
Adelia sudah tidur di kamar lamanya dulu, Daniel pun meninggalkan istrinya itu dan menghampiri sang kakek buyut.
"kau akan melakukannya lagi, apa kamu yakin?" tanya Yudha.
"tentu kakek, aku akan membalas semua orang saat ini, dan kita mulai dari orang yang pertama melukai mu," kata Daniel.
Daniel sudah bersiap dengan jaket kulit hitam miliknya, topeng dan sarung tangan dan juga semua senjatanya.
Agung menepuk bahu putranya itu, Danie pun meninggalkan kediaman mereka, Daniel pergi dengan menggunakan motor yang sudah ia modifikasi.
Daniel sudah sampai di sebuah club malam milik Rudi, dia langsung menuju ke sebuah ruang VVIP.
tapi sayangnya dia terlambat, Daniel langsung meninggalkan tempat itu, di rumah keluarga Rafael.
seseorang dengan topeng sudah masuk ke dalam kamar Ratih, orang itu mendekati Ratih dan langsung membekap mulutnya.
Ratih terkejut dan mencoba berontak, tapi orang itu menempelkan pisau ke leher Ratih dan sedikit menekan pisau itu.
"kau harus merasakan kesakitan ini nyonya, seperti yang dia rasakan," kata orang itu menyayat leher Ratih.
Ratih pun kesakitan dan mendorong orang itu hingga terjatuh, Ratih langsung berusaha menjauh dengan berlari.
tapi orang itu mengambil vas bunga dan melemparkannya tepat di kepala Ratih hingga dia tersungkur pingsan.
mendengar keributan Rafael langsung naik ke atas menuju ke kamar sang ibu, tapi kamar itu terkunci.
"ini baru peringatan kecil untukmu," kata orang bertopeng itu sebelum pergi.
BRAK... brak...
"Bu buka pintunya, ini Rafa Bu," panggil Rafael.
Ratih pingsan dengan kepala yang mengeluarkan darah, Rafa yang tak mendapat jawaban dari Ratih pun khawatir.
Rafa langsung mendobrak pintu kamar Ratih, "ibu!" panggil Rafa terkejut melihat darah dan Ratih yang terkapar di lantai.
Rafa langsung mengendong Ratih menuju mobil dan melajukan mobil itu ke rumah sakit.
sedang orang bertopeng itu tersenyum melihat Rafa yang membawa Ratih ke rumah sakit, kemudian dia pergi dengan motornya.
setelah mencari Daniel berhasil menemukan pria yang menjadi target utamanya, Daniel makin merasa senang karena pria itu bersama pria menyebalkan lainya.
"wah sepertinya aku akan menghabisi keduanya, dan ini akan menyenangkan," kata Daniel menyeringai.
Daniel pun bersiap saat melihat mobil kedua laki-laki itu pergi dari sebuah minimarket, saat di jalan yang sepi.
Daniel membuat kedua ban belakang mobil itu meletus, dan memasang alat pengacau sinyal.
__ADS_1
Abimanyu menghentikan mobilnya, dia turun dan melihat kedua ban, Abimanyu langsung menendang ban kempes itu.
"ah.. si*l kenapa harus kempes di sini, ini tempat sepi," maki Abimanyu.
"ada apa Manyu? kenapa kamu kesal?" tanya papa Roni.
"ini Opa, ban mobil kita kempes, dan dua-duanya, apalagi ban serep juga kempes," jawab Abimanyu.
"kenapa binggung telpon anak buah mu, jangan seperti orang susah," kata papa Roni.
"ya Opa benar, aku lupa, ha-ha-ha," tawa Abimanyu.
Abimanyu pun mencoba menghubungi para anak buah nya, tapi tak bisa, Abimanyu baru sadar jika ponselnya tak mendapatkan sinyal.
"ponsel ku tak ada sinyal opa," kata Abimanyu makin kesal.
papa Roni juga melihat ponselnya dan juga sana tak ada sinyal, tak lama mereka mendengar seperti seseorang datang.
tapi Abimanyu seperti menginggat sesuatu saat mendengar suara rantai yang bergerak.
"Opa lari, pergi dari sini," kata Abimanyu panik dan menyeret papa Roni.
"kamu ini kenapa sih, kita bisa minta pertolongan padanya," kata papa Roni.
"Opa, kita dalam bahaya opa, ayo lari cepat," kata Abimanyu menyeret papa Roni.
