
Dinda pun selesai melakukan operasi, dia di bawa ke ruang rawat dan Daniyal bersamanya.
dia pun menunggui istrinya itu dengan sangat khawatir, terlebih kondisi Dinda yang sering drop.
tapi beruntung keluarganya memiliki kenalan dokter yang bisa merawat wanita itu.
"hei sayang, bangun dong aku takut kamu tak bangun lagi," kata Daniyal.
"hei tuan muda, istrimu masih dalam pengaruh obat bius, jadi sabarlah, dan jangan membuat kamu sedih."
Daniyal juga ingin bahagia seperti keluarganya yang lain, Adelia dan Daniel, Gabriel dan Husna.
setelah tiga jam, perlahan istrinya itu membuka mata, Daniyal pun tersenyum dan segera memanggil dokter.
dokter segera memeriksa kondisi wanita itu, dan ternyata Dinda sudah tak dalam bahaya.
Daniyal pun mencium kening istrinya itu, "apa kamu membutuhkan sesuatu? atau kamu mau makan apa,biar aku Carikan sayang,"
"tidak perlu mas, aku baik-baik saja," jawab Dinda tersenyum sekilas karena masih menahan sakit.
"kamu harus sehat, setelah ini kita harus resepsi dan kemudian umroh sekaligus jalan-jalan," kata Daniyal.
"maksudnya mas jalan-jalan," bingung Dinda.
"itu adalah hadiah dari mas Daniel, dia memberikan hadiah itu berharap kita bisa makin dekat dan segera menambahkan anggota baru di keluarga kita," jawab Daniyal.
Dinda pun mengangguk, dia tak tau jika Daniyal begitu perhatian dan baik seperti ini.
tiga hari Dinda di rawat di rumah sakit, Daniyal terus merawatnya, bahkan dia tak meninggalkan istrinya itu sedikitpun, tanpa di sadari cinta tumbuh di antara mereka.
__ADS_1
hari ini Dinda akan pulang bersama Daniyal, dia tak menjengguk bu Desi karena penerbangannya menuju Samarinda tak bisa di tunda.
dia hanya menitipkan surat pada Doni, dan juga undangan yang memang sudah jadi.
psk burhan juga tak meninggalkan bu Desi, bahkan dia memiliki menemani istrinya itu di banding istri barunya.
Caca merasa ingin kabur, tapi jika dia melakukan itu, maka kakeknya yang akan terluka.
jadi Caca pasrah menjadi burung pajangan milik tuan besar kasar seperti Burhan.
karena perlakuan pria itu memang benar-benar berbeda, tapi dia berusaha untuk bisa bertahan.
tapi dia sudah kehilangan segalanya, bahkan sahabatnya aja sudah membencinya.
terlebih sekarang pria yang dia cintai juga sudah bahagia dengan istri barunya.
dan seminggu lagi mereka baru berangkat ke Samarinda untuk menghadiri acara dari Daniyal.
BI Desi merasa sedih karena tak bisa bertemu dengan putrinya yang sudah pergi.
"mas, aku izin untuk menghadiri acara pernikahan putriku ya, bersama Doni,"
"baiklah, tapi ingat kondisimu, dan apa aku perlu ikut?" tanya Burhan khawatir.
"tak perlu, tapi berjanjilah padaku untuk tidak mengusik putriku dan suaminya," kata Bu Desi.
"bagaimana aku bisa mengusiknya saat aku tak tau foto mereka," kata tuan Burhan.
"dia adalah Daniyal Harvey Utomo," saut Doni.
__ADS_1
"apa, dia suami putrimu Dinda?" tanya tuan Burhan.
"iya, jadi tolong janji padaku ya,"
tuan Burhan mengangguk dan dia tak akan mengusik pria itu, dan akan mengencangkan ikatan Caca, agar tak melukai istrinya Bu Desi.
tak terasa saat ini adalah pesta resepsi dari Dinda dan Daniyal yang dilakukan begitu meriah.
bahkan Bu Desi memberikan pertambangan miliknya pada Dinda, agar putrinya itu tak minder.
setelah resepsi mereka pun bulan madu ke Dubai setelah umrah, dan mereka menikmati perjalanan dan ternyata perjalanan itu membawa berkah.
Daniyal menemukan salah seorang rekan bisnis, dan berkat bahasa Arab yang di kuasai istrinya itu, mereka pun bisa bekerjasama dengan perusahaan Utomo groups.
"terima kasih sayang, berkat dirimu kita bisa seperti ini,"
Daniyal pun merasa bahagia karena dia bisa maju makin sukses setelah menikah dengan istrinya.
...TAMAT...
mampir ke novel baru ku yuk, tinggal klik profil nanti keluar semuanya.
__ADS_1