
setelah mengantar Wina, mobil yang di kemudikan oleh Bayu pun sampai di rumah.
Annisa langsung pergi masuk ke dalam, sedang Puri membantu ayah kecilnya membawa belanjaan.
"ayah, itu bunda kenapa?" tanya Puri.
"bunda mu itu lagi marah, karena baru tau jika dia hamil, dan menyalahkan ayah mu ini," jawab Bayu dengan menghela nafas.
"apa bunda hamil di usianya?" kata Puri kaget.
Bayu mengangguk, sedang Puri malah menahan tawanya, karena bisa membayangkan bagaimana reaksi Sean nanti.
"aku akan punya sepupu baru, yey," kata Puri senang.
"Puri ayo masuk, bantu bunda masak," panggil Annisa.
"siap bumil," jawab Puri yang berlari masuk.
Annisa dan Puri memasak untuk menyambut tamu spesial. yang Puri sendiri tidak tau siapa tamu itu.
sedang di rumah, Kania sedang sibuk memilih hadiah untuk di bawa ke rumah Annisa nanti malam.
"sayang kamu sibuk sekali aku lihat," tanya Bhara.
"aku itu sedang memilih hadiah untuk keluarga Sean, terutama gadis muda keponakan Bayu pa," jawab Kania jujur.
"berhenti menjodohkan putramu, kamu tau sendiri bagaimana sifatnya," kata Bhara tak habis pikir dengan istrinya itu.
"tapi putraku tak akan menolak permintaan mamanya yang cantik ini," jawab Kania semangat.
Bhara hanya bisa mengangguk, karena tak mungkin membantah perkataan dari Kania.
sedang di Samarinda, Husna sedang menyuapi Gabriel dengan telaten. sedang Gabriel terus tersenyum senyum melihat wajah Husna.
__ADS_1
"kenapa mas?" tanya Husna malu.
"tidak ada, aku hanya baru menyadari bahwa kamu begitu cantik dan lembut," kata Gabriel.
"kamu kenapa bisa menggombal seperti itu,"kata Husna yang berdiri dan mengambilkan air minum untuk Gabriel.
sedang Gabriel juga menahan tawanya melihat Husna yang terliht malu karena perkataan nya.
"huh... lebih baik tadi aku gak kemari kalau harus melihat kemesraan kalian begini," kata Daniyal mengomel.
"kamu datang Daniyal," kata Husna menyapa adik iparnya itu.
"iya mbak, aku bawa cemilan dan buah sesuai perintah bunda," jawab Daniyal menunjukkan beberapa kantong kresek yang dia bawa.
"kamu ganggu saja," kata Gabriel.
"dasar raja iblis lu bang, eh aku tadi juga di suruh kakek untuk bilang, untuk sementara kamu libur dulu dan urusan perusahaan di handel kakek," kata Daniyal duduk di sofa.
"sayang kita bulan madu yuk," kata Gabriel.
"ya elah mbak, gak masalah lagi, mbak tau kan itu yayasan juga milik bunda, lagi pula mbak juga bisa loh jadi ketua yayasan jika mau," kata Daniyal.
Gabriel pun mengacungkan jempol pada adiknya itu, sedang Husna hanya bis geleng-geleng melihat tingkah keduanya.
sedang Danish bersama dengan Sagara, mereka tengah bermain futsal bersama para teman.
Danish terlihat begitu menguasai bola, dan Sagara juga tak mau kalah. tapi tanpa sepengetahuan Sagara.
Danish bersikap begitu karena dia menyukai seorang gadis yang duduk di sisi pojok bersama teman wanitanya.
ya dia Nagita Ferdiananta, gadis yang sudah di sukai Danish dari kelas dua SMA. sedang Nagita sendiri malah lebih tertarik dengan Daniyal.
akhirnya rim futsal Danish menang, Sagara langsung menghampiri dan memberikan selamat.
__ADS_1
"oke selamat bung, sekarang kita bisa makan sesuai dengan perjanjian kota di awal, kamu yang pilih tempatnya," kata Sagara.
"baiklah, kita makan di warung pinggir jalan saja, itu lebih enak, dan aku punya tempat yang favorit," kata Danish
"wah boleh itu, jika yang kamu maksud itu warung mbak puji ya," kata Tyo teman Danish.
"kamu benar, ayo sekarang mandi kita siap-siap berangkat," kata Danish.
Sagara pun bersama yang lain berganti pakaian, saat Sagara keluar, Nagita pun langsung menghampiri Sagara dengan manja.
"Abang, aku ikut ya, habis aku dan Nana binggung mau ngapain," mohon Nagita
"kamu bisa nonton, kenapa malah mau ikut Abang?" tanya Sagara menggoda sang adik.
"malas, karna yang di putar hanya film horor, dan Abang tau jika aku tak menyukai film horor," jawab Nagita.
"baiklah kalau begitu kamu ikut, gak masalah kan semuanya jika kedua wanita ini ikut?" tanya Sagara pada teman-temannya.
"tentu, lagi pula kami juga tak merasa canggung dengan adikmu itu," jawab Tyo.
mereka pun segera menuju warung yang di maksud, setelah sampai Nagita memilih duduk di sebelah Nana.
sedang di Sagara duduk bersama yang lain, Danish hanya bisa mencuri pandang pada Nagita.
"eh Gigi, tuh di perhatiin Danish," bisik Nana
"aku tau lagi, tapi aku risih sebenarnya," jawab Nagita.
"kenapa, dia itu ganteng dan terkenal di kalangan gadis-gadis,belum lagi dia juga super kaya," kata Nana.
"kamu kan tau, siapa pria yang aku suka," jawab Nagita sambil mengaduk minumannya.
"aku kadang itu binggung, apa yang kamu suka dari pria dingin dan cuek seperti Daniyal itu, bahkan pria itu kayak gelondongan kayu, lurus dan tak bisa tersenyum," kata Nana membayangkan sifat Daniyal saat di kampus.
__ADS_1
"tapi aku suka dia, karena dia bukan tipe pria yang suka mengumbar pesona seperti kembarannya," kata Nagita.