
"yuni, kau harus melihat ini". ucap Myura tiba-tiba saja menghampiri yuni aulia dengan antusias menjadi menyodorkan layar ponselnya.
yuni aulia mengambilnya dan matanya melebar, ikut antusias saat melihat foto brosur kedai ramen kesukaan mereka yang sebentar lagi akan membuka cabang di dekat kampus . tanpa sadar yuni aulia menjilat bibir.
yuni aulia menatap Myura antusias. "kita harus kesana setiap hari dan aku akan memes-".
perkataan yuni aulia terhenti ketika ponsel Myura diambil dari tangan yuni aulia secara perlahan oleh jungkook.
yuni aulia seketika terdiam saat melihat jungkook menatap ponsel Myura dengan tatapan menilai. tak sampai tiga detik, jungkook mengembalikan ponsel itu ke tangan Myura lalu memberi yuni aulia tatapan tegas.
"tidak ada ramen dalam waktu dekat, yuni. Mie adalah salah satu makanan yang harus kau jauhi, apalagi jika itu instan. aku melarangmu". ucap jungkook sontak memudarkan yuni aulia dan Myura.
yuni aulia masih belum menyangka. " tap-tapi-".
jungkook menarik napas berat, lalu melirik ke Myura dan taeyong yang masih setia dengan makanannya.
"Aku minta maaf. tapi jika kalian benar-benar temannya, kuharap kalian juga menjaga yuni. kita tahu bahawa sekarang yang menjadi prioritas adalah kesehatannya. aku sangat mengharapkan kerjasama kalian". ucap jungkook sembari sedikit membungkukkan badan.
Myura dan taeyong jadi bingung harus bersikap seperti apa. pada akhirnya, Myura tersenyum canggung lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ah, baiklah. maafkan aku, harusnya juga aku berpikir demikian". ucap Myura membungkukkan badan.
"aku akan menjadi teman yang baik untuk yuni. kami akan menjaganya, bener kan?". lanjut Myura menatap taeyong.
taeyong buru-buru menelan apa yang dia makan dan langsung membungkuk. " Be-benar. jangan khawatir".
yuni aulia hanya menghelas nafas panjang, ia tidak tahu pasti apa yang di rasakannya saa ini. jika seperti ini, yuni aulia yakin, Myura, dan taeyong akan menjadi semakin canggung dengan jungkook.
__ADS_1
*********
kadang-kadang yuni aulia khawatir dengan jungkook, ia tahu dia punya banyak perkerjaan yang sebenernya sangat susah untuk ditinggalkan. tetapi jungkook masih menyempatkan dirinya untuk mengurus keperluan yuni aulia, ia khawatir akan membebani jungkook. yuni aulia sudah berusaha meyakinkan jungkook bahwa ia bisa melakukannya sendiri, tapi jungkook hanya perlu memberikan kunci rumahnya pada yuni aulia. namun, dia bersikeras tidak ingin membuat yuni aulia mengangkat barang-barang berat saat pindah.
yuni aulia tidak pernah punya niat untuk berdebat dengan jungkook karena ia sangat menghormati setiap keputusan jungkook. jadi yuni aulia tidak bisa menolak saat dia meminta yuni aulia untuk menetap di rumahnya, walau apartemen yuni aulia sedikit lebih dekat dengan tempat kerjanya. namun jungkook bilang kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.
rumah jungkook bisa dibilang berada di kawasan yang cukup tenang, jungkook bilang bahwa ia membutuhkan tempat tinggal yang seperti itu agar bisa tetap berkonsentrasi dalam pekerjaan saat dirumah. yuni aulia sudah pernah ke rumahnya beberapa kali sehingga tidak ada alasan baginya untuk terkejut melihat hunian yang mewah ini.
"kenapa sangat sepi? di mana abjumma?". yuni aulia bertanya tentang asisten rumah tangga paruh baya yang rajin membukakan pintu.
"tidak di sini lagi". jawab jungkook lembut.
"dipecat?". tebak yuni aulia spontan.
jungkook baru meletakan koper yuni aulia. "tentu saja tidak. aku memintanya untuk beristirahat sejenak, aku dengar anaknya sudah akan masuk sekolah. dia selalu gelisah dan kurang konsentrasi dalam berkerja, mungkin juga dia punya masalah lain. kurawa dia perlu waktu".
