Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
syukuran.


__ADS_3

rombongan pun pulang dari jalan-jalannya, Husna langsung memeluk Ella erat.


"selamat ya, jaga baik-baik kalau kak Simon resek pukul saja toh badannya gede," kata Husna.


"hey... dasar gadis ini, tolong tuan muda kaya, ajari istrimu ini," kata Simon pada Gabriel.


Gabriel tersenyum dan mengusap kepala Husna, "selamat kakak ipar, jaga keduanya dengan baik," kata Gabriel memeluk Simon.


"terima kasih, semoga kalian lekas menyusul," kata Simon.


tiba-tiba raut wajah Husna berubah, Husna pun langsung merasa sedih, pasalnya tubuhnya terlalu lemah.


Gabriel yang melihat Husna pun langsung mencium tangan istrinya itu, "Allah akan menunjukkan kebesarannya sayang, kita harus tetap berdoa," kata Gabriel.


Husna pun memeluk Gabriel denhan erat, Bella juga menguatkan menantunya itu.


mereka pun melakukan pesta barbeque bersama, sambil menikmati hiburan yang di persiapkan untuk warga desa.


saat malam hari para wanita sudah bersiap istirahat, sedang Gabriel dan yang lain masih duduk di luar rumah.


tiba-tiba segerombolan orang menyerang mereka, Husna yang mendengar keributan pun keluar bersama Adelia.


keduanya terkejut melihat para suami dan yang lain sudah di keroyok oleh seratusan preman.

__ADS_1


"tunggu di sini," kata Husna yang mengambil tongkat bisbol untuk membantu suami dan keluarganya.


Husna pun berhasil melumpuhkan beberapa orang, Siena juga keluar dan membantu mereka semua.


Husna kini bertarung bersama Siena, akhirnya para preman itu kalah, Gabriel pun tersenyum kearah Husna.


"mas!" teriak Husna berlari kearah Gabriel.


Gabriel merentangkan tangannya tapi ternyata Husna mendorong Gabriel ke samping, Husna menerima sebuah tikaman di dada kirinya.


juragan Wisnu yang menancapkan pisau itu, kemudian pria itu mencabut pisau itu.


Husna pun terjatuh ke tanah, Gabriel pun langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"maafkan aku...." lirih Husna sebelum pingsan.


Simon memukul juragan Wisnu denhan cukup kuat, hingga pria itu terkapar.


Simon ingin membunuhnya, tapi Daniel menahannya, "tidak Simon, ingat istrimu sedang hamil," kata Daniel.


"tapi Husna terluka parah," kata Simon meneteskan air mata.


"bawa ke rumah sakit, aku akan menyusul sebentar lagi," kata Daniel.

__ADS_1


Billy pun membawa mobil di kawal kedua putranya untuk membuka jalan agar mereka segera sampai.


akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit, dan Husna langsung di bawa ke ruang operasi.


tenyata mereka butuh donor darah, karena persediaan darah sedang kosong.


kebetulan Daniyal dan Danish memiliki golongan darah yang cocok.


keduanya pun mendonorkan darah, operasi berjalan lancar meski memakan waktu cukup lama.


dokter pun menghampiri keluarga Husna, "bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Gabriel.


"Alhamdulillah, istri anda masih dalam lindungan Allah tuan, meleset sedikit saja, maka luka itu busa tepat di jantungnya, dan mohon jaga kondisi istri anda, karena ternyata dia sedang hamil tiga Minggu," kata dokter.


"apa hamil, Husna..." kata Gabriel langsung sujud syukur.


Billy pun memeluk putra pertamanya itu, kini keluarganya akan makin besar dengan anggota baru.


"baiklah pasien masih di ruang ICU untuk observasi pasca operasi, kalau begitu saya permisi," kata dokter.


Gabriel pun mengangguk, dia pun begitu senang dengan kabar ini.


"apa perlu aku membuat pria tadi menyesal," kata Daniyal.

__ADS_1


"itu tak perlu, karena aku yang akan membuatnya membayar segalanya," kata Gabriel dengan datar.


__ADS_2