Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
memulai dari nol ya..


__ADS_3

Husna di ijinkan pulang keesokan paginya, y karena kondisi yang sudah membaik.


Husna dan Gabriel pun memilih tinggal di rumah samping keluarga Utomo, saat sampai di rumah terlihat semua orang menyambut mereka.


Daniyal sudah tak keras kepala lagi, apalagi Daniel berhasil meyakinkan kedua adik iparnya itu.


Adelia sudah sedikit kesusahan karena perutnya, "dek kamu itu hamil berapa sih, kok kayak nya gede banget," tanya Gabriel.


"baru tujuh bulan bang, tapi entah kata dokter air ketubannya banyak," jawab Adelia.


"kalau orang biasanya bilangnya itu kembar ketuban, jadi air ketubannya bnyak seperti orang hamil kembar," kata Bella.


"dan sekarang kamu makin bulet," tambah Billy.


"ih papa mah ngejek Adelia Mulu," kata Adelia kesal.


"gak papa yang penting aku cinta kamu," kata Daniel.


"ya kamu memang bucin tingkat dewa ya," kata Gabriel.


sedang Husna merasa begitu hangat, dia sedikit demi sedikit melupakan kejadian kemarin.


"bang Daniel, kita arung bebas mau?" ajak Daniyal.


"siapa yang kalah harus rela menyerahkan brang kesukaannya," usul Danish.


"aku kan memberikan mobil ku Alphard terbaru milikku, jika salah satu dari kalian menang," kata Gabriel yakin.


"aku akan membelikan motor keluaran terbaru dari Ducati, sesuai dari keinginan kalian," kata Daniel tersenyum.


"ya.. kalian mau merampok suamiku hah," kata Adelia yang berkacak pinggang pada dua adik kembarnya.


"dasar kak Adelia pelit, kami km bertaruh kak," jawab Daniyal.


"baiklah aku jug mengganti taruhanku seperti Daniel, jadi siapa mu melawan siapa?" tanya Gabriel.


"tunggu, tapi jika kalian kalah berdua kalah, Danish dan Daniyal satu tahun motor di sita, dan hrus nik angkutan umum, boleh," usul Billy.


"ya... papa jahat sekali, kami bisa turun pamor dong," kata keduanya serempak.

__ADS_1


"terserah kalian mau atau tidak, jika tidak maka tak udah bermain," jawab Billy.


"baiklah, aku terima," jawab Daniyal yakin.


"aku pun," jawab Danish.


"sayang jika kamu tak menang, awas ya, itu sepeda motornya tak murah," ancam Adelia.


"apa salahnya untuk adik sendiri ini sayang," kata danirl mencium pipi Adelia.


"ya... Daniel Sastrawinata, kau kalah maka tidur di luar sebulan," kata Adelia.


"tak masalah, tapi apa kamu yakin bisa tidur tanpa diriku, sebulan pula," jawab danirl sambil tertawa.


Adelia langsung cemberut, pasalnya itu pasti terjadi, karena dia sudah terbiasa dengan belaian dari Daniel.


mereka pun menuju ke area belakang rumah yang sudah di sulap menjadi arena latihan, Daniel melepas semua bajunya.


terlihat otot dan juga tato yang ada, bahkan Danish tak mengira tubuh kakak iparnya itu makin bagus.


Gabriel pun sama, dia juga memiliki tato di punggungnya sebuah burung Phoenix, dan juga tubuh tak kalah atletis dari Daniel.


"kami tak takut, kami juga sudah berlatih," kata Danish pede.


Bella memilih membuat cemilan untuk para penonton, lagi pula dia sudah mulai terbiasa oleh tingkah kedua putranya itu.


"kalian berempat suit, dan yang sama akan melawan satu sama lain," kata Billy.


mereka pun melakukan yang di perintahkan Billy, ternyata Daniyal vs Gabriel dan Danish vs Daniel.


"bisa tukar gak?" tanya Danish.


"ayolah Danish jangan takut, aku tak ajan mematahkan tulang mu kok, paling buruk cuma keseleo atau babak belur," kata Daniel.


"ya Alloh, lindungi hamba dari kakak ipar model beginian," doa Danish yang membuat semua orang tertawa.


pertama Gabriel dan Daniyal yang bertarung,Daniyal sudah siap menyerang sang kakak.


saat peluit di tiup, Daniyal langsung menyerang Gabriel tanpa ampun, bahkan semua orang terkejut karena Gabriel hanya bertahan.

__ADS_1


Sagara menahan Daniyal saat Gabriel tersungkur dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"ayo bang, jangan jadi pengecut di sini, kita selesaikan ini," kata Daniyal uang di tahan Sagara.


Husna yang melihat itu menghampiri Gabriel dan mengusap darah sang suami, "aku percaya sepenuhnya pada mu mas," kata Husna.


Gabriel mencium tangan Husna, "terima kasih, aku akan membuktikan padamu," kata Gabriel yang langsung bangkit.


Gabriel pun bersiap melawan Daniyal, Sagara pun kembali melanjutkan pertarungan, Gabriel dengan mudah membanting Daniyal beberapa kali.


dan Daniyal pun mengaku kalah, merek pun berpelukan, sekarang giliran dari Daniel dan Danish.


"Danish jangn bertahan, serang ke titik tulang kering, dan juga bagian belakang!" teriak Adelia.


Daniel tertawa karena istrinya sudah berkhianat padanya, Daniel tak menyangka jika Adelia ingin adiknya itu menang.


"ahh... itu mustahil, aku masih hidup saja untung kalau harus melawan pria ini," jawab Danish.


"Janan jadi pengecut Danish, ingat yang selalu aku ajarkan, serang!" teriak Daniel.


seakan sihir, Daniel dan Danish bertarung cukup sengit, bahkan keduanya seakan seimbang, tapi Danish kalah karena kuncian Daniel.


"kedua tuan muda kalah, jadi hukuman harus di jalankan, kalian berdua faham," kata Billy.


"siap papa," jawab keduanya sedih.


Daniel melempar tabloid yang di miliki oleh Danish, bahkan Daniel sudah menyiapkan motor yang sesuai dengan yang keduanya tandai.


"seminggu lagi, kedua motor itu sampai, jika tak ada kendala, dan selamt atas ketangguhan kalian, ini hadiah kecil dari kami," kata Daniel memeluk Adelia.


"benarkah, wah... terim kasih kak Daniel dan kak Adelia," jawab keduanya.


"dan tadi mbak juga sudah mentransfer uang jajan sesuai permintaan Abang kalian berdua, jadi semangat belajarnya," kata Husna tersenyum.


"wah terima kasih mbak Husna dan bang Gabriel," kata keduanya senang.


Gabriel pun di bantu Husna masuk beserta yang lain, Gabriel sedang di obati oleh Husna, bahkan bukan merasa sakit.


Gabriel malah tersenyum setiap Husna mendekat dan meringis saat mengobati lukanya.

__ADS_1


__ADS_2