
Mansion Alvero
"Punya anak banyak pada sibuk , yang satu pergi bersama kekasih nya , yang satu lagi baru saja kembali sudah pergi lagi . Anak itu memang tidak pernah betah di rumah ." Shila terus mengumpat sambil menata bunga yang baru saja di petik .
Anna masih di jepang belum kembali , triple Rey mereka masih sekolah , dan Jolie dia pergi untuk perform. Suami nya pergi bekerja semua nya sibuk Shila hanya di temani bunga - bunga yang sedang di rangkai nya . Tak lama kemudian Joy pun datang dari jauh Joy melihat sang Mami sedang mengumpat sendiri , Joy melangkah jalan berjinjit berniat untuk mengagetkan Mami nya namun Shila sudah mengetahui nya terlebih dulu .
"Dasar , kau masih saja nakal ! Kau mau mengagetkan Mami mu ?" Joy hanya mengalum senyum .Lalu duduk di samping Shila .
"Bagaimana keadaan Stella ? Sudah lebih baik ?" tanya Shila namun tangan nya tetap fokus sama bunga - bunga nya .
"Sudah lebih baik ."
"Syukurlah , Mami senang mendengar nya. Oh ya, gimana kalau kita liburan nanti setelah Anna , Jolie kembali kita liburan bersama ajak Stella biar dia terhibur sedikit , agar bisa melupakan masalah nya ."
"Ya .... Terserah mami saja."
"Mmm... kamu ini selalu saja begitu , Kapan kamu akan membawa Stella ke rumah ini ?"
"Maksud Mami ? Tanpa aku bawa Stella sering datang sendiri , malahan rumah ini seperti rumah nya sendiri ."
"Maksud mami , kapan kamu akan membawa Stella ke rumah ini sebagai menantu mami ."
Byurr ....
Baru saja Joy ingin meminum teh mami nya , teh itu kembali di semburkan ketika mendengar ucapan mami nya membuat nya salah tingkah .
"Mami ." mata Joy melotot , namun Shila malah tersenyum .
"Bercanda." timpal Shila dengan senyuman. Joy memalingkan wajah nya ke sembarang arah .
Di saat tangan nya bergulat dengan bunga - bunga yang dia rangkai tiba - tiba ponsel nya berdering . Shila langsung menjawab panggilan nya namun wajah nya terlihat serius saat menjawab panggilan itu .
Apa ???? Ya saya segera datang .
Tut.
Telepon pun di tutup , Shila sangat terkejut wajah nya berubah jadi tegang . Membuat Joy ingin bertanya .
__ADS_1
"Mami ada apa ? "
"Adik mu , dia membuat ulah , baru kali ini mami dapat panggilan adik mu berkelahi di sekolah dengan teman nya . Mami harus segera kesana ."
"Aku antar ."
"Tidak usah , mami akan pergi di antar pak Beno ." Shila pun berlalu pergi menuju sekolah nya triple Rey.
****
Sekolah
Di ruang guru terlihat Kanza berdiri di depan kepala sekolah nya,dengan keadaan yang sangat kacau rambut nya begitu berantakan seperti rambut singa , wajah nya muram , bibir nya merengut . Di samping nya terlihat Amber dengan keadaan yang sama , namun terlihat tenang .
Tok .... tok ...
"Masuk !" seru pak kepala sekolah dari dalam , tak lama kemudian seorang wanita memasuki ruang guru dan menghadap kepala sekolah .
"Permisi , saya mama nya Amber ." ucap wanita itu yang tak lain adalah Tissa .
"Maaf pak , apa Amber melakukan kesalahan ?"
Sebelum menjawab pak kepala sekolah itu melirik ke arah Amber yang diam tanpa dosa." Amber berkelahi dengan teman nya bernama Kanza." tunjuk kepala sekolah pada Kanza , Tissa pun menatap nya sejenak .
"Saya harap ini tidak terulang lagi . Begini bu , Amber sejak pertama sekolah memang tidak akur dengan teman - teman nya , dan ada gosip juga yang beredar tentang keluarga nya . Saya harap anda tidak libatkan putri anda dalam masalah kalian , jangan sampai itu terbawa - bawa ke sekolah. dan sampai membuat riuh di sekolah."
"Maafkan putri saya pak , saya akan bicara dengan nya ."
Kanza Alvero Wallandou , temui kakak mu di luar .
Teriak seorang guru , namun membuat Shila terperangah . "Alvero Wallandou , nama itu tidak asing bagi ku." batin Tissa tak lama kemudian Kanza pergi ke depan pintu menumui kedua kakak nya .
