untuk sahabat .


Stella terus bergulat dalam hati nya , pandangan nya fokus ke luar jendela , air mata pun mulai membasahi pipi nya .


Tanpa sengaja Stella menangkap wajah seseorang yang dia kenali , dan yang sudah membuat nya kesal beberapa hari ini .


Entah apa yang Stella pikirkan dengan langkah cepat Stella mengambil alih kemudi , saat Joy ingin membelokan mobil nya ke arah kanan , Stella membanting Stir ke sembarang arah sampai mobil mereka menabrak trotoar jalan .


Braaaakkkkkkk


Joy , sangat terkejut begitu juga Stella .


"Stella apa yang kau lakukan ? Kau ingin mati ." hardik Joy .


Stella juga tidak tahu kenapa diri nya bisa melakukan hal itu . Stella hanya diam terpaku karena syok.


"Stella ."


"Aku hanya ingin mengambil arah jalan kiri ." ucap Stella datar


"Hufffftt" Joy menghela nafas ."Kamu bisa bilang pada ku ,untuk belok kiri jangan seperti ini , ini bisa membuat kita celaka !"


"Kamu yang menyuruh ku diam." timpal Stella, Joy hanya bisa membuang nafas nya kasar menghadapi sikap Stella yang aneh .

__ADS_1


"Baiklah , kita belok kiri kau mau kemana ?" Joy tidak ingin berdebat mungkin Stella masih marah , lebih baik Joy diam dan menuruti apa kata Stella .


"Aku mau ke cafe aku lapar ." jawab Stella datar . Joy pun langsung membelokan mobil nya , menengok ke arah belakang untuk melihat keadaan jalan namun lagi - lagi Stella menghardik nya


"Jangan menengok ke belakang ." bentak Stella


"Kalau ada mobil dari arah belakang kita akan tertabrak , kau ini sangat aneh Stella ."


"Cepat aku lapar ." Joy hanya menggeleng kepala , lalu melajukan mobil nya . Stella tidak ingin Joy melihat Sharon apalagi sampai bertemu itu sebabnya Stella membanting stir ke arah kiri karena di arah kanan Stella melihat Sharon berdiri depan jalan .


****


Di atas balkon Anna duduk termenung seraya memainkan sepucuk bunga mawar yang hampir layu . Bunga mawar yang Kemi berikan bersama sepucuk surat untuk nya .


Aku akan membawa seribu bunga mawar untuk mu ,


Ucapan itu selalu di ingat nya , Kemi selalu romantis , dan selalu membuat nya tersenyum .


Jo....


Suara itu ! Kemi ....


Jo lihatlah ke bawah


Mendengar teriakan seseorang yang Anna rindukan , Anna pun berdiri dari duduk nya lalu melihat ke bawah di mana ada seribu , bahkan berjuta - juta bunga mawar di halaman rumah nya , dari jauh terlihat Kemi yang menggengam setangkai bunga mawar untuk nya , Kemi bersimpuh menghadap nya , Kemi tersenyum lalu berkata


Will you marry me ....


Yes I want to marr you ...


Marry you ? Kakak mau menikah dengan siapa ?


Ucapan Kanza mengejutkan lamunan nya , Anna tercengang menyapu setiap sudut halaman rumah nya , kemana bunga - bunga itu , dan dimana Kemi ?


Kak, kau sedang berkhayal ? Ada seorang pangeran datang lalu melamar mu ? Will you marry me ...


Ledek Kanza , yang sedari tadi memperhatikan Anna yang senyum - senyum sendiri membuat Kanza tergelak .


"Tidak lucu ." ketus Anna lalu pergi meninggalkan Kanza .


"Idihh... sewot , haha .... mimpi di siang bolong , bunga dari mana gak ada bunga ada juga pak Beno sedang cuci mobil , masa iya kak Anna naksir pak Beno." celoteh Kanza sambil ketawa - ketawa .


...----------------...

__ADS_1


Dukung Author terus ya dengan cara like dan Vote 🙏😊.


Jangan lupa like dan Vote nya , komentar yang manis - manis juga ya 🥰


__ADS_2