
hari ini Danish datang ke kampus Caca dan Puri, dan Danish pun membawa buket bunga yang cukup besar.
dan langsung menghampiri Caca, dan Caca pun terkejut melihat kedatangan dari Danish.
"kenapa kamu kesini?" tanya Caca.
"aku hanya ingin melihat bidadari surga ku yang cantik ini, ini untukmu, kamu suka mawar kan," kata Danish memberikan bunga itu.
Caca pun binggung saat menerimanya, Danish pun langsung tersenyum senang.
"sudah pulang gih," kata caca mengusir Danish.
"kok gitu sih, aku kan mau ngajak kamu makan siang bareng ca, mau ya please..." mohon Danish.
"baiklah, tapi ini terakhir ya, karena aku tak mau Daniyal akan salah paham nantinya," kata Caca.
"kenapa harus terus menginggat nya, kan ada aku sama saja kali," jawab Danish.
"terserah deh, kita makan di tempat kesukaan ku aja ya, Dekat kok," jawab Caca.
"tentu," jawab Danish.
__ADS_1
mereka pun menuju ke sebuh warung Tegal dekat kampus, Caca mengajaknya masuk.
sedang Danish binggung melihat tempat itu, "kalian sering makan di sini, serius?" tanya Danish.
"kenapa, aku memang sering mengajak dia makan di sini, lagi pula makanannya enak, kalau gak suka mending pergi deh," kata Caca.
"tidak dong, aku juga biasa kok," jawab Danish tapi dia berbohong.
Danish baru pertama kali makan di tempat seperti itu, pasalnya pria itu terbiasa dengan restoran paling buruk rumah makan itupun dengan suasana yang baik.
Caca sudah memesankan makanan kesukaan Daniyal, tapi Caca tau jika Danish memiliki selera yang berbeda dari Daniyal.
benr saja batu juga makan Danish sudah terlihat tak suka, tapi bodohnya pria itu tetap berusaha menghabiskan nasi itu.
tanpa di sadari Keduanya, seseorang mengambil foto dan mengirimkan pada Daniyal.
Daniyal pun menerima foto itu dan sedikit marah, tapi dia menunggu kejujuran dari Caca.
tapi tak lama sebuah pesan masuk ke ponsel Daniyal, ternyata pesan email dari Caca.
Daniyal pun melihat email itu dan terkejut membaca keterangan dari Caca.
__ADS_1
pasalnya Caca mengatakan semua yabg Danish lakukan untuk mendekati dirinya.
Caca risih tapi dia selalu tak bisa mengusir Danish yang tak pernah mengubrisnya saat di usir.
tak lama pesan lain masuk, ternyata Caca yang menyiram wajah Danish dan terlihat marah.
'ada apa, apa mereka bertengkar,' isi pesan Daniyal.
'tuan Danish keterlaluan karena dia berani memegang tangan nona Caca tanpa izin, dan mengakui nona Caca sebagai kekasihnya di depan beberapa mahasiswa dan itu yang memancing kemarahannya,' jawab pria yang di suruh oleh Daniyal itu.
"kenapa pria ini terus ingin merebut semua milikku," gumam Daniyal.
Daniyal pun memutuskan untuk membicarakan ini dengan Billy, karena dia sudah tak nyaman dengan tingkah Danish pada Caca.
sedang di tempat lain Daniel masih bermain dengan seseorang, pria itu selalu menyelesaikan masalahnya tanpa menyisakan sedikitpun bukti.
sepertinya hari ini, pria itu sedang meregang nyawa tanpa bisa berteriak karena lidah terpotong.
"sudah ku katakan jangan membuatku melakukan hal ini, salahkan saja mulut dan lidah mu yang tak kau jaga, karena itu kini membawamu ke ajal mu," kata Daniel meninggalkan tempat itu.
pria itu kini mati karena kehilangan banyak darah, sedang Daniel tertawa melihat hal itu.
__ADS_1
"selamat menunggu seseorang menemukan mu, dan semoga tak terlalu lama, sebelum makin busuk seperti akhlak mu itu, dan titip salam untuk tuhan mu, UPS... lupa kalau kamu akan masuk neraka, ha-ha-ha," kata Daniel.