Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
Husna Adelia perpaduan pas.


__ADS_3

saat para wanita belum bangun, Daniel dan Gabriel sudah berangkat ke Surabaya terlebih dahulu.


Husna pun bangun dan kaget melihat Gabriel sudah tak ada di sisinya, dia pun menutup tubuhnya yang masih tak mengenakan apapun.


Husna pun bangun dan menuju ke kamar mandi sambil menyeret selimut, setelah mandi dan bersiap.


Husna turun dan melihat Adelia yang sedang sarapan, Husna pun bergabung.


"apa mereka sudah pergi lagi?" tanya Adelia.


"ya, bahkan aku tak tau dia pergi pukul berapa?" jawab Husna.


"kalau begitu kita juga harus pergi bukan," kata Adelia.


"tentu, tapi makan sarapan mu dulu Adelia, dan ku akan menyiapkan beberapa bajuku, dan mungkin aku akan pulang ke malang juga," kata Husna.


"ya dan ku akan pulang ke Samarinda, aku kesal selalu di tinggalkan sendiri di sini," kata Adelia marah.


mereka pun kembali ke kamar dan siap menyusul suami mereka, Adelia sudah mengenakan stelan kesukaannya.


sedang Husna kali ini juga mengunakan celana jeans hitam di padukan dengan atasan longgar panjang dan di rangkap dengan jaket kulit hitam.


kedua wanita itu terlihat begitu menawan, bahkan Adelia tak membawa banyak pengawal dan seorang pengasuh baby Al.


tapi saat di pesawat, Adelia tak sengaja membaca tentang laporan dari anak buah Daniel.


"brengsek, kenapa pria kecil ini makin menggila," maki Adelia.


"apa maksudmu," kata Husna mengambil iPad itu.


Husna tak percaya dengan apa yang dia baca, Husna tak mengira jika Daniyal sudah melakukan begitu banyak hal salah.


mulai dari melukai Danish dan sekarang dia mengejar Puri hingga ke Surabaya, dan Husna pun meletakkan iPad itu.

__ADS_1


"kita harus mendisiplinkan pria kecil itu," kata Adelia


"tentu, aku akan membantumu," jawab Husna.


"baiklah, kita hrus beraksi seharusnya, dan biarkan kedua suami kita tak tau, karena itu akan menyebalkan," kata Adelia.


"tentu," jawab Husna.


pesawat mereka pun sampai di Surabaya, Adelia dan Husna pun tak langsung menuju ke rumah keluarga Kuncoro.


tapi mereka menuju ke sebuah base camp yang pasti akan menjadi tempat persembunyian dari Daniyal.


Adelia bahkan masih sempat menyusui putranya, saat Daniyal datang dengan wajah lebam.


sedang Husna sedang berantai sambil mengupas apel. "hai dek, kamu baru di hajar kakak-kakak mu? kenapa kamu lakukan itu, kamu kan tau Puri itu sepupumu," kata Adelia


"aku tak yakin karena cinta, karena kamu bukan pria yang akan meninggalkan keluarga demi seorang gadis," kata Husna yang berdiri menghampiri Daniyal.


"karena gadis itu terus berada dalam bahaya jika masih nekat bersama Arjuna," kata Daniyal.


"maaf tapi semua sudah terlanjur mbak, dan aku tak bisa menarik kembali kata-kata ku," kata Daniyal sedih.


"baiklah, biar aku yang menjelaskan pada kedua kakak pria bodoh mu itu," kesal Adelia.


"sudahlah, kita ke rumah opa saja, dan Daniyal kamu sembunyi dulu," perintah Adelia.


"baik mbak," jawab Daniyal.


mereka berdua pun pergi bersama para pengawal dan juga pengasuh. tapi Adelia ingin melihat bagaimana keluarga calon dari Puri.


akhirnya mereka pun memutuskan untuk bertamu ke rumah keluarga Yusman.


saat baru masuk Adelia pun tak mengira jika keluarga itu tak kalah dari keluarga Utomo.

__ADS_1


Kania pun menyambut kedua sepupu Puri itu dengan hangat, bahkan Kania begitu senang saat bisa mengendong bayi Al.


"wah ada tamu rupanya," kata Bhara melihat dua wanita yang bersama Kania.


"maaf om, kami hanya ingin mengenal calon mertua dari sepupu kami," kata Husna sopan.


"tidak masalah, dan aku senang jika kalian mau bermain," kata Bhara.


mereka pun dengan mudah akrab, apalagi Bhara yang juga menyukai anak kecil.


tapi tak lama ada gerombolan orang menyerang rumah keluarga Yusman itu,bahkan gerombolan itu lebih dari toga puluh orang.


Husna susah memakai sarung tangan miliknya, sedang Puri juga menyiapkan pisau miliknya.


Bhara dan ke-tiga wanita itu keluar, dan pengawal Adelia sudah kalah begitupun milik Husna.


"cih, terlalu lemah," kata Adelia.


"kalian masuk dan bersembunyi di dalam," kata Bhara.


"terus membiarkan om mati di sini karena di kroyok, jangan egois om, kami itu istri dari pria yang terkenal sangat kejam," kata Adelia.


"mari kita bermain Adelia," ajak Husna.


"tentu kakak ipar," kata Adelia.


keduanya pun maju ke depan, Bhara dan Kania terkejut melihatnya, dua gadis dua cara memegang pisau.


Adelia mengunakan dua pisau saat bertarung, sedang Husna saru pisau di tangan kanan.


Bhara pun ikut bertarung, Adelia terlihat begitu lincah dan begitu kejam bahkan dia sempat tertawa saat membunuh orang


sedang Husna terlihat biasa, tapi begitu mematikan, satu tusukan bisa membunuh musuh.

__ADS_1


tak lama Arjuna dan dua suami mereka datang, Gabriel dan Daniel pun ikut bergabung. dan mereka adalah pasangan paling kejam yang pernah keluarga Yusman saksikan.


__ADS_2