Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
Episode 07


__ADS_3

ini seperti sebuah kejutan karena jungkook tiba-tiba menelepon yuni aulia dan bertanya apakah ia sudah selesai dengan bimbangan nya hari ini. yuni aulia bilang bahwa ia akan selalu satu jam lagi dan jungkook menjawab akan segera menjemput nya ke kampus.


yuni aulia terpaksa membatalkan niat nya untuk pergi ke toko buku. sebenernya, yuni aulia berniat membeli referensi tentang bahan isu ekonomi internasional untuk mendukung gagasan skripsinya. namun ajakan jungkook yang langkah ini lebih penting dari segalanya.


yuni aulia sedang menunggu jungkook di pelataran halaman kampus. ia terlalu bersemangat dan menebak-nebak ke mana dia mengajaknya. apakah langsung pulang? atau, akan berakhir dengan jalan-jalan romantis?.


"yuni aulia?". panggil seorang lelaki.


yuni aulia menoleh ketika melihat seorang lelaki yang sedang berjalan ke arah yuni aulia yang berbadan tinggi, putih, penampilan model dengan kaus polos abu-abu dan kemeja biru bavy. yuni aulia memiringkan kepala saat melihat sebuah kamera mirrorless yang tergantung di lehernya.


"maaf?". tanya yuni aulia, sebenernya menanyakan dia siapa.


"aku pank jimin . panggil saja taehyun". ucap jimin.


jimin tersenyum memamerkan kedung pipinya. " maaf, kau pasti terkejut".


yuni aulia bingung sendiri harus bereaksi seperti apa. jadi, ia hanya bisa berkata. " ada apa?".


jimin tersenyum canggung, lalu menyodorkan sebuah amplop coklat pada yuni aulia. "ini, aku mengembalikan apa yang seharusnya tidak kumiliki".


kening yuni aulia berkerja samar. " apa ini?".


"buka saja". balas jimin.


perlahan yuni aulia membuka isi amplop itu dan matanya melebar ketika melihat kebo dari sepuluh lembar foto-foto nya yang diambil secara tidak sadar. pengambilan jimin sangat sempurna, letak dan sudut bidikannya sangat pas. yuni aulia memandangi semua nya, ini diambil saat ia sedang di kafetaria sendirian untuk mengerjakan skripsi yuni aulia.


yuni aulia menatap jimin tidak percaya. "ini..?".


"kumohon, jangan marah. aku mungkin tidak sopan mengambil gambarmu tanpa izin, tapi sungguh waktu itu aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengarahkan lensaku padamu. posisi, cuaca, pencahayaan, dan objektnya sangat pas. sekali lagi, maafkan aku". ucap jimin sedikit membungkuk menunjukkan betapa jimin merasa bersalah.

__ADS_1


"aku mengumpulkan keberanian untuk menemui mu, tapi kau sangat jarang berada di kampus. aku juga meminta nomor mu ke taeyung, tapi kau tidak membalas pesaku. jadi, semakin ragu untuk menemui mu". lanjut jimin.


yuni aulia masih diam sembari melihat foto-foto di tangannya. ia bingung, kenapa ia tidak safar bahwa ada orang memotretnya saat itu? apa karena yuni aulia terlalu serius? ia hanya menatap jimin yang masih menunggu jawaban yuni aulia.


jimin tampak semakin gelisah, ia bahkan mengusap belakang kepala. " waktu itu aku sedang mengikuti sebuah kompetisi untuk memotret dengan latar kafetaria, aku seharusnya izin padamu dulu. foto itu memang terlihat begitu sempurna, tapi saat aku ingin mengirimkannya hari ini. aku merasa tidak bisa, itu bukan mikikku jadi dikembalikan semua nya padamu lengkap dengan CD yang berisi soft file-nya. aku menjamin bahwa tidak ada lagi soft file gambarmu padaku. aku benar-benar minta maaf".


yuni menari napas panjang, lalu tersenyum tipis. perlahan yuni aulia merogoh kembali isi amplop itu dan mengeluarkan sebuah CD yang katanya berisi soft file dari semu foto dirinya. lalu, perlahan yuni aulia menyodorkan pada jimin.


