
"Op-". ucapan yuni aulia terpotong oleh ciuman lagi. ia bermaksud untuk menghentikannya karena ia berpikir ini sudah terlalu lama dan ritmenya menjadi berbeda.
ada gairah yang terasa. tidak. tidak jangan sekarang. yuni aulia lantas memberanikan dirinya untuk mengalihkan wajahnya kesamping hingga bibir jungkook berakhir ke pipi yuni aulia.
detik itu seperti membeku. mereka berdua sama-sama mengatur napas, bisa yuni aulia rasakan jungkook yang paling bekerja keras untuk mengatur deru napas dan degup jantungnya. sementara yuni aulia juga tidak bisa menahan pipinya yang panas karena malu.
satu tarikan napas panjang jungkook terdengar bersamaan dengan gerakannya menjauhkan dirinya. "maaf. aku-".
jungkook mengusap belakang kepala. "aku harusnya mengendalikan diri".
yuni aulia juga mengatur napas dan berusaha tenang. ia mencoba tersenyum. " boleh aku tidur sekarang".
yuni aulia menggigit bibi bawahnya sambil memejam malu, ia takut jungkook akan menertawakan nya.
"Hmm". jungkook malah berdem.
sepertinya jungkook juga salah tingkah. "tidurlah, aku akan pergi jika kau sudah masuk ke kamar".
seketika yuni aulia mengangguk, kemudia sedikit membungkuk dan segera melangkah maju ke kamar. ia segera menutup pintu, menyandarkan punggungnya di pintu sambil memegang dada.
yuni aulia tidak membayangkan, rasanya bisa seperti ini. ia berusaha mengatur napas dan baru bisa tenang saat samar-samat ia mendengar sura langkah kaki yang menjauh hingga suara mesin mobil yang menyala untuk meninggalkan rumah.
Ah, nyaris saja terjadi.
*********
__ADS_1
jungkook menepati janji. saat pertama kali kedua matanya terbuka yang ia temukan adalah wajah jungkook yang terlihat begitu tenang. kedua matanya memejam, bibir sensualnya tertutup, deru napasnya teratur, sebagian rambut hitamnya sedikit berantakan karena posisi bantalnya kurang pas.
kerutan di keningnya sedikit terbentuk, menandakan berapa lelahnya dia. yuni aulia menebak jungkook belum mendapatkan tidur lebih dari tiga jam, ia pasti berkerja melewati batas. jungkook memang pekerja keras.
yuni aulia menarik senyum tak kentara di tengah nyawanya yang masih belum terkumpul. menghelas napas sejenak, ia memberanikan diri mengulurkan tangan untuk memperbaiki posisi bantal jungkook. yuni aulia sedikit menarik banyaknya agar jungkook bisa berbaring dengan sempurna pada posisi yang seharus nya.
namun, yuni aulia tidak menyangka gerakan yang ia pikir sudah sangat hati-hati ini justru membuat mata jungkook bergerak. dengan segera ia berniat menjauhkan tangan, tetapi tertahan oleh jungkook yang tiba-tiba sudah menahan tangannya.
jungkook kini membuka matanya, yuni aulia gugup setengah mati. "Ma-maaf aku hanya ingin".
"selamat pagi". ucap jungkook dengan suara serak khas orang yang masih sangat mengantuk dan membuat yuni aulia terkejut.
jungkook masih sempat-sempatnya menarik senyum.
"Oppa, maaf. aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu, aku-".
"tanggung jawab". gumam jungkook seperti setengah tidur.
"Hah?". yuni aulia spontan.
"tidurlah aku kembali, yuni". pinta jungkook sedikit manja.
yuni aulia menahan geli pada perut nya. rasanya aneh melihat jungkook bersikap seperti itu. di sisi lain, ia juga bingung harus berkata apa. "bagaimana caranya membuat Opaa tidur lagi?".
semakin kesini, kenapa semakin menantang?. batin yuni aulia.
__ADS_1
yuni berpikir selama beberapa detik, sebelum akhirnya menggerakan tangannya di pipi jungkook. itu adalah ide yang paling standar dan spontan. yuni aulia mengusap pipi hingga ke bagian kepala nya dengan sangat berhati-hati.
jungkook sesekali membuka matanya yang masih sayu. sesekali juga menarik senyumnya, itu membuat yuni aulia menjadi percaya diri karena artinya jungkook menikmatinya. yuni aulia senang saat melihatnya kembali memejam dan kali ini tidak memuka mata lagi. hembusan napasnya mulai tenang dan teratur, kemungkinan jungkook sudah kembali ke alam tidurnya.
yuni aulia mengusap pipi selama beberapa menit sampai benar-benar yakin jungkook sudah kembali tidur. setelahnya, ia menghelas napas. yuni aulia perlahan bangkit dengan gerakan yang sebisa mungkin tidak menimbulkan suara yang mengganggu. ia baru tahu jungkook adalah orang yang muda terbangun, jungkook memang tidak salah memilih rumah yang jauh dari keramaian kota seperti ini, jungkook punya telinga yang sensitif.
kalau begini, yuni aulia jadi khawatir dengan pola tidurnya. seharusnya jungkook bisa mendapat kan tidur tanpa interupsi.
**********
yuni aulia tidak terlalu pandai memasak, ia juga jarang sarapan. menurutnya sarapan kadang hanya membuat sakit perut dan sangat mengganggu ketika yuni aulia punya kelas pagi. jadi, ia lebih suka kenyang karena air di pagi hari daripada kenyang karena makanannya tetapi harus izin ke toilet saat kelas berlangsung.
untungnya, minggu ini yuni aulia belum masuk kuliah. jungkook belum mengizinkannya, mungkin minggu depan. padahal yuni aulia merasa tidak bisa menunda tugas akhir nya lebih lama. ia ingin cepat-cepat lulus dan masuk ke dunia kerja.
kampus menjadi tempat yang agak aneh bagi yuni aulia semenjak gojung mulai masuk ke klub fotografi tahun lalu. ia juga punya beberapa kenalan mahasiswa yang berbondong-bondong meminta nomor ponselnya, yuni aulia bukannya tidak tetapi menurutnya cara mereka payah.
yuni aulia tidak suka lelaki yang cemen. ia benci mereka yang ingin berkenalan, tetapi harus lewat perantara. yuni aulia lebih suka lelaki seperti jungkook, dia sangat nyata, serius dan langsung tertuju pada yuni aulia. itu yang membuatnya sangat tertarik pada jungkook. jungkook selalu bisa menciptakan atmosfer yang nyaman di antara mereka.
kadang yuni aulia bertanya dalam hati, sebenernya siapa yang beruntung karena telah saling menemukan. yuni aulia atau jeon jungkook?.
"kau membiarkanku tidur hingga pukul sembilan pagi". suara jungkook membuat yuni aulia menoleh.
yuni aulia sedang menyiapkan beberapa roti panggang setidaknya ia cukup bisa membuat itu.
"Oppa buruh tidur". ucap yuni lembut.
__ADS_1
ia berjalan ke arah jungkook sambil membawa nampan yang berisikan beberapa potong roti siap makan di depannya, jungkook baru selesai mandi rambutnya setengah basah.