
juragan Wisnu merasa terhina, apalagi sovenir pernikahan yang di berikan Gabriel sungguh mewah untuk warga desa.
bahkan semua tamu merasa senang karena mendapatkan kalung emas beserta suratnya.
bahkan harga satu kalung emas itu mencapai tiga setengah juta rupiah, juragan Wisnu pun marah besar.
tak di duga seorang pria berpenampilan cukup meyakinkan datang untuk menawar kebun teh milik juragan Wisnu.
"apa bapak pemilik perkebunan teh?" tanya pria itu basa-basi.
"iya bos, ada apa ini kalau boleh tau?" tanya juragan Wisnu.
"saya ingin membeli kebun teh bapak dengan harga dua kali lipat dari harga pasar, apa bapak tertarik?" tanya Valen membuka dua koper yang di bawa dua pengawalnya.
"kenapa anda tertarik dengan kebun teh saya," tanya juragan Wisnu yang langsung senang melihat uang dia koper itu.
"karena saya ingin membangun villa, dan juga rumah peristirahatan, apa bapak mau menjualnya?" tanya Valen.
"bisa naikkan lagi?" coba juragan Wisnu tak ingin rugi.
"baiklah, tiga kali lipat harga pasar, dan akan saya bayar cash," jawab Valen.
__ADS_1
mendengar itu juragan Wisnu pun menyanggupi, dan langsung menyetujui hal itu.
tapi dia tak akan mengira jika Valen adalah orang suruhan dari musuhnya.
Valen pun begitu senang saat pria itu mau menjual kebun miliknya, dan dengan senang hati memberikan uang itu.
jual beli itu pun sudah di saksikan oleh notaris dan kini kebun lima hektar itu sudah berpindah tangan.
juragan Wisnu makin terlena melihat empat milyar itu di genggamannya.
sedang Valen tertawa karena tugasnya selesai dan itu adalah hadiah terbaik untuk Gabriel.
pesta pun makin meriah saat Valen membisikkan keberhasilannya, Gabriel langsung memeluk pria itu.
Daniel tau jika kakak iparnya itu melakukan sesuatu, dan Daniel tak sabar ingin mengetahui apa itu.
pesta pun berakhir pukul dua belas malam, besok pagi akan di adakan jalan sehat dan juga panggung hiburan.
dan malam hari ada acara wayang kulit, kemudian lusa adalah campur sari dan juga orkes koplo.
malam ini rumah sudah di bersihkan oleh layanan bersih-bersih, karena Gabriel tak menyukai rumahnya kotor.
__ADS_1
Gabriel pun akhirnya bisa mandi dan beristirahat, dia merasa lelah, Husna juga baru selesai mandi dan langsung bersiap mau tidur.
"sayang mau ku buatkan sesuatu? pasta atau mie, atau nasi goreng?" tanya Gabriel.
"boleh mas, mie ayam aku maunya," jawab Husna tersenyum sambil memasang wajah polos.
"aduh sayang jam segini, mau cari dimana," kata Gabriel frustasi dan malah menyembunyikan wajahnya di tubuh Husna.
"ayo aku buat kan mie ayam spesial untuk kita mas," ajak Husna pergi, kalau tidak dia bisa di makan lagi oleh Gabriel sampai pagi.
saat sampai di dapur, Husna langsung mengeluarkan semua bahan dari kulkas.
jadi Husna tinggal memasak mie dsn sayur pokcoy, dan menghangatkan ayam bumbu kecap.
tak butuh waktu lama dua mangkok mie pun tersedia di meja, Husna juga membuatkan teh camomile untuk Gabriel agar membantunya untuk tidur.
Husna dan Gabriel pun makan bersama sambil berbincang ringan, setelah itu Gabriel yang mencuci piring.
Husna pun naik ke ranjang dan mengabaikan hadiah yang menumpuk di sudut kamar.
Gabriel pun menyusul dan langsung mendekapnya untuk tidur, sekarang Gabriel tak bisa tidur tanpa memeluk istrinya itu.
__ADS_1