
Adelia sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, sebelum itu Adelia Menganti bunga di depan foto Daniel.
Adelia pun keluar sambil membawa bunga yang sudah layu, "selamat pagi nak," sapa pak Agung.
"selamat pagi ayah, ibu apa perlu Adelia bantu?" tanya Adelia memperhatikan ibu lestari yang menata meja.
"tidak usah, ini sudah selesai, ini susu untukmu nak, oh ya kamu yakin akan mulai bekerja?" tanya Bu Lestari melihat Adelia.
"iya Bu, Adelia sudah libur terlalu lama, lagi pula aku bisa gendut kalau terus bersantai di rumah," kata Adelia sambil tersenyum.
"biarkan dia nak, asal cucuku ini bahagia kakek akan menyetujui semuanya, tapi ingat kesehatan kalian," pesan kakek Yudha.
"siap kakek," jawab Adelia dengan begitu ceria.
ya sudah tiga bulan dari kematian Daniel, dan Adelia mulai bisa menjalani hidupnya seperti semula.
apalagi kini kandungannya sudah berusia empat bulan, dan Adelia makin terlihat begitu cantik.
keluarga itu sarapan dengan bahagia, Adelia menjadi pelengkap keluarga Sastrawinata.
seorang pria baru sampai di rumah sederhana itu, pria dengan penampilan culun dan juga berkacamata.
pria itu mengetuk pintu, "permisi selamat pagi," teriak pria itu.
"sepertinya ada tamu yah, biar Adelia buka ya," pamit Adelia yang sudah bangun dari kursinya.
"tidak usah nak, biar ayah saja, lanjutkan sarapan mu, oh ya ingat di habiskan," kata pak Agung menepuk bahu Adelia.
"baiklah," jawab Adelia.
"tambah ikan nya Adelia," kata kakek Yudha menaruh potongan ikan lagi.
sedang Bu Lestari menahan tawanya melihat itu,sedang Adelia pun dengan senang hati memakannya.
"iya cari siapa?" tanya pak Agung.
pak Agung melotot melihat pria yang tersenyum di depannya itu, pria itu langsung mencium tangan pak Agung.
__ADS_1
"saya di tugaskan oleh pak Gabriel untuk menjadi asisten pribadi dari ibu Adelia," kata Wisnu dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
"nama kamu Wisnu Pradipta, masuk dulu, Adelia sedang sarapan," kata pak Agung mempersilahkan Wisnu.
"terima kasih pak," jawab Wisnu yang langsung duduk di sofa.
"saya ke belakang dulu ya panggil Adelia," kata pak agung.
"inggeh pak," jawab Wisnu.
Wisnu terus melihat-lihat foto yang ada di dinding itu, bahkan foto Adelia dan Daniel yang masih terjaga dengan baiknya.
"kamu Wisnu?" suara Adelia yang mengejutkan Wisnu.
"iya Bu, saya Wisnu, asisten pribadi ibu yang di tugaskan pak Gabriel," jawab Wisnu.
"baiklah, ayo berangkat, ini sudah terlalu siang," jawab Adelia.
"iya Bu," jawab Wisnu.
Wisnu pun berjalan mendahului Adelia, dan membukakan pintu untuk bos-nya itu, Bu Lestari juga memberikan bekal untuk Adelia pada Wisnu.
mobil itu pun berangkat menuju ke perusahaan milik keluarga Wijaya, bahkan sekarang sudah semakin besar berkat bantuan Bayu.
ya Bella dan Billy meminta Bayu untuk kembali ke perusahaan pusat untuk membantu Adelia, meski sudah ada Wisnu.
tapi Billy tak ingin putri nya itu terlalu memaksakan dirinya sebdiri yang sekarang sedang hamil.
saat sampai di perusahaan Wisnu membukakan pintu untuk Adelia, Wisnu pun berjalan mengikuti Adelia.
saat Adelia sampai di kantornya, Wisnu memasukkan semua bekal ke kulkas, kemudian memberikan semua laporan pada Adelia.
"Wisnu bagaimana perkembangan kerja sama yang akan di lakukan dengan perusahaan Jakarta itu?" tanya Adelia.
"semua berjalan baik Bu, oh ya dan perusahaan As Shiddiq yang bergerak di pertambangan juga ingin bergabung dengan perusahaan kita," kata Wisnu.
"tunggu, kamu tak salah, bukannya mereka membatalkan semua kerjasama kita?" tanya Adelia kaget.
__ADS_1
"mereka baru saja memiliki pemimpin baru, dan pemimpin baru ini ingin bekerja bersama kita, jadi bagaimana menurut ibu Adelia," tanya Wisnu sambil meletakkan semua berkas kerjasama dengan pihak As Shiddiq.
"baiklah biar nanti aku pelajari terlebih dahulu, dan kamu bisa kembali ke meja mu, oh ya tolong panggil Ike ke sini," perintah Adelia.
"baik Bu," jawab Wisnu undur diri.
Wisnu pun keluar dari ruangan Adelia dan duduk di sebelah Ike, "ke, di panggil Bu bos tuh," kata Wisnu yang sudah sibuk dengan laptopnya.
"oh.. oke," jawab Ike yang langsung masuk ke ruangan Adelia dengan membawa map coklat.
tok..tok..tok..
"masuk," jawab Adelia.
"selamat pagi Bu, ini laporan yang ibu minta, dan saya sudah memastikan semua berjalan sesuai keinginan ibu," kata Ike menjelaskan.
Adelia masih melihat laporan itu, Adelia pun merasa puas dengan hasil kerja dari Ike.
"apa ada rapat hari ini?" tanya Adelia.
"setelah makan siang Bu, dengan perusahaan Pekanbaru," jawab Ike.
"baiklah kalau begitu kamu bilang pada Wisnu untuk menyiapkan semuanya, dan kamu yang bertanggung jawab di perusahaan saat kami tak ada, mengerti?" kata Adelia.
"mengerti Bu, kalau begitu saya permisi," Ike pun Keluar dari ruangan Adelia.
Wisnu melihat Ike sekilas, kemudian kembali fokus ke laptopnya, "Wisnu nanti kamu temenin Bu Adelia rapat ya, oh ya semua berkas harus siap, dan inget bawa ke restoran yang bebas asap rokok, kamu tau kan jika asap tak baik buat ibu hamil," kata Ike menginggat kan.
"cerewet amat, sebelum kau bilang aku sudah menyiapkan semuanya, aku kan harus melindungi mereka," kata Wisnu yakin.
"atur dulu tuh rambut, udah lepek kayak habis kena ujian aja," ledek Ike melihat rambut Wisnu yang lurus dan jatuh karena panjang.
"ini model tau, kayak Suga BTS, tau gak," jawab Wisnu.
"loe ngimpi hah, mending tuh rambut potong rapi, biar kayak RM pasti ganteng," usul Ike.
"gak, ini daya pikat gue" jawab Wisnu.
__ADS_1
"daya serap mungkin, hahaha," tambah Ike dengan tawa yang mengena.
Wisnu kesal karena Ike terus mempermasalahkan rambutnya dan juga sering meledeknya.