Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
pembalasan...


__ADS_3

Gabriel melihat istrinya sedang berjuang hidup bersama calon anaknya.


"papa dan Daniyal, tolong jaga istriku sebentar karena aku harus melakukan sesuatu," kata Gabriel pergi.


"jangan berbuat hal bodoh Gabriel," kata Billy menahan putranya itu.


"tenang ayah, anak mu ini bukan orang bodoh, aku titip istriku sebentar," kata Gabriel yang pergi dari rumah sakit.


dia pun mulai menuju ke rumah sakit tempat juragan Wisnu di rawat, dan ternyata di jaga ketat oleh pihak kepolisian.


Gabriel pun di tarik oleh seseorang, "kamu mau membalas dendam ikuti caraku," bisik Daniel.


"tentu, kamu memang harus membantuku," kata Gabriel.


mereka pun masuk ke ruang ganti dokter dan perawat, mereka pun berganti pakaian.


kemudian mereka pun masuk tanpa di curigai, Daniel membawa racun yang tak ada penawarnya.


"terlalu enak kalau dia mati," kata Gabriel.


"tenanglah, ini racun istimewa, racun ini bekerja secara perlahan membuat yang terkena pun akan merasakan sakit yang luar biasa dan racun ini bisa menyembuhkan orang, tapi perlahan membuat inangnya mati," kata Daniel menyuntikkan racun itu.

__ADS_1


"itu memang pantas," jawab Gabriel.


mereka pun pergi dari rumah sakit dengan senyum menyeringai, dua orang, dua kepribadian dan dua pembunuh kejam bersama.


keduanya pun berpisah untuk menuju ke tempat tujuan berbeda, Daniel akan pulang menjaga keluarganya.


dan Gabriel akan menjaga istri dan juga calon bayinya, saat sampai di rumah sakit.


ternyata Husna sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP atas persetujuan dari Billy.


ruang rawat itu cukup mewah dengan alat kesehatan yang begitu lengkap, dan lagi rumah sakit itu memiliki dokter yang profesional.


"baiklah, besok kami akan kemari lagi," kata Billy yang pulang bersama Daniyal.


sedang Danish sudah tidur di sofa dan Gabriel membiarkan adiknya itu untuk menemani dirinya.


Gabriel pun mencium kening Husna, "sayang, aku akan menunggu sadar, aku mohon aku tak akan bisa melewati hari-hari ku tanpa dirimu," bisik Gabriel sambil terisak.


pria kuat itu runtuh di samping tubuh istrinya yang terbaring lemah di ranjang.


Billy pulang ke rumah dan di sambut Bella dengan air mata yang tak bisa berhenti menetes.

__ADS_1


"bagaimana keadaan Husna mas, aku akan kesana untuk melihatnya," kata Bella.


"tunggu sayang, tolong tenanglah, Billy di sana menjaga istrinya, dan nanti saja, sekarang kita istirahat dulu, jangan membuat Gabriel khawatir melihat mu seperti ini," kata Billy menenangkan Bella.


Bella pun mengangguk, sedang Simon tak bisa memberitahu Ella karena kondisi istrinya.


tapi Simon juga tak bisa menyembunyikan lebih lama, dan dia akan mencari cara untuk menjelaskan nanti.


Daniyal pun masuk kedalam kamar, dia tau jika sekarang perusahaan harus ada yang mengantikan karena Gabriel tak mungkin meninggalkan Husna.


"kamu memikirkan sesuatu Dani?" tanya Caca.


"sepertinya aku harus kembali dan menggantikan posisi kak Gabriel, dan mungkin kita akan berjauhan," kata Daniyal.


"tidak apa-apa, jika itu demi keluarga mu, aku bisa melakukan LDR kok," jawab Caca tersenyum sambil meyakinkan Daniyal.


"terima kasih, aku akan melamar mu saat kondisi kami semakin membaik, kamu mau menunggunya kan," kata Daniyal.


Caca pun mengangguk, Billy tak mengira jika putranya sudah besar, meski sempat membuat masalah.


tapi Daniyal tetap putranya yang bertanggung jawab di banding Danish yang masih suka main-main.

__ADS_1


__ADS_2