Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
rahasia Dinda


__ADS_3

Daniyal berhasil menangkap istrinya itu dan langsung memeluknya erat, Dinda bahkan terisak.


"dek kamu kenapa? tolong jawab mas, jangan seperti ini," tanya Daniyal khawatir.


"itu tadi ibu kandung Dinda mas, dia dulu pergi meninggalkan Dinda demi menikah dengan pria kaya," kata Dinda.


"apa?" kaget Daniyal.


dia tak mengira akan terjebak dalam masalah rumit ini, tapi saat akan pergi.


mereka melihat Doni yang keluar sambil mengendong Bu Desi, "ibu Desi kenapa?" kaget Daniyal.


"maaf kondisi ibuku drop," jawab Deni putra Bu Desi.


Dinda pun meremas baju Daniyal saat melihat wajah pucat sang ibu, "ayo ikuti mereka mas, aku mohon," pinta Dinda.


"baiklah, mas aku pinjam mobilnya ya, nanti aku kabari lagi," panik Daniyal.


"hati-hati, dan dinda tolong ingat ini, bagaimana pun perlakuan nya dulu, dia tetap ibumu," pesan Daniel.


"iya mas, terima kasih," kata Dinda.


"tapi apa pantas wanita itu dapat kesempatan kedua?" tanya Adelia.


"semua orang itu berhak dapat kesempatan kedua sayang, contohnya kita bukan," kata Daniel.


"mas benar, baiklah kita masuk atau pulang," tanya Adelia.


"lebih baik usaha buat adik buat bayi Nathan," jawab Daniel tersenyum mesum.


"dasar kamu ini, ayo," jawab Adelia tersenyum geli.


Dinda dan Daniyal pun mengikuti mobil di depan mereka, hingga sampai di sebuah rumah sakit terkenal.

__ADS_1


Bu Desi langsung di bawa ke ruang UGD, Dinda dan Daniyal batu datang, Doni dan Deni kaget melihat dua orang asing.


"maaf bagaimana keadaan ibu itu?" tanya Dinda khawatir.


"anda siapa? dan untuk apa anda tau kondisi ini saya," kata Doni dingin.


"maafkan saya, saya hanya khawatir melihatnya seperti tadi," jawab Dinda takut.


"maaf, tolong jangan menakuti istri saya, dia hanya ingin tau kondisi ibunya," kata Daniyal.


"mas... Dinda gak papa, maaf jika kami menganggu," kata Dinda sedih.


"tunggu dulu, kamu Dinda Kanyadewi?" tanya Doni sedikit bergetar.


"iya, tapi bagaimana anda bisa mengenal istri saya?" kata Daniyal melindungi Dinda di belakang tubuhnya.


"Dinda, ini kak Doni, kakak kandungmu dek, dulu kita di pisahkan saat yah membawamu pergi dan meninggalkan aku dan ibu saja," kata Doni sambil meneteskan air mata.


"tapi ayah tak pernah bilang aku punya kakak laki-laki," jawab Dinda sekilas.


Daniyal pun memeluk istrinya sang masih takut, sedang Doni pun mengurungkan niatnya yang ingin memeluk Dinda.


karena gadis itu nampak ketakutan melihat dirinya yang mendekat, bahkan Daniyal menatapnya tajam.


seorang dokter menghampiri mereka berempat, "maaf tuan, pasien harus segera melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang, jika tidak mak nyawanya bisa terancam."


"tapi kami belum menemukan pendonor yang cocok dengan mama," kata Doni sedih.


"boleh aku melakukan tes itu," kata Dinda.


"sayang ... kamu yakin," tanya Daniyal.


Dinda pun mengangguk, "baiklah aku juga akan melakukan tes itu," kemudian Dinda dan Daniyal mengikuti tes itu.

__ADS_1


setidaknya butuh beberapa jam untuk mengetahui hasil itu, ternyata Dinda memiliki kecocokan dengan ibu Desi.


"mas aku boleh melakukan ini? meski dia ibuku atau bukan, bolehkah aku membantunya?" tanya Dinda.


"tentu sayang, aku akan selalu mendukung keputusan mu," jawab Daniyal.


akhirnya Dinda pun melakukan beberapa kali cek up sebelum melakukan operasi besar itu.


sedang Daniyal sudah menerima hasil tes DNA yang diam-diam dia minta pada dokter.


dan ternyata ibu Desi benar ibu kandung dari istrinya itu, "bagaimana sebenarnya keluarga mu sayang..." lirih Daniyal.


Doni pun duduk di sebelah Daniyal, "sebelumnya maaf, bukankah Anda teman dari Caca, ibu kedua kami?" tanya Doni.


"iya, memang kenapa?" tanya Daniyal penasaran.


"tidak ada, saya hanya penasaran, bagaimana gadis itu bisa mengenal anda yang seorang pengusaha dan juga putra keluarga Utomo, apa anda juga bagian dari itu-" jawab Doni.


"jujur saja, kami dulu sempat dekat tapi sebelum dia menjadi berubah, dan kemudian memutuskan menikah dengan tuan Burhan, dan saya menikah dengan Dinda," jawab Daniyal jujur.


"ah begitu rupanya, maaf aku terlalu banyak tanya, karena pernikahan ini juga atas permintaan mama," jawab Doni tersenyum sedih.


"kenapa bisa? lagi pula aku tadi melihat tuan Burhan juga bahagia," kata Daniyal.


"karena ayah tak ingin menyakiti ibu, pernikahan ini adalah permintaan terakhirnya sebelum mati, tapi Allah malah mengirimkan hadiah yang begitu beliau inginkan, yaitu Dinda," jawab Doni.


"semoga ini di lancarkan, karena aku juga ingin melihat istriku bahagia," lirih Daniyal.


Dinda kini sudah masuk ke ruang operasi bersama Bu Desi, sedang Daniyal juga sudah mengabari Adelia dan Gabriel.


dia bahkan terus berdoa di depan ruang operasi untuk keberhasilan tindakan itu.


"semoga ini bisa menyelamatkan ibu, agar aku bisa bertanya dan tau segalanya, ibu tolong sehat setelah ini," doa Dinda dengan tulus.

__ADS_1


semua orang berdoa untuk kesembuhan Bu Desi, Doni bahkan tak mengira adiknya akan langsung memberikan hadiah yang begitu besar saat ini.


__ADS_2