
"yakin, bukan ada noda ysng sedang kamu sembunyikan mas?" tanya Husna.
"tidak dek, aku tak menyembunyikan apa-apa kok, kamu mau jalan pagi?" tanya Gabriel mencari topik lain.
"di jam tiga pagi sayang, dingin," jawab Husna membuatkan wedang jahe untuk Gabriel.
"terima kasih," kata Gabriel menghampiri Husna.
"berhenti membuat sesuatu yang mencurigakan mas, aku tau mas dan Daniel pasti membuat permainan lagi," tebak Husna.
"ya, mau bagaimana, mereka terlalu sering membuat masalah, dan kamu juga tau hukum kita bagaimana bukan," jawab Gabriel.
"tapi aku takut jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi padamu mas," kata Husna.
"tenanglah, kami melakukan nya dengan cara yang begitu rapi, oh ya aku juga sudah membuat perhitungan dengan juragan Wisnu, sekarang semua perkebunan teh miliknya sudah menjadi milikmu," kata Gabriel sambil menyeruput wedang jahe miliknya.
"apa? kenapa? mas aku gak mau berurusan dengan pria menyebalkan itu," kata Husna memohon.
"hei, kamu istri seorang Gabriel Harvey Kuncoro, tidak boleh takut dan menunduk di depan orang lain, harus selalu tegap dan percaya diri, aku membelinya bahkan dengan harga cukup tinggi, aku akan mendirikan pabrik di sini dan kak Simon yang akan mengelolanya, kamu lupa," kata Gabriel.
"huh... aku masih belum terbiasa jadi istri seorang pengusaha kaya, aku ingat suamiku cuma pekerja di perusahaan opa," jawab Husna tersenyum.
"he-he, kamu menghina suamimu yang kaya ini, dasar nakal, sekarang harus mau terima hukumannya," kata Gabriel mengendong Husna ke kamar.
__ADS_1
"mas..." kata Husna yang sudah menerima seragan dari Gabriel.
Gabriel langsung menidurkan Husna di ranjang dan mulai mencium dan memberi rangsangan pada istrinya itu.
Gabriel pun mencium tengkuk Husna, Husna berbalik dan menindih tubuh Gabriel.
Husna menggigit kuping Gabriel kemudian turun ke leher, akhirnya malam panjang keduanya pun terjadi.
sedang di tempat lain, Adelia sudah takluk oleh Daniel yang baru saja pulang.
Adelia selalu kalah dengan Daniel saat berdebat dan berakhir di ranjang dengan kekalahannya.
"sekarang mommy tidur ya," kata Daniel mengusap rambut Adelia.
"maafkan aku, aku hanya ingin membungkam mulut orang yang melecehkan mu, dan sekarang dia sudah jadi santapan hewan peliharaan baby Nathaniel," jawab Daniel.
"terserah kamu Daddy, aku tak peduli," jawab Adelia.
Daniel pun mencium pundak Adelia, kemudian memeluknya, "seperti nya Niel butuh adik, aku akan berusaha keras agar mommy cepat hamil lagi," kata Daniel.
"tidak dia masih satu tahun, aku masih ingin melihatnya besar sedikit lagi," jawab Adelia yang berbalik dan memeluk tubuh Daniel.
"baiklah, terserah mommy," jawab Daniel yang tidur sambil berpelukan.
__ADS_1
pagi harinya, Gabriel bangun dan melihat Husna masih di pelukannya tapi terdengar sayup-sayup keributan di luar.
Gabriel pun bangun dan memakai kaos miliknya, dia mengintip dari balik jendela.
ternyata sebuah mobil pick-up sedang berkeliling mengagumkan tentang pasar malam yang di adakan oleh juragan Wisnu.
"dasar pria bodoh, kamu akan jatuh miskin sebentar lagi," gumam Gabriel.
Husna bangun dan mengambil jubah satin miliknya kemudian memeluk Gabriel dari belakang.
"ada apa mas? seperti nya begitu ramai di luar?" tanya Husna.
"ada orang yang membuat pasar malam selama tujuh hari gratis, mau ikut melihatnya?" tanya Gabriel.
"tidak mau, aku maunya di ajak ke Disney land," goda Husna.
"tunggu baby Noel besar, untuk sementara kita ke Jatim Park dulu saja ya, karena aku juga sudah tak memiliki cuti tahunan," kata Gabriel.
"iya mas, aku hanya bercanda, kota ke Jatim Park saja, kebetulan semu ada di sini kan, kita bisa pergi bersama," jawab Husna.
"baiklah, kalau begitu biar aku buatkan sarapan untuk istri tercintaku ini ya," kata Gabriel sambil mencubit pipi Husna kemudian menciumnya.
"dasar mesum," kata Husna tersenyum pada Gabriel.
__ADS_1
dia tak mengira suaminya bisa se bucin ini saat sudah jatuh cinta, bahkan Gabriel begitu posesif Padanya.