" aku suka cara membidikmu, menurutku kau berbakat. jadi, kuharap wajahku bisa menjadi keberuntungan agar kau menang dalam kompetisi itu". ucap yuni aulia.


jimin terkejut saat mendengar kalimat yuni aulia. " A-apa? K-kau serius?".


yuni aulia mengangguk. " ambillah, anggap saja aku sedang baik dan karena aku suka hasil bidikanmu. aku akan menyimpan hasil dari fotonya ini sebagai bayaran".


yuni menaikkan amplop yang berisi foto-fotonya. "semoga kau berhasil".


jimin tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya. "terima kasi, terima kasi, aku sangat tidak menyangka bahwa..Ah, ini sulit dipercaya".


jungkook. dia sudah tiba rupanya.


kaca mobilnya diturunkan, menampakan dia yang memakai kacamata menyuruh yuni aulia untuk segera masuk. ia pikir jungkook sangat buru-buru, jadi yuni aulia langsung berpamitan pada jimin.


"aku harus pergi". ucap yuni aulia pada jimin.


jimin mengangguk dan melambai. " terima kasi dan hati-hati".


*******


mobil melaju meninggalkan pekarangan kampung. yuni aulia masih memandang hasil-hasil foto dari jimin yang luar biasa, yuni aulia tidak menyangka bisa tampak secantik itu saat di foto.

__ADS_1


"kamu tampak bahagia saat ini?". jungkook bersuara tampak menoleh kepadanya.


yuni aulia terkekeh. " Hmm. Namanya jimin, aku baru mengenalnya tadi. foto ini diambil diam-diam dan dia tadi meminta maaf padaku karena merasa bersalah, jadi dia mencoba mengembalikan semua hasil bidikannya padaku. lucu sekali".


yuni aulia masih tersenyum, tak habis pikir sembari kembali memasukan semua foto-foto itu ke dalam amplop.


"Oh, jadi istriku banyak penggemar di kampusnya?". jungkook kini melirik yuni aulia dengan kening yang berkerut.


yuni aulia menghelas napas panjang. " bukan".


lalu yuni aulia memiringkan tubuhnya untuk memeluk satu lengan jungkook yang sedang bebas karna tidak memegang setir. yuni aulia menyandarkan kepalaku di bahunya.


"aku hanya gadis biasa yang beruntung karena bertemu Oppa". yuni aulia tidak sedikit tak mengerti mengapa yuni aulia jadi manja. mungkin karena efek terlalu senang jungkook menjemputnya.


jungkook tersenyum luluh dan perlahan melepaskan tangannya dari pelukan yuni aulia untuk dialihkan ke punggung dan bahuku, sesekali tangannya mengusap kepala yuni aulia.


"aku yang beruntung menemukanmu, yuni". bisikan jungkook sambil sesekali mengecup kepala yuni.


yuni aulia sedikit mendongak "Oppa? kenapa tiba-tiba menjemputku? bukannya kau sangat sibuk?".


"benar, aku sangat sibuk sampai kepalaku nyaris pecah. aku mungkin butuh istirahat dan menjernihkan pikiran sejenak di suatu tempat". ucap jungkook.


"memangnya kita akan pergi kemana?". tanya yuni aulia.


"ketempat yang tepat untuk melakukan sesuatu yang harus kita lakukan". jawab jungkook tersenyum tipis.


"maksudnya". ucap yuni yang bingung.


"tentu saja membuat anak". jungkook menoleh pada yuni aulia yang sedang menelan saliva nya tak percaya.

__ADS_1


"Ayolah, yuni. aku sudah tidak bisa menahannya". mohon jungkook.


__ADS_2