
Arjuna sedang marah dan meluapkan emosi nya pada saudara kembarnya yang tak bisa menjaga sikap terhadap Adelia.
"Manyu sudah ku katakan, berhenti menganggu Adelia, kau tak sayang dengan papi dan mama hah!" bentak Arjuna.
"kenapa? apa salahnya dua juga seorang janda, oh ya kenapa kau begitu takut, tak akan ada yang berani menyakitiku," kata Abimanyu sambil merokok.
"terserah, kau ternyata tak pernah kapok, jika kau berurusan dengan Gabriel jangan cari diriku untuk membantumu, aku lelah, kamu kembali ke kantormu," perintah Arjuna.
"cih, kau seperti papi terus mengatur ku," kata Abimanyu yang meninggalkan kantor milik Arjuna.
"itu karena kami tak mau kehilangan dirimu, kau sudah di peringatkan berkali-kali oleh Daniel," gumam Arjuna.
sedang di rumah Adelia baru bangun dan merasa lapar, Adelia kaget sudah berada di kamar.
Adelia pun mencuci muka dan setelah itu menuju ke dapur, dia mencium bau masakan yang tak asing.
Adelia membuka tudung saji diatas meja, Adelia langsung terduduk melihat masakan itu tertata rapi.
Adelia kembali teringat Daniel yang selalu tersenyum saat membuatkan pasta dan pie buah kesukaannya.
"ada apa sayang, ada yang sakit?" panik Bu Lestari yang melihat Adelia menangis di meja makan.
"ibu... aku rindu mas Daniel," kata Adelia seraya menangis.
"maafkan ibu yang menginggatkan mu pada Daniel, ibu hanya ingin kamu makan banyak dan memasak pasta kesukaan mu sayang," kata Bu Lestari mengusap rambut Adelia.
"iya Bu, maaf Adelia jadi cenggeng sekarang," kata Adelia.
sedang di sebuah apartemen, seorang pria memandangi semua foto musuhnya yang masih belum mendapat balasan.
pria itu pun menelpon seseorang, "peringatkan dia agar tak menganggu milikku, atau dia ingin menyusul kakeknya," kata pria itu datar.
"jangan membuat masalah, aku akan membuatnya berhenti menganggu Adelia," kata Gabriel yang menjawab telpon pria itu.
Gabriel pun menutup telponnya dan menghembuskan nafasnya, dia tau jika saat ini Adelia yang harus di lindungi.
karena Abimanyu dan Ali yang mulai mendekat, dan itu akan membuat orang yang begitu mencintai Adelia murka.
tok... tok.. tok...
"masuk," jawab Gabriel.
"kamu lagi sibuk nak?" tanya Billy.
__ADS_1
"tidak pa, apa ada sesuatu?" tanya Gabriel yang menghampiri Billy yang duduk di sofa.
Billy mengeluarkan sebuah amplop coklat, saat Gabriel meliht isinya dia terkejut, bahkan Gabriel langsung meremas kertas itu.
"apa ini pa?" tanya Gabriel dingin.
"itu adalah perjanjian dari bang Reino dengan sahabat nya nak, dan saat ini hanya kamu yang bisa memenuhinya," jawab Billy.
"kenapa? kenapa ayah melakukan ini padaku?" kata Gabriel.
"itu kesalahan bunda nak, maafkan bunda, seandainya kamu tidak membut janji itu," kata Bella yang ikut masuk saat mendengar Gabriel mulai menaikan suaranya.
"tapi bunda tau kan aku mencintai siapa? aku tak bisa melukai gadis yang aku cintai," kata Gabriel memegang kepalanya.
"bunda tau ini melukai kalian, tapi hanya kamu yang bisa membantu, karena dia hanya memiliki dua putri, dan yang memberikan janji juga ayah mu," jawab Bella.
"kenapa dulu bunda tak bilang, setidaknya aku bisa membunuh cintaku pada Puri dan tak akan melukainya, jika seperti ini pasti dia sakit bunda," jawab Gabriel.
"seandainya bisa, bunda membatalkan perjanjian itu, tapi Aziz dan Mila meminta dirimu untuk salah satu putri mereka," kata Bella.
"tunggu biar Gabriel yang bicara pada mereka dan membujuknya," mohon Gabriel.
"tidak bisa," jawab Bella mengeleng.
