Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
Episode 06


__ADS_3

jungkook menghelas napas lalu tersenyum tipis. " aku sebenernya harus mengerjakan sesuatu pagi ini. Ah, bukan masalah. aku bisa mengerjakannya nanti".


yuni aulia menarik kursi, melipat tangannya di atas meja sambil memandang jungkook yang sedang memotong roti dengan pisau makan.


"ini kan akhir pekan, memangnya harus sesibuk itu terus?". tanya yuni aulia.


"aku baru saja diangkat menjadi vice president satu bulan lalu, aku punya tanggung jawab yang besar terlebih saat mendekati launching gim terbaru, aku tidak ingin ada yang terlewat". ucap jungkook sembari menusuk potongan rotinya dengan garpu.


"belum lagi, rencana pelebaran sayap perusahan di bagian perangkap lunak untuk sistem pengelolaan data industri pemerintahan". lanjut jungkook.


"apa? tidak tahu C.U. Ink akan mengambil keputusan itu". ucap yuni aulia.


saat pertama kali mengenal jungkook dan tahu bahwa dia berkerja di salah satu perusahan gim terbaik di korea, yuni aulia langsung mencari tahu. yuni aulia ingat bahwa saat ia masih SMA, ia pernah melakukan study tour ke C.U. Ink. saat itu yuni aulia belum mengenal jungkook dan tidak ingat pernah bertemu dengannya. lagi pula, ia tidak begitu menyukai gim, hanya siswa laki-laki saja yang bersemangat. yuni aulia tidak banyak mencatat, ia hanya menyalinnya dan yang ia ingat dari catatan temannya adalah bahwa C.U. Ink merupakan sebuah perusahan yang sangat konsisten di dunia gim. kefokusannya pada satu bidang membuat perusahan itu unggul.


"sebenernya, aku tidak setuju. tetapi, sebuah tawaran datang pada kami. perusahan digital baru hari itu datang dan mempresentasikan segala keuntungan. ceo melihat itu sebagai peluang emas, akhirnya kami semua membicarakannya dengan serius". kata jungkook kembali mengunyah.


yuni aulia bersyukur jungkook tidak protes atau memberi komentar apa pun, ia merasa