Daniel menarik rantai hingga tubuh pria tua itu terpelanting ke belakang, "Opa!" teriak Abimanyu yang terkejut melihat tubuh kakeknya jatuh ke belakang.
dari kegelapan muncul pria dengan topeng yang pernah di temui oleh Abimanyu rapi kali ini topeng itu sedikit berubah.
"Opa, ayo kita pergi," kata Abimanyu yang membantu papa Roni melepas rantai itu.
"percuma, meski kalian lari kalian akan mati, karena rantai itu sudah berlumuran racun, waktu kalian hanya satu jam," kata Daniel menyeringai.
"kau biad*b, kami bahkan tak mengenalmu, kenapa kau menyelakai kami, bahkan aku tak mengenalmu," bentak Abimanyu.
"aku adalah hukuman mati untuk pria kejam itu, pria yang tak punya rasa kasihan di dalam hidupnya," kata Daniel.
"aku tak mengerti apa yang kau bicarakan," kata papa Roni.
Daniel mendekat dengan cepat, Daniel mendorong Abimanyu hingga terjatuh cukup jauh dan kepalanya menghantam aspal.
"apa kau lupa dengan kejadian 35 tahun lalu, dan juga 30 tahun lalu, tuan Roni Yusman yang terhormat," kata Daniel mencekik leher pria itu.
"ak- aku tak- mengerti-" kata papa Roni terbata.
"kau lupa, dengan Yudha Sastrawinata dan juga putra keduanya Bima Sastrawinata, kau pria yang buruk," kata Daniel.
__ADS_1
"kau siapa-" kata papa Roni ketakutan dan berusaha memberontak.
tak sengaja topeng Daniel terkena tangan papa Roni hingga terjatuh, Daniel menatap penuh amarah pada pria tua itu.
"Angga.. kau sudah mati, kenapa bisa hidup lagi," kata pria itu.
"aku ingin menuntut balas padamu, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu, dan aku datang untuk menyeret mu ke neraka pria tua," kata Daniel mengambil sebuah pisau di sakunya.
Daniel langsung menikam pas di dada sebelah kiri, pas di bagian jantung, "kau harus tau, karena kau, aku harus kehilangan kedua orang tuaku, dan sekarang kau harus bertemu dengan malaikat maut dan mempertanggungjawabkan semua kesalahan mu," kata Daniel.
Daniel pun meninggalkan papa Roni yang meregang nyawa di sana, kini Daniel mengambil topengnya dan memakainya lagi.
Daniel menghampiri Abimanyu yang pingsan karena pengaruh racun dan juga akibat benturan kepalanya.
Daniel mengenggam kan pisau itu ke tangan Abimanyu, jadi sekarang hanya ada sidik jari dari Abimanyu di pisau itu.
setelah selesai Daniel pergi dari sana, karena dia akan menemani istri yang begitu di cintai nya.
Daniel tersenyum di balik topengnya saat berhasil menyingkirkan orang pertama.
tak sengaja ada mobil patroli polisi yang melewati kawasan itu karena sering di jadikan tempat balapan liar.
para polisi terkejut saat menemukan mobil dan dua orang yang tak jauh dari sana.
"kapten kita harus panggil tim forensik, ini pembunuhan," kata Arya.
"ya kamu minta bantuan, dan saya akan melihat keadaan mereka," kata Ali.
AKP Ali Suhendra adalah seorang kepala Polsek di Surabaya, dia adalah putra pertama dari Agra dan Irma.
meski ayahnya seorang TNI, tapi Ali memilih menjadi polisi dan mengabdikan hidupnya.
"pak, sebentar lagi mereka akan sampai di sini," kata Arya melaporkan.
Ali memeriksa keadaan sekitar, dia menemukan ada kamera CCTV di daerah itu, "Arya, kamu coba minta rekaman CCTV untuk bukti," perintah Ali.
"siap komandan," jawab Arya.
benar saja tak lama ambulans datang dan juga tim kepolisian untuk melakukan olah TKP.
pisau di tangan Abimanyu sudah di amankan, dan Abimanyu di bawa ke rumah sakit, sedang mayat papa Roni juga.
Ali dan timnya sedang melakukan penyelidikan dan juga olah tempat kejadian agar mengerti apa yang terjadi.
π·π·π·π·π·π·π·π·
maaf jika ada kesalahan ya, maklum author juga manusia
__ADS_1