Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
Episode 03.


__ADS_3

"Ak-aku baik". ucap yuni aulia yang mendadak gugup saat jungkook mendekati bangkar. jungkook bahkan tak meminta izin untuk mengusap bahu yuni aulia.


"kau akan segera sembuh, jangan terlalu banyak bergerak". ucap jungkook lembut.


dari jarak terdekat ini, yuni aulia bisa melihat dengan jelas wajahnya yang bisa dibilang tampak sangat muda untuk usia mendekati kepala tiga.


"jika butuh apa pun katakan padaku". jungkook tersenyum hangat.


yuni aulia masih sulit mempercayai bawahan jungkook berusia duapuluh sembilan tahun. apakah karena dia berkerja di perusahan pembuat gim? jadi, dia selalu bersenang-senang dan membuatnya tampak lebih muda.


"dimana ibumu?". tanya yuni aulia spontan.


"setelah operasi mu, dia pergi ke suatu tempat. lusa, dia harus sudah harus ke india. dia akan kesini setelah urusannya selesai". jungkook duduk kembali dikursinya.


jungkook mengambil satu tangan yuni aulia untuk digenggam dan diberi kehangatan. "keluargamu tidak datang?".


yuni aulia menggeleng samar. " aku tidak memberi tahu mereka bahwa ini adalah harinya, aku sedang tidak ingin berbicara dengan terlalu banyak orang. aku ingin ketenangan, kurasa itu yang aku butuhkan".


jungkook menarik senyum manis, lalu menempelkan tangan yuni aulia di pipinya.


"Apa ini berarti kau juga membutuhkan ku?". tanya jungkook dengan melemparkan pandangan hangat yang menggoda.


"oppa". yuni aulia menarik turun tangannya dari pipi jungkook. ia selalu berhasil membuat pipi yuni aulia memanas.


yuni aulia selalu bertanya. sudah berapa wanita yang jungkook kencani selama ini, karna jungkook sepertinya sudah sangat pandai membuat wanita merasa nyaman padanya. setiap kali yuni aulia menanyakan hal itu, jungkook selalu bilang bahwa itu tidakalah penting karena dia sudah sangat nyaman bersamanya.


Bodohnya yuni aulia selalu luluh.


jungkook masih tertawa den menggoda yuni aulia karena reaksi yuni aulia pada jungkook, sampai akhirnya ponselnya berbunyi. jungkook mengangkat nya, wajahnya tampak serius. jungkook mengangguk beberapa kali selama menerima panggilan yang sepertinya dari tempat kerjanya. jungkook mematikan ponselnya, lalu memadukannya lagi kedalam saku.


"Ada masalah?". tanya yuni aulia, merasa ada yang aneh dengannya.


"bukan masalah besar. aku hanya harus lembur nanti malam apa kau terganggu jika aku menginap disini dan membawa laptopku?". tanya jungkook.


"aku tidak keberatan". jawab yuni aulia lembut.


"terima kasi. Gim memang harus terus di upgrade, huh". jungkook menghembuskan napas kelas, lalu mengusap.

__ADS_1


yuni aulia menaikan sebelah alisnya. "apa kau sering lembur?".


jungkook diam beberapa detik sebelum akhirnya menarik napas panjang. " Biasanya mendekati waktu-waktu peluncuran saja dan biasanya, aku tidak tidur sama sekali".


"bagaimana bisa?".mendengarnya yuni aulia jadi khawatir.


"aku tidak akan kurang tidur karna aku selalu mencicil tidurku saat siang. di mobil atau ruangan kerja saat rapat selesai, itu sudah hal yang biasa di kantor". jungkook mengambil tangan yuni aulia lagi.


"Apa yang kau keberatan dengan semua itu? kupikir aku sudah menceritakannya kepadamu tentang perkerjaan ku?". kali ini jungkook yang tampak khawatir. apa jungkook berpikir ini akan mengubah yuni aulia?.


"apa yang kau bicarakan? setiap orang punya kesibukan, setelah ini aku juga akan sibuk kuliah". jawab yuni aulia tenang.


jungkook menipiskan matanya. "kuliah".


yuni aulia mengangguk. "iya, kenapa?".