"kau tenang saja, aku akan mencari asisten pengganti. aki tidak bermaksud membuatmu mengambil ahli pekerjaan rumah". kata jungkook.
sejujurnya, yuni aulia tidak berpikir demikian. ia malah berpikir bahwa jungkook tidak akan mencari asisten rumah tangga baru karena ini bisa di jadikan kesempatan untuk waktu privasi mereka berdua.
"aku juga bisa mengerjakan beberapa perkerjaan rumah. tidak perlu mencari asisten baru". akhirnya yuni aulia mengatakan itu.
ia melihat jungkook mengerutkan kening, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. pada akhirnya jungkook menghelas napas pendek.
"mari membicarakan ini lain waktu. aku masih punya beberapa hal yang harus dikerjakan malam ini. kita bisa mencari waktu yang tepat untuk diskusi tentang hal-hal seperti ini. tidak apa-apa kan?". kata jungkook.
yuni aulia hanya mendengarkan dan mengangguk dengan penjelasan yang ada. tanpa sadar yuni aulia menguap karna memang ini sudah malam meskipun belum terlalu larut. sehingga beberapa detik, yuni aulia melihat jungkook terkekeh samar. lalu tangannya yang semula di bahu yuni aulia kini mengusap kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
yuni aulia jadi gugup dan malu sendiri karena saat mengusap tadi, ia bener-bener sangat spontan. " maaf, efek obat. aku jadi cepat mengantuk".
"aku tahu, tapi sebelum kamu tidur". jungkook secara perlahan menarik yuni aulia kedalam pelukannya.
rasa nya hangat dan sangat nyaman. yuni aulia selalu suka setiap kali menghirup aroma maskulin parfum jungkook dari sela-sela leher lelaki itu. "aku ingin seperti ini".
jungkook sangat hati-hati, tak ada tekanan. sangat lembut seolah tubuh yuni aulia adalah benda yang mudah pecah. mungkin dia masih takut dengan bekas operasi yuni aulia.
selama beberapa detik dalam pelukannya, yuni aulia menyadari satu hal yang justru membuatnya sedih. jungkook punya kebiasaan memeluknya saat dia akan pergi.
"Oppa, kau akan pergi malam ini?". tanya yuni aulia masih bersandar dalam pelukannya.
mata yuni aulia memejam, merasakan jungkook menarik napas lalu mengangguk samar. " aku meninggalkan beberapa perkerjaan tadi. aku harus menyelesaikannya sebelum tengah malam".
"tidak bisakah dikerjakan di rumah saja?". tanya yuni aulia spontan.
"yuni". jungkook menguraikan pelukannya.
tatapan jungkook tampak sedih karena melihat yuni aulia sedikit cemburu. " aku janji, besok saat kau terbangun. kau akan melihatku disamping mu".
kedua tangan jungkook menangkup kedua pipi yuni aulia, garapannya memberikan kehangatan yang nyaman.
yuni aulia membalas dengan senyuman tipis. "nee, Oppa. aku tidak apa-apa".
jungkook menyunggingka senyuman lega, lalu mendekatkan wajahnya. ibu jarinya mengusap bibir bawah yuni aulia. yuni aulia sudah bisa menebak bahwa sebuah ciuman lembut akan mendarat di bibirnya.
ini bukan cuman pertama mereka berdua, bahkan sebelum mereka menikah. mereka sudah beberapa kali berciuman, yuni aulia dan jeon jungkook seperti dua kutub magnet positif dan negatif. ketika bertemu mereka akan saling menerima satu sama lain.
__ADS_1
yuni aulia selalu suka setiap kali jungkook menarik pinggangnya agar merapat padanya. caranya mencium yuni aulia tak pernah terlalu memaksa. ia suka bibir jungkook, ia suka bagaimana aroma mint saat berciuman yang selalu dibawanya pada momen mereka. yuni aulia menyukai juga saat jungkook memberi jeda untuk ciuman mereka hanya untuk saling menatap selama beberap detik, lalu tersenyum sebelum akhirnya mencium yuni aulia lagi.