Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
kemarahan Gabriel.


__ADS_3

Gabriel sudah sampai di tempat yang di maksud oleh anak buah Billy, dia sampai di sebuah gedung terbengkalai.


Gabriel memutuskan untuk masuk, benar saja dia melihat Danish dan Daniyal sudah terikat di sebuah kursi.


tapi Gabriel tak melihat Puri, tak lama Gabriel mendengar sebuah teriakan.


"jangan sentuh aku, lepaskan!" teriak Puri.


mendengar teriakkan Puri, Gabriel mencari sumber suara, kemarahan Gabriel memuncak saat melihat Puri akan di lecehkan.


Gabriel begitu marah melihat tangan para pria itu ingin menjamah tubuh Puri.


Gabriel membawa sebuah balok kayu dan menerobos masuk, Gabriel langsung menghantam kan balok kayu itu pada pria yang menjaga Danish dan Daniyal.


setelah kedua pria itu terkapar Gabriel masuk ke ruangan di mana Puri akan di lecehkan.


"br*ngs*k lepaskan gadis itu, atau kalian akan mati di tanganku!" bentak Gabriel.


"cih bocah ingusan mau melawan kami," kata salah seorang pria.


"Abang tolong Puri..." mohon Puri dengan baju yang sudah robek.


melihat Puri menangis dan setengah tel*nj*Ng membuat Gabriel begitu geram dan marah.


"SIAL*N!" bentak Gabriel.


Gabriel langsung maju untuk menghajar para pria biad*b itu, Gabriel sudah membab* buta menghajar keempat pria itu.


Gabriel tak memberi ampun pada keempat pria itu, salah seorang pria mengeluarkan pisau dan menyerang Gabriel.


pisau itu di gunakan untuk menyerang Gabriel, bahkan dada Gabriel terkena sayatan dari pisau itu.


"bang Gabriel!" panggil Puri.


"kau pria ingusan berani menantang ku," kata pria itu dengan senyum licik.


"kau banyak bacot, lebih baik kau mati," kata Gabriel memegangi bekas lukanya.


"dasar sok jagoan," pria itu kembali menyerang Gabriel dengan pisau yang di bawanya.


Gabriel tak bisa menunda lagi, Gabriel menangkap dan memutar tangan pria itu.


dengan satu gerakan Gabriel berhasil mengorok Leh*r pria itu tanpa memegang pisau.


tapi sayang Puri harus melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri.


bahkan Puri menyaksikan pria itu meregang nyawa di lantai sambil darah segar keluar dari bekas luka di lehernya.

__ADS_1


aku terdiam saat berhasil membunuh pria si*l*n itu, tapi aku tak mengira gadis kecil itu melihat segalanya.


aku menghampiri Puri yang sedang ketakutan, dia pun menatapku dengan raut ketakutan dan bergetar.


"Puri ... ini bang Gabriel," kataku berjongkok di depannya.


dia memeluk tubuhnya sambil mengalihkan pandangannya dan seakan tak ingin memandangku.


aku sedih melihat gadis yang selalu ceria harus ketakutan seperti ini, aku pengambil jaket yang tadi sempat ku buang.


aku kembali dan memakaikan nya pada gadis kecil ini, setelah itu aku pun mengendong nya meski dia sempat menolak.


ternyata anak buah papa baru datang dan melepaskan kedua adikku, bahkan aku hanya fokus pada gadis di gendongan ku ini.


"tuan muda baik-baik saja, maaf kamu terlambat," kata Ijong padaku.


"tak masalah, minta anak buah mu untuk meringkus mereka yang masih hidup, dan bereskan mayat mereka, dan tolong bawa kami ke ru.ah sakit," kata ku melihat wajah pucat Puri.


Ijong membawa kami ke rumah sakit, aku merasa sakit melihat gadis kecil ini begitu pucat dan ketakutan.


saat sampai di rumah sakit aku langsung menidurkan Puri di bangkar dan dokter membawanya ke ICU.


begitupun Danish dan Daniyal, bahkan aku lupa jika aku juga terluka, "tuan muda dada anda terluka anda juga harus mendapatkan perawatan."


"tidak Ijong, ini hanya luka kecil dan aku khawatir pada mereka bertiga."


tapi tiba-tiba kepala ku begitu pusing, dan pandanganku menghitam, aku pun jatuh pingsan.