"kenapa bunda, Gabriel akan memberikan apapun yang mereka inginkan tapi Gabriel tak bisa menikahi salah satu putrinya," jawab Gabriel.
dunia Gabriel runtuh seketika, ini berarti dia terikat janji hidup mati dari orang tuanya.
Gabriel tak mungkin bisa menikahi putri sahabat Bella seperti perjanjian Reino dan Aziz.
Gabriel tak ingin melukai Puri, tapi di sisi lain dia bisa saja kehilangan Bella.
"tolong beri waktu pada Gabriel waktu," jawab Gabriel.
"maaf Gabriel waktu kita tak banyak, Minggu depan kita harus terbang ke malang untuk menemui mereka," jawab Billy.
Gabriel makin tak bisa berpikir jernih, bagaimana dia bisa mengatakan pada Puri tentang semua ini.
pyaar... sebuah vas bunga pecah tersenggol oleh Puri yang tak sengaja mendengar percakapan ketiga orang itu.
Puri langsung berlari keluar rumah dan pergi dari rumah Utomo, Puri tak menyangka jika Gabriel sudah di jodohkan sejak lama.
Gabriel mengejar Puri tapi tak bisa menahannya, Gabriel hanya bisa melihat mobil itu pergi menjauh.
__ADS_1
Gabriel pun menyusul mengunakan mobil miliknya, Bella masih menangis melihat putranya yang harus berkorban.
mobil itu berhenti di rumah miliknya, dan Mega kaget melihat putrinya yang datang dengan tangisan.
Puri berlari menuju ke kamarnya dan langsung mengunci pintu, dunia nya hancur saat tau pria yang dia cintai akan menjadi milik wanita lain.
Mega pun mengetuk pintu kamar Puri, tak lama Gabriel pun datang dengan wajah yang panik.
"aunty di mana Puri?"tanya Gabriel cemas.
"dia di dalam kamar, kalian kenapa? tadi dia sudah pamit ingin menginap di rumah utama?" tanya Mega.
"ini kesalahan ku aunty, Dia mendengar percakapan ku dengan bunda dan papa, dan dia langsung pergi tanpa mendengar penjelasan ku," jawab Gabriel.
"sebenarnya apa? kamu tau kondisinya kab Gabriel," kata Mega yang mendesak Gabriel.
"sebenarnya aku sudah di jodohkan oleh ayah dengan putri temannya, dan juga sudah ada surat perjanjian," kata Gabriel menunduk.
plak... tamparan keras mendarat di pipi Gabriel, Mega tak menyangka harus melihat putrinya terluka.
"kau berani menyakiti putriku, apa salahnya!" bentak Mega emosi.
"itu bukan salahnya Mega, mbak Bella sudah mengusahakan agar perjanjian itu batal, tapi tak bisa karena kematian mas Reino membuat perjanjian itu tidak bisa di batalkan," kata Angga yang baru pulang.
"maksudnya mas?" tanya Mega.
"itu perjanjian untuk menyelamatkan Gabriel kecil, bahkan mas Reino yang meminta mas Aziz bisa meminta apapun saat dia bisa menyelamatkan Gabriel," kata Angga.
"memang apa yang terjadi pada Gabriel?" tanya Mega.
Angga pun terpaksa mengungkit semuanya saat ini, karena demi kebaikan putrinya yang harus bisa menerima hal ini.
"Gabriel kecil memang tumbuh baik, sampai dia didiagnosa menderita gagal ginjal dan membutuhkan donor segera.
dan di saat itu semua orang melakukan tes tapi tak ada yang cocok, tapi mas Aziz datang bersama istrinya dan ikut melakukan tes kecocokan.
dan ternyata Aziz memiliki kecocokan dengan tubuh Gabriel, dan Reino pun bisa melakukan apapun untuk kesehatan sang putra.
tapi mas Aziz mengatakan jika dia akan memintanya suatu saat nanti, dan itu terjadi sebelum kejadian mematikan itu terjadi.
tepatnya sebulan sebelum kematiannya mereka melakukan perjanjian yang akan mengikat anak-anak mereka, karena mas Aziz tak percaya kepada orang lain.
itu permintaan dari mas Aziz dan ayah mu pun menyetujui karena dia sudah berjanji, dan saat ini dia meminta janji itu.
__ADS_1
maka kamu harus mau memenuhinya sebagai putra dari Haikal Reino Wijaya," penjelasan Angga.
Mega tak percaya jika Gabriel pernah sakit separah itu, dan Bella dan Reino menyembunyikan dari keluarga Utomo.