Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
mengunjungi.


__ADS_3

Gabriel sudah berada di rumah, dan sedang menganggu Husna. pasalnya Gabriel tak mengizinkan Husna mengajar saat ini.


"mas ih.. berhenti memainkan rambutku," kata Husna yang kesal.


"kenapa? aku menyukai rambut indah istriku, kenapa kamu yang marah," goda Gabriel.


"huh.. kamu makin menyebalkan Sekarang, seperti orang lain," kata Husna.


mendengar perkataan Husna, Gabriel terkekeh geli, dia sendiri pun mengakui sekarang lebih suka menganggu Husna.


"ayo kita liburan dek, sekalian mengunjungi keponakan yang baru lahir," ajak Gabriel.


"bolehkah, tapi bunda dan papa belum pulang ini, terus duo kembar itu bagaimana?" tanya Husna.


"biarkan saja, mereka sudah besar dan bisa menjaga diri sendiri, lagi pula nanti sore bunda dan yang lain pulang," jawab Gabriel.


"baiklah, aku akan menyiapkan keperluan kita, dan juga bertanya pada Adelia ingin menitip apa," jawab Husna bahagia.


"kalau aku jadi dirimu, aku tak akan melakukan itu," saut Gabriel yang sekarang duduk di tepi ranjang.


"kenapa?" tanya Husna binggung.


Gabriel menarik Husna hingga jatuh di pangkuannya. "karena gadis itu suka menitip hal-hal tak penting," jawab Gabriel dengan Nada manja.


Husna langsung memalingkan wajahnya karena malu, dia pun berlari untuk menyiapkan keperluan mereka.


Gabriel pun tak menyangka bisa sebahagia ini memiliki Husna, dan perlahan dia tau jika hatinya sudah di kuasai oleh istrinya itu.


sedang di walking closed, Husna masih tersipu malu, bahkan dia tak menyangka Gabriel bisa Semanis ini.


dia pun mulai bersiap, sedang Gabriel menghubungi Adelia, dan baru juga tersambung Gabriel sudah mendengar teriakan dari sebrang telpon.


"Abang kamu baru ingat punya adik perempuan hah!" teriak Adelia.


Gabriel menjauhkan ponselnya dari telinga, dia tak ingin tiba-tiba tuli karena Adelia. "hey... nyonya jangan berteriak, ingat statusmu sekarang," jawab Gabriel.

__ADS_1


"baiklah, kapan mau kesini, kamu tak ingin bertemu keponakan mu, menyebalkan cih," kata Adelia.


"ini kamu Sedang bersiap, oh ya minta suamimu untuk menjemput kami, aku tak mau terlalu banyak mengeluarkan uang," kata Gabriel.


"pelit sekali kamu bang, kasihan Husna punya suami model kamu," kata Adelia.


"diamlah, atau aku tak akan membawa oleh-oleh, oh ya mana Daniel, aku ingin membicarakan sesuatu dengannya," kata Gabriel.


"sayang, Abang El ingin bicara dengan mu," panggil Adelia pada suaminya.


danirl pun menerima ponsel dan sedikit menjauh,agar percakapan mereka tidak terdengar siapa pun.


"ya Gabriel, apa sudah menemui titik terang, siapa yang melakukan semuanya?" tanya Daniel.


"kamu tak akan percaya dengan bukti yang akan ku bawa, bahkan aku sampai memeriksanya berkali-kali," jawab Gabriel.


"wah sepertinya sangat menarik," jawab Daniel.


"pasti dan dia bukan orang asing, aku saja sudah tak sabar untuk memberinya pelajaran karena sudah bisa memainkan trik kotor pada kita," tambah Gabriel.


"itu pasti, makanya kami akan mengunjungi kalian, dan kita bisa memantau pergerakan pria menjijikkan itu," jawab Gabriel sambil tersenyum menyeringai.


"baiklah, kalau begitu, aku tunggu, dan sepertinya adikmu menginginkan sesuatu saat kalian datang," kata Daniel yang melihat Adelia sudah menatapnya tajam.


"bilang padanya, untuk menulis semua keinginannya atau oleh-oleh yang dia inginkan, dan aku tutup dulu telponnya, karena aku ingin membantu istri ku bersiap," kata Gabriel sebelum mematikan telpon itu.


"kalian bahas apa?" tanya Adelia penasaran.


"biasa sayang, bisnis kami, oh ya Gabriel bilang, kamu boleh minta apapun untuk oleh-oleh, dan dia berjanji untuk membawakan nya kemari," kata Daniel mencium pipi Adelia seraya mengembalikan ponsel istrinya itu.


Daniel pun ke ruang kerjanya, di temani kedua asisten kepercayaan miliknya. sedang Adelia masih belum sepenuhnya mengetahui rahasia kedua pria itu.


sedang di Samarinda, Husna terkejut saat Gabriel memeluknya dari belakang. Gabriel juga membantu Husna berkemas.


setelah itu Gabriel mengecek pesan dari Adelia, Gabriel melotot melihat pesanan Adelia. bahkan itu seperti memborong seluruh isi super market.

__ADS_1


"aih... dia seperti orang yang kekurangan saja, kenapa pesanannya begitu banyak," gumam Gabriel.


Husna pun ikut melihat list yang di buat Adelia, Husna tau jika itu adalah semua bumbu rempah.


dan beberapa cemilan ringan, lalu Gabriel dan Husna pergi untuk membeli semua titipan dari Adelia.


bahkan mereka harus menuju mall besar dulu, Husna terlihat begitu cekatan mengambil setiap bahan.


Gabriel sedang mengambil cemilan, saat tak sengaja bertemu dengan teman SMA nya dulu.


"Gabriel, kamu disini? kapan pulang, bos besar," sapa pria itu.


"Alex, Alhamdulillah baik, oh ya kamu disini? bukankah kamu pindah ke Jakarta?" tanya Gabriel.


"tidak bung, aku kembali karena disana tidak ada lagi yang aku perjuangkan," jawab Alex.


"kenapa, Playboy sekolah kehilangan pamornya," ledek Gabriel.


"cih.. kamu masih saja bermulut pedas dan tajam," jawab Alex tertawa.


"mas, cemilannya sudah semua," kata Husna menghampiri Gabriel.


"sudah sayang, oh ya ini perkenalkan teman SMA ku, Alex Rudianto," kata Gabriel.


"Husna," kata Husna menyatukan tangannya di depan dada.


"wah kapan nikah, kok gak ada undangan, kamu tega sekali," kata Alex.


"kami memang belum membuat pesta," jawab Gabriel.


"jangan lupa undangan nya bro, oh ya dua bulan lagi akan di adakan reuni angkatan kita, kamu datang bersama istrimu, biar dia tau bagaimana suaminya dulu saat disekolah," kata Alex.


"baiklah, insyaallah aku akan hadir bersama istriku," jawab Gabriel.


mereka pun berpisah, Husna tiba-tiba penasaran dengan suaminya dulu, Gabriel yang penuh wibawa.

__ADS_1


bagaimana saat SMA nya dahulu. karena dia juga tak memiliki kenangan indah di masa sekolah atas itu, dan hanya kenangan buruk.


__ADS_2