Ijong langsung memanggil perawat pria untuk membantunya, Gabriel terlalu banyak mengeluarkan darah.


saat Gabriel baru masuk ruang operasi keluarga Utomo baru saja datang, Mega dan Bella terlihat begitu khawatir.


dokter yang menangani Danish dan Daniyal pun sudah keluar, mereka mengatakan jika kondisi ketiga bocah itu baik.


"Ijong mana Gabriel?" tanya Bella khawatir.


"maaf nyonya besar, tuan muda berada di ruang operasi karena mendapat luka di dadanya dan juga banyak kehabisan darah," jawab Ijong.


Bella terduduk lemah seketika, Bella menangis sejadinya mendengar penjelasan Ijong.


tak lama Billy dan Adelia baru sampai di rumah sakit, ya mereka baru saja menyelesaikan beberapa urusan di Surabaya.


Adelia langsung memeluk Bella yang menangis sejadinya.


"bunda, tenang lah, kami di sini..." kata Adelia sambil ikut menangis.


"Abang mu Adel, dia terluka," kata Bella.

__ADS_1


"bunda yakinlah Abang pria kuat, dan Abang akan melewati ini semua dan kembali berkumpul bersama kita," kata Adelia.


ya hari ini Adelia baru mendapatkan semua harta yang di wariskan oleh Reino Wijaya ayahnya.


tak lama dokter menghampiri keluarga itu, Billy langsung menanyakan keadaan putra pertama nya itu.


"bagaimana keadaan putra ku dokter?" tanya Billy yang begitu khawatir.


"kami sudah melakukan yang terbaik, dan tolong berdoa untuk kesadarannya, karena kondisinya saat ini masih kritis karena banyak kehilangan darah," kata dokter.


Billy seakan runtuh me dengar penjelasan dokter, putra kebanggaan nya harus mengalami semua ini.


Gabriel sudah di pindahkan ke ruangan khusus, begitupun ketiga bocah itu yang juga menjalani perawatan untik sementara waktu.


Mega menangis melihat kondisi Puri yang begitu buruk, gadis kecil itu memiliki luka memar di kedua pipinya.


bahkan terdapat luka gigitan di leher dan kedua tangan gadis kecil itu, dan yang membuat Mega makin sakit saat Ijong mengatakan jika Gabriel terluka demi menyelamatkan Puri yang ingin di lecehkan.


itu terbukti dari jaket Gabriel yang di pakai Puri dan seluruh luka yang ada di tubuh Puri.


Danish dan Daniyal juga mengalami memar di tubuhnya karena sempat di pukuli, Bella menangis melihat kondisi ketiga putranya.


"mas, kenapa ini semua terjadi pada putra .kita, apa salah kita, hingga harus melihat ini," kata Bella di pelukan Billy.


"tenang sayang, aku sudah meminta Ijong untuk menyelidiki semua ini dan siapa dalang di balik ini semua," kata Billy dengan suara marah.


Adelia sedang berdiri di luar kamar Gabriel sambil melihat pria itu yang terbaring begitu lemah.


Angga dan Bayu baru datang setelah menerima pesan dari Mega, melihat kedatangan suaminya Mega langsung berlari memeluk Angga.


"mas, Puri..." lirih Mega di pelukan Angga.


"tenang sayang, aku akan membuat pelakunya menyesal karena berani menyakiti putri kesayangan ku," kata Angga terdengar marah.


Bayu mengusap kepala keponakan nya yang masih belum sadar, tapi saat Bayu mengusap kepala Puri.


ternyata gadis itu tersadar, Puri kaget melihat Bayu yang mengusap kepalanya.


"pergi, lepaskan aku, pergi, kau pria jahat!" teriak Puri dengan ketakutan.


Bayu kaget, sedang Angga langsung menghampiri sang putri yang nampak begitu kaget dan ketakutan.


"Puri dia ayah kecil, ini ayah sayang.." kata Angga.


"PERGI.. bang Gabriel! kalian pergi jangan sentuh aku, pergi!" teriak Puri ketakutan.


Billy langsung memeluk Puri yang terus berteriak bahkan infus di tangan nya pun sudah lepas dan membuat tangan kecilnya berdarah.

__ADS_1


Mega begitu sedih melihat keadaan putri kecilnya itu, bahkan Puri terus berontak di pelukan Billy dan terus memanggil nama Gabriel.


__ADS_2