Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
menarik..


__ADS_3

Husna membawa hasil ulangan dari kelas IPS itu, saat melihat jawaban para murid Husna tersenyum sendiri.


sedang Bu Laila hanya tak menyangka jika Husna bisa tak marah setelah dari kelas neraka itu.


"Bu Husna baik-baik saja?" tanya Bu Laila kagum.


"memang kenapa Bu?" tanya Husna.


"ibu Baru keluar dari kelas neraka, banyak guru yang mengeluh saat mengajar di sana, bahkan pak Hadi selaku wali kelas saja berulang kali terkena jebakan," kata Bu Laila.


"Bu Laila, kita selaku guru mungkin di sukai dalam metode belajar, tapi saya punya metode sendiri menghadapi murid seperti mereka," kata Husna.


"boleh minta saran, Krena saya sudah pusing menghadapi mereka semua," kata Bu Laila.


"coba ibu tempatkan diri sebagai teman, atau jadi murid, mereka akan respek di banding kita menganggap diri kita sebagai guru yang harus di takuti," jawab Husna.


Laila hanya mengangguk mendengar penjelasan Husna, dia menyadari itu, "terima ksih Bu, insyaallah nanti saya coba ya," kata Bu Laila.


"oh ya hampir lupa, lusa ada pertemuan dengan pemilik yayasan, ibu harus ikut ya, dan sepertinya pak Utomo mau ada pengumuman penting," kata Bu Laila.


"siap Bu," jawab Husna.


saat jam istirahat, Husna akan ke kantin membeli teh hangat, tapi dia malah melihat kelas 2 IPS belum keluar.


Husna pun penasaran dan melihat kelas itu, ternyata semua murid sedang mendapat hukuman.


Husna malah tersenyum dan meninggalkan kelas itu, Husna pun datang ke kantin yang tak jauh dari kelas itu.


"ibu teh hangatnya satu ya," pesan Husna sopan.


"walah ibu guru, kok repot datang ke sini, bisa telpon biar saya yang antar ke kantor," kata ibu kantin.


"tak masalah Bu, oh ya itu anak kelas dua IPS kok gak keluar untuk istirahat, kenapa ya?" tanya Husna.


"ibu gak tau ya, mereka sedang mengerjakan tugas dari pak Hadi, padahal ibu tau pak Hadi itu super killer, Krena kelas itu sudah mendapat peringatan dua kali," jawab salah seorang murid.


"wah terima kasih atas informasinya," kata Husna.


"sama-sama Bu," jawab murid pria yang kemayu itu.


Husna pun membeli beberapa cemilan dan juga roti untuk kelas itu, dan juga beberapa gelas air mineral.


Husna membawa teh hangat miliknya, sambil menenteng kresek merah besar masuk kedalam kelas.

__ADS_1


"selamat siang semuanya, ini ada sedikit makanan, di makan ya," kata Husna yang pergi dari sana.


Lutfi dan Dwi binggung melihat Husna yang membelikan kelas mereka makanan, sedang guru yang lain seakan cuek.


"sudah ku bilang kalau guru itu berbeda dari yang lain," kata Dwi.


saat sampai di kantor Husna pun mengirimkan pesan pada Gabriel, hanya sekedar menginggatkan untuk mkan siang.


hari pertama Husna mengajar cukup lancar, kini Husna bersiap akan pulang, tapi dia ingat jika ingin membuat makanan kesukaan Gabriel.


Husna pun menuju supermarket dan membeli beberapa kebutuhan, Husna melihat ponselnya dan tak ada balasan dari Gabriel.


Husna pun tak ambil pusing, mungkin Gabriel sedang sibuk, saat sedang asik memilih seseorang menepuk pundaknya.


"assalamualaikum ukhti, ya Alloh kamu makin cantik saja," kata Latifa.


"waalaikum salam, maaf ya kita malah ketemuan di sini," kata Husna berpelukan dengan sahabatnya itu.


"gak papa lagi, kamu ke sini sendiri? oh ya aku boleh dong kenal suamimu," kata Latifa.


"boleh dong, tapi dia sedang bekerja, oh ya mana si kecil?" tanya Husna.


