
Billy dan Danish membawa Husna ke rumah sakit, sedang Bella mengikuti dengan Gabriel dengan mobil lain.
Husna langsung mendapat pertolongan di UGD, setelah itu baru di pindah ke ruang rawat inap.
"sebenarnya ada apa dokter dengan menantu saya?" tanya Billy.
"tuan menantu anda hanya terlalu lelah, dan juga sepertinya ada stress, jadi saya mohon untuk menjaga selalu kondisinya," jawab dokter.
"baik dok, terima kasih," kata Billy.
Bella pun menghampiri Billy, sedang Gabriel sedang berada di parkiran mobil bersama Danish.
"bagaimana pa," tanya Bella.
"dia hanya tertekan, dan kita harus menjaganya ekstra Bun, apalagi dia masih dalam keadaan berduka," jawab Billy.
"iya pa," jawab Bella.
"bang sebenarnya perasaan mu nih gimana sih, kalau memang tak ada rasa dengan mbak Husna, ya jangan di paksa," kata Danish.
"aku sendiri binggung dengan hatiku sendiri," jawab Gabriel.
"asal Abang tau ya, Daniyal langsung bisa dekat dengan mbak Husna loh, padahal tuh cowok satu biasanya paling anti sama cewek," kata Danish.
"benarkah, pantas dia begitu marah saat tau kami melukai hati Husna tadi," jawab Gabriel.
"ya begitulah adik mu itu bang," jawab Danish.
Husna baru membuka mata, dia melihat sekelilingnya, Husna kembali ingat ucapan Gabriel.
__ADS_1
Bella langsung memeluk menantunya itu, Bella tau mungkin ini adalah hal tersulit yang Husna harus hadapi.
"tenang sayang, bunda bersamamu," kata Bella.
"bunda minta dia melepaskan ku bunda, aku tak ingin hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadiran ku," kata Husna dengan tangisnya.
"tidak, bunda tak bisa kehilangan mu nak, bunda tidak bisa," kata Bella.
sedang Gabriel berhenti di depan pintu karena mendengar semua ucapan dari Husna dan Bella.
"bunda bisakah kami berbicara berdua," mohon Gabriel.
Bella pun mengangguk, Husna menahan Bella tapi Bella meyakinkan Husna untuk menyelesaikan masalah mereka.
Gabriel pun mengunci pintu kamar inap Husna, Gabriel langsung mendekati Husna.
"pergi dari sini, aku tak ingin melihat mu," kata Husna melemparkan bantal ke arah Gabriel.
"lepaskan, kau menyakitiku, kau jahat, aku tak ingin melihat mu di sini, pergi!" kaya Husna.
"maafkan aku Husna, aku hanya binggung dengan diriku, kamu sudah tau segalanya sebelum ini, dan maaf melukaimu," kata Gabriel.
"ya aku tau, dan aku tak menyangka akan sesakit ini melihat suami ku harus berpelukkan dengan perempuan lain," jawab Husna.
"maafkan aku, aku berjanji akan melupakan segalanya dan berusaha mencintaimu," kata Gabriel.
"tidak, kau pembohong, janji itu sudah kau ingkari, apa kau lupa, pergi!" teriak Husna yang menangis.
"maafkan aku, kau bisa memilikiku, tapi aku mohon maafkan aku..." mohon Gabriel.
__ADS_1
"kalian jahat, aku sudah meminta mu untuk tidak menikahiku, tapi kau memaksa dan sekarang kau menyakitiku," kata Husna.
"maafkan aku," kata Gabriel lagi.
klek... pintu terbuka, Adelia tersenyum melihat Gabriel yang mencoba meminta maaf.
"Yo.. bang Gabriel, kamu tak akan bisa mendapatkan maaf dengan memaksa, cih dasar pria pemaksa," kata Adelia masuk ke ruangan itu.
"seharusnya kau memberikan bunga yang disukai, benarkan Husna," tambah Daniel.
"kak Daniel," kaget Husna.
"hai Husna, ku rasa Simon tak akan memaafkan Gabriel begitu saja, karena membuatmu masuk rumah sakit, fan kau pasti tau apa maksudku," kata Daniel merangkul Adelia.
"ya aku tau itu, dia sama dengan mu," jawab Adelia.
"tidak, jangan memberitahu kak Simon, aku tak ingin dia melukai suamiku," jawab Husna.
"lihat bang, jangan jadi suami bodoh dengan melepas wanita tang baik bahkan membelamu, lupakan cinta itu karena di mata masyarakat kalian tetap sepupu, dan cobalah membuka hatimu," kata Adelia.
"kalian berdua kemari cuma mau menceramahi ku, kalau iya lebih baik kalian pergi dari sini," usir Gabriel.
"ayolah bro, satu bulan tak bertemu kenapa kamu makin sadis, asal kau tau aku kembali untuk Adelia dan anak kami, dan juga membantu mu," kata Daniel.
"cih, apa papa dan bunda sudah tau?" tanya Gabriel.
"mereka sudah tau dari dua hari yang lalu, karena kami yang mengakui semuanya," jawab Adelia.
"baiklah Husna, sekarang aku akan mengajarkan jurus khusus menghadapi suamimu, dan honey bawa pria menyebalkan itu keluar," perintah Adelia.
__ADS_1
"siap honey, love you baby," kata Daniel langsung merangkul Gabriel keluar kamar rawat.