
Gabriel langsung menyerang Daniel saat melihat pria itu, sedang Husna mengawasi para pengawal.
"jangan terlalu serius bung, ini hanya permainan," kata Daniel tersenyum.
"kamu gila," jawab Gabriel.
"hentikan, kita masuk pasti Adelia sudah menunggu kita," kata Husna menghentikan tingkah kedua pria itu.
orang yang paling tak ingin di ganggu oleh Daniel adalah Husna, karena Simon melatih Husna agar menjadi kuat meski kondisinya sendiri lemah.
Adelia menyambut kedatangan saudaranya, Husna pun memilih mandi sebelum mengendong bayi mungil itu.
Husna begitu bahagia saat memeluk bayi laki-laki itu, sedang Gabriel masih belum puas karena tak bisa menghajar Daniel.
"kamu sudah belah duren kak?" tanya Adelia.
"kenapa pertanyaan mu seperti itu," jawab Gabriel kesal.
"karena kamu semakin tua, kamu tak mau kan kamu mati dan meninggalkan Husna menjadi janda tanpa anak," jawab Adelia tertawa.
"tutup mulutmu, kenapa kamu jadi tak tau aturan begini, Daniel berhenti mempengaruhi Adelia menjadi seperti ini," kesal Gabriel.
sedang Husna hanya tertawa saja, " ayolah bung, kamu sudah tua, dan lagi Arjuna dan Puri sudah akan bertunangan, jadi fokus dengan istri cantikmu itu," goda Daniel.
"kalian semua menyebalkan," jawab Gabriel meninggalkan semuanya dan pergi merokok.
"maaf, biar aku menyusulnya," kata Husna memberikan bayi Al pada Adelia.
Husna pun masuk ke kamar dan melihat Gabriel sedang merokok di balkon. "kamu beneran ingin melihatku jadi janda," kata Husna yang berdiri di pintu balkon.
"kenapa kamu mau?" jawab Gabriel ketus.
__ADS_1
"ya tidak lah mas, masa iya mau sih jadi janda, gak enak loh gak punya suami yang bisa di ganggu seperti mas ini," jawab Husna duduk di samping Daniel dan merebut rokok di tangan Gabriel dan mematikan nya.
Husna kemudian bersandar di dada bidang sang suami, "kalau mas terus merokok, kamu bisa mati muda, dan aku tak mau mas seperti itu, jadi berhentilah merokok," kata Husna.
sedang Gabriel mencium jilbab Husna, dan merangkulnya, Husna pun begitu nyaman dengan pelukan Gabriel.
"mas, boleh aku bertanya?" Husna pun menatap wajah sang suami.
"tentu dek, mau bertanya apa?" jawab Gabriel dengn tatapan lembut.
"mas, apa aku sudah ada di hatimu, aku tau jika cinta mu dalam pada Puri, tapi aku istrimu, jadi bisakah memberikan sedikit tempat untuk ku di sini," Husna mengatakan sambil mengusap dada Gabriel.
"kamu sudah ada di sana sayang, bahkan selama hidupku hanya kamu istriku, bukan wanita lain, jadi aku selalu menunggu mu siap," jawab Gabriel lembut.
mendengar jawaban dari sang suami, Husna pun tersenyum dan memeluk tubuh Gabriel erat.
"terima kasih mas, insyaallah aku siap," jawab Husna seraya malu dan menyembunyikan wajahnya.
sedang Daniel masih bekerja dan mengawasi beberapa usaha hitam miliknya dan juga Morgan yang baru di pegang ya.
bahkan setelah melahirkan Adelia sudah mulai membuat tubuhnya bugar kembali dengan olahraga yang cukup berat.
sedang Husna pintar dalam starategi dalam pertarungan dan juga mengetahui semua titik kelemahan tubuh manusia.
dan beberapa hari lagi mereka akan berkunjung ke Surabaya, maka itu Adelia terus membuat tubuhnya untuk bisa prima.
di kamar lain, Gabriel sedang membuka jilbab Husna untuk pertama kalinya. Gabriel pun tersenyum melihat kecantikan istrinya itu.
"kamu begitu cantik sayang," puji Gabriel.
"hentikan, kamu begitu gombal mas," jawab Husna yang masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Gabriel pun mengikuti Husna dan mengunci pintu balkon dan menutup tirai itu.
Gabriel pun menarik tubuh Husna hingga mereka terjatuh di ranjang, dengan Husna di atas tubuh Gabriel.
"mas malu," kata Husna.
"kenapa, aku yakin adik ku akan mengerti jika aku dan dirimu ingin berduaan," jawab Gabriel yang langsung mencium bibir Husna.
Husna hanya diam saja, karena baru pertama kalinya melakukan ciuman dengan suaminya.
Gabriel pun menahan tengkuk Husna, Gabriel pun berusaha membuat istrinya mengikuti permainannya.
Gabriel pun melepas ciuman mereka, Husna pun malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Gabriel.
Gabriel pun tersenyum dan memeluk tubuh husna erat. dia tau jika ini semua baru untuk istrinya.
"kamu yakin akan memberikan itu saat ini,aku bisa menunggunya lebih lama jika kamu belum siap," kata Gabriel.
"tidak mas,aku siap," kata Husna yang membuka resleting gamisnya.
Gabriel pun langsung menindih tubuh Husna, hari ink Gabriel merasa begitu beruntung.
Gabriel pun memanggut bibir Husna dengan penuh kasih, Husna pun sedikit mengikuti permainan Gabriel.
Husna pun terus di buat mendesah karena
Gabriel yang begitu hebat dalam menaikkan h*sr*t.
Husna pun berteriak tertahan saat Gabriel melakukan penyatuan, Husna merasa tubuhnya terbelah dua.
"maafkan aku... ini pasti menyakitkan," bisik Gabriel mendiamkan sejenak agar Husna terbiasa.
__ADS_1
perlahan Gabriel pun mulai bergerak, dan keduanya pun saling mend*s*h, bahkan saat mencapai kepuasan Gabriel pun tidur di sisi Husna.
"terima kasih, kamu menjaganya untukku sayang," kata Gabriel. yang mencium bibir Husna sekilas.