Setelah lama berbincang Tissa pun pamit dan membawa Amber bersama nya . Saat di depan pintu Tissa melihat Kanza yang sedang di peluk dan di manja kedua kakak nya . Tissa menatap wajah Amber lekat , seperti mengenal wajah itu dan rupa nya seperti tidak asing bagi nya .
Amber menatap Kanza sinis dan penuh amarah ."Dia punya segala nya , banyak orang yang menyayangi nya , aku benci kamu Kanza ." batin Amber yang berjalan meninggalkan ruang guru .
Tak lama kemudian Kanza pun masuk kembali ke dalam tak berselang lama Shila pun datang . Shila di kejutkan dengan keadaan Kanza yang berantakan , Shila langsung duduk setelah pak kepala sekolah menyuruh nya duduk .
__ADS_1
"Nyonya anda melihat sendiri putri anda , Saya sangat kecewa ini pertama kali nya Kanza terlibat perkelahian di sekolah . Kanza anak nya sangat pintar , cerdas, berprestasi dan keluarga anda juga keluarga terpandang semua orang tahu itu . Tapi kelakuan putri anda ini kami terpaksa harus memanggil anda kemari ." jelas pak kepala sekolah
"Saya minta maaf , saya janji Kanza tidak akan mengulangi nya lagi . Kalau boleh tahu dengan siapa anak saya berkelahi ?"
"Amber nama nya Amber ."
"Oh iya , saya sudah tahu dia anak baru di sini Kanza sudah cerita pada saya , mereka berdua memang tidak akur , saya juga tidak tahu kenapa .Tapi saya berjanji Kanza tidak akan mengulangi nya lagi , saya mohon maaf pak atas kelakuan putri saya ."
"Saya harap begitu , Kanza kemari lah tanda tangan di sini , sebagai janji mu kalau kamu melakukan nya lagi akan di berikan sanksi." titah pak Kepala sekolah , Kanza pun duduk di samping Shila lalu mendatangani selembar kertas yang di berikan pak kepala sekolah .
"Kalau begitu saya permisi ." ucap Shila sopan ,pak Kepala sekolah pun mengangguk . Shila pun membawa Kanza keluar dari ruang guru .
"Caca kamu tidak pernah berkelahi kenapa sekarang melakukan itu ? Kamu mau buat papi dan mami malu ." hardik Shila pada Kanza .Kanza hanya merajuk manja .
"Mami dia yang mulai , aku sedang berjalan tiba - tiba dia menabrak ku dari belakang membuat ku jatuh , aku emosi dong mami , tapi dia malah menjambak rambut ku , ya sudah aku jambak lagi mami pikir kepala ku tidak sakit ." gerutu Kanza sambil merapikan rambut nya yang berantakan .
"Dia manusia aneh mami , aku mencoba berbuat baik pada nya , tapi apa yang dia balas malah membuat ku seperti ini ." Kanza mencebikan bibir nya .
"Rambut ku jadi rusak mami , mami sekarang antar aku ke salon , ini semua gara - gara si ember itu , dasar manusia aneh ."
"Ssstt .... Jangan bilang begitu ."
"Tapi si ember itu memang aneh mami , aneh sangat aneh . Mami apa Papi tidak ikut ?"
"Kalau Papi tahu kamu akan di marahi papi."
"Tapi aku tidak salah mami , tuh si ember yang salah , dasar ember cucian manusi aneh ." Kanza terus menggerutu sepanjang jalan sampai tiba di depan mobil nya . Sedangkan Tissa baru saja keluar dari toilet yang ada di depan parkiran , ekor mata nya tak sengaja menangkap satu sosok yang ia benci , seseorang yang selama ini selalu menghantui diri nya . Seseorang yang selalu ia salahkan dalam kehancuran hidup nya
Shila , ucap nya demikian
Shila yang tersenyum sambil bercanda dengan putri nya Kanza , senyuman itu membuat Tissa semakin membenci nya . Shila tidak menyadari kehadiran Tissa , Shila dan Kanza pun memasuki mobil nya lalu pergi meninggalkan parkiran yang begitu luas , semakin jauh semakin samar - samar , mobil itu pun menjauhi sekolah dan hilang dari pandangan .
"Shila siapa Shila ?" ucapan Amber mengejutkan Tissa . Tissa pun tersadar dari lamunan nya .
"Bukan siapa - siapa , teman yang berkelahi dengan mu tadi siapa nama nya ? "
"Dia bukan teman ku , aku tidak ingin mengingat nama nya tapi semua orang mengagumi nya, semua orang tahu siapa papa nya pemilik wallandou group , entah apa yang mereka kagumi dari nya aku sungguh membenci nya ." ucap Amber ketus namun membuat Tissa diam terpaku .
__ADS_1