"Hmm, apakah kau tidak apa-apa jika nanti kuliah sambil hamil? karena, secepatnya aku harus menghamilimu". jungkook mengucapkannya dengan santai, sementara pipi yuni aulia memanas.


"yab! Oppa! haruskah itu ditanyakan?". tanya yuni aulia.


"tapi, tidak bisakah kita tidak terlalu menjadikannya hal yang perlu dibahas secara terang-terangan? maksud ku, biarkan saja semua terjadi sesuai waktu nya". ucap yuni aulia.


jimin terkekeh sambil sedikit menurunkan kepalanya. dia seperti merasa tidak enak dan malu atas ucapannya tadi.


"Ah, baiklah. maaf". jungkook berdiri lagi untuk menatap yuni aulia lebih dekat, lalu mengecup keningnya selama beberapa detik.


Ah, sialan. kenapa jungkook selalu berhasil membuat yuni aulia merasa begitu disayangi?.


jungkook, kau terlalu jauh menembus hati yuni aulia.


************


seminggu berlalu. yuni aulia merasa jauh lebih baik, ia mulai bisa duduk dan tertawa saat beberapa orang menjenguk. jung Myura dan taeyong datang hari ini, aku harus mendengarkan mereka berdua marah-marah selama lima belas menit karena baru mengabari mereka.


"yuni! jangan lakukan itu lagi, kami juga ingin ada di saat-saat operasi itu". Myura selalu mengkhawatirkan yuni aulia.


Ah, tidak. lebih tepatnya jung Myura memang mengkhawatirkan banyak hal, termaksuk penampilannya.

__ADS_1


"bagaimana bisa kau mengajari kami saat akan di pulang kan?". taeyong mungkin adalah versi lelaki dari Myura.


hanya saja kekawatiran taeyong biasanya lebih menjurus ke bidang akademi yuni aulia punya firasat, lelaki kurus berkacamata itu akan menjadi lulusan terbaik tahun ini.


melihat kedua temannya ini, yuni aulia hanya menarik senyum lalu perlahan menghembuskan napas.


"apa kalian tidak lapar? di kulkas ada makanan enak. tinggal dipanaskan". yuni aulia sengaja mengalihkan pembicaraan.


yuni aulia menunggu reaksi mereka yang saat ini masih saling menatap dan menyenggol, berusaha untuk mempertahankan harga diri.


taeyong menarik nafas dan memutar bola matanya. " yah! yuni, kamu pikir kami akan-".


"baiklah aku lapar". sela Myura yang entah sejak kapan sudah membuka isi kulkas. taeyong membuat bola matanya, lelaki itu mendesak kesal.


"makanlah. aku tidak mungkin bisa menghabiskan semua itu". ucap yuni aulia yang masih melihat taeyong mempertahankan harga dirinya.


pertahanannya tak berlangsung lama karena Myura datang dengan meyuapkan sepotong kue ke mulut taeyong.


"kau harus merasakannya. ini sangat enak". Myura masih mengunyah.


yuni aulia terkekeh pelan saat melihat kedua temannya ini pada akhirnya saling berbagai makanan. yuni aulia berpikir, ia akan terus memandangi teman-temannya jika saja pintu tidak terbuka dan seketika mata yuni aulia agak melebar kala menemukan sosok jungkook.


kehadiran jungkook membuat mereka bertiga mematung selama beberapa detik. Myura dan taeyong langsung membungkuk tepat saat jungkook tersenyum pada mereka.


"oppa? bukankah kau bekerja?". tanya yuni aulia heran.


jungkook melangkah kearah yuni aulia. " aku ingat hari ini kau akan pulang. aku harus mengurusnya sekarang".


jungkook menatap kedu teman yuni aulia. "maaf, mengganggu momen kalian. tidak usah canggung padaku".


melempar senyum seperti biasa, jungkook tampak santai membuka jas dan menyampirkannya di punggung kursi.


"apa kau sudah minum obatmu siang ini?". tanya jungkook menatap yuni aulia dengan serius.


yuni aulia mengangguk pelan dua kali. "Hmm. aku sudah meminumnya tepat waktu".


dengan urusan ini jungkook memang sedikit lebih serius, yuni aulia anggap itu sebagai bentuk perhatiannya.

__ADS_1


__ADS_2