"itu sama abinya, kebetulan aku juga mau belanja kebutuhan si kecil juga," kata Latifa begitu senang.


"baiklah, ayo," jawab Husna.


pasalnya keduanya memang sahabat yang begitu dekat,dulu Furqon menyukai Husna tapi ternyata dia sudah sudah di jodohkan dengan Latifa.


tapi Furqon menerima dan saat ini dia begitu mencintai Latifa, dan melupakan cintanya pada Husna.


"mas Furqon, apa kita bisa main ke rumah Husna dulu nanti?" tanya Latifa.


"tentu boleh, asal tak merepotkan tuan rumah,lagi pula kita belum mengucapkan selamat atas pernikahan mereka," kata Furqon.


"terima kasih kalian mau datang, tapi aku tak yakin suamiku bisa pulang tepat waktu, karena dia sangat sibuk," jawab Husna.


"tak apa, aku hanya ingin ngobrol dengan mu lebih lama teman," jawab Latifa.


ketiganya pun berbelanja bersama, sedang di kantor Gabriel baru selesai rapat sejak tadi.


bahkan Gabriel pun lupa makan siang karena pekerjaan yang begitu menumpuk dan juga proyek yang terkendala.


Sagara datang membawa makan siang milik Gabriel meski sedikit telat, "ini makan siang tuan," kata Sagara menaruh di meja.

__ADS_1


"kamu sudah makan?" tanya Gabriel.


"belum tuan," jawab Sagara.


"kalau begitu makanlah dengan ku," ajak Gabriel.


"terima kasih tuan," jawab Sagara.


Gabriel merasa masakan yang di pesan Sagara tak seperti biasanya, bahkan lebih enak, Gabriel pun langsung bisa menghabiskannya.


"kamu beli di mana Sagara, karena tak seperti biasanya?" tanya Gabriel.


"ini bekal anda dari nyonya Husna tuan, tadi sebelum anda turun nyonya memberikannya padaku," jawab Sagara.


"pantas saja enak, ya Alloh aku lupa tak mengabarinya," kata Gabriel.


Gabriel pun mengambil ponselnya di meja miliknya dan menerima beberapa pesan dari Husna.


bahkan Gabriel di kirimi foto Husna dan sahabatnya yang sedang bertemu, dan juga meminta izin untuk mengundang mereka ke rumah.


"Sagara minta pak Andi untuk menyiapkan makanan, karena sahabat Husna akan berkunjung ke rumah, dan aku harus menyelesaikan semua pekerjaan karena tak ingin mengecewakan istriku lagi," kata Gabriel.


"baik tuan," jawab Sagara yang pergi seraya membereskan semuanya.


Husna pun memimpin mobil Furqon menuju ke rumahnya, saat memasuki gerbang, Latifa tak menyangka jika suami Husna orang kaya.


mereka pun berhenti di rumah ke dua, meski begitu terlihat begitu mewah dengan model minimalis.


pak Andi meminta para pelayan untuk membantu Husna membawa belanjaan.


"selamat datang nyonya muda, dan para tamu," sapa pak Andi.


"loh pak Andi di sini, terus di rumah utama?" tanya Husna.


"sekarang saya akan menjadi kepala pelayan di sini nyonya, sedang di rumah utama, nyonya besar dan nyonya sepuh bisa memimpin pelayan langsung," jawab pak Andi.


"baiklah pak, apa mas Gabriel sudah pulang?" tanya Husna.


"belum nyonya, mati silahkan masuk dulu," kata pak Andi.


"ayo mas Furqon dan Latifa masuk, anggap saja seperti rumah sendiri," kata Husna.


Latifa dan Furqon kagum saat masuk ke rumah berlantai dua itu, bahkan terlihat begitu mewah.

__ADS_1


"Husna suamimu ini kerjanya apa? kok bisa sekaya ini? bukankah dia itu pria yang kau ceritakan?"tanya Latifa.


"iya, dia pria yang di jodohkan oleh ayah, dia hanya pekerjaan di perusahaan pertambangan dan perkebunan," jawab Husna sambil tersenyum.


__ADS_2