Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
pesan Daniel.


__ADS_3

Adelia masih di ruang rawat seorang diri, karena Bella sedang berada di kantin bersama Bu lestari.


sedang Billy pulang bersama yang lain untuk melihat keadaan di rumah.


seorang pria memastikan suasana sepi sebelum masuk ke ruangan itu, pria itu melepas masker yang dia gunakan.


pria itu mencium kening Adelia, "maaf, kau harus menghadapi ini sendiri, tapi percaya kita pasti akan bersama, tapi kau harus kuat saat ini demi calon bayimu," bisik pria itu yang kemudian pergi dari rumah sakit itu.


Adelia baru membuka matanya setelah mendengar pintu tertutup, Adelia menangis dan tak percaya.


dia seakan mendengar Daniel yang datang, tapi dia tak bisa memastikan apa benar, sedang saat Bella akan kembali tak sengaja dia menabrak seorang pasien.


"maaf, apa anda terluka," kata Bella sambil melihat pria itu.


"tak masalah Bu, saya yang harusnya minta maaf karena melamun sambil berjalan," kata pria itu sambil menunduk.


"kalau begitu saya pergi dulu ya, ayo jeng," ajak Bella pada Bu lestari.


Bu Lestari menatap pria yang mukanya di perban itu secara lekat, entah seperti dia mengenali sesuatu.


Bella dan Bu Lestari masuk dan melihat Adelia sudah menangis di atas ranjangnya, Bella langsung memeluk putrinya itu.


"kenapa sayang, bunda di sini," kata Bella.


"bunda aku mendengar suara nya, dia disini, dia bersama kami...." lirih Adelia.

__ADS_1


"Adelia, dia selalu bersamamu di sini (menunjuk jantung), dan jika kau terus seperti ini dia akan sedih nak," kata Bu Lestari.


"kalau begitu Adelia akan kuat, tapi bisakah aku tinggal di rumah ibu," pinta Adelia.


"tentu kamu tetap keluarga Sastrawinata, tapi bicarakan dengan keluarga mu terlebih dahulu nak," nasehat Bu Lestari.


Adelia langsung melihat Bella dengan tatapan memohon, Bella pun mengangguk menyetujui demi kebahagiaan Adelia.


sedang di rumah, Ali sudah datang dan mengamankan semua preman yang mengeroyok keluarga Adelia tadi.


sedang Ratih terlihat seperti orang gila dengan berteriak dan menangis tak jelas, Ali memghampiri Gabriel.


"wanita itu sehat bro, kenapa bisa begitu?" binggung Ali.


"dia stress mungkin karena putra tunggalnya mati, oh ya terima kasih ya udah beresin mereka," kata Gabriel.


"baiklah, terima kasih, dan kita bertemu saat terburuk ternyata," kata Gabriel.


Ali pun pergi bersama para anggotanya, sedang Billy baru sampai dan ternyata Gabriel sudah selesai membereskan semuanya.


"semuanya sudah beres ternyata," kata Billy menghampiri putra pertamanya itu.


"iya pa, oh ya biarkan Adelia tetap tinggal di kota ini untuk mengurus perusahaan miliknya, nanti biar aku yang mengatur orang agar bersamanya," kata Gabriel.


"papa akan menyetujui jika itu permintaan dan keinginan Adelia, lagi pula dia memiliki keluarga Kuncoro, dan Sastrawinata bersamanya," jawab Billy yang tak ingin mengekang semua putra putrinya.

__ADS_1


"dan bisakah aku kuliah di sini?" tanya Danish ikut menyahut.


"buat apa, jika kamu di sini kau akan menyusahkan opa nanti," kata Gabriel menjitak kepala Danish.


"boleh saja, asal kamu mendapat nilai sembilan di semua pelajaran saat ujian kelulusan," kata Billy yang masuk ke rumah.


"ya... itu mah susah kali pa," rengek Danish.


"itu syaratnya, jika tak bisa mending kuliah di Samarinda saja, tak usah banyak protes," kata Billy.


Danish kesal mendengar penuturan Billy, pasalnya dia di sini untuk belajar beladiri lebih dari keluarga Sastrawinata.


sedang Daniyal pun menertawakan kembarannya itu, dia tau jika Danish tak semudah mendapatkan hasil yang di inginkan Billy.


sedang Gabriel masuk ke dalam kamarnya dan mengirim email pada seseorang, dan orang itu mengatakan jika semua sudah berjalan sesuai rencana mereka.


"aku takkan membiarkan kamu sedih selamanya, ini adalah awal kebahagiaan mu Adel," gumam Gabriel.


Ali binggung dengan perasaannya, dua senang Adelia sudah sendiri tapi dia juga sedih saat melihat Adelia terpuruk.


"ada apa Ndan, kok nglamun terus?" tanya Arya yang mengejutkan Ali.


"gak ada kok, hanya saja kok ada ya keluarga yang bisa menganggu kebahagiaan orang lain," jawab Ali.


"itulah hidup Ndan, oh ya dari catatan aku pernah periksa, putra ibu tadi pernah dua kali di laporkan ke kantor karena pelecehan dan juga percobaan pembunuhan tapi selalu lolos," jawab Arya.

__ADS_1


Ali hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Arya, dia bahkan tidak ingin berkomentar sedikit pun.


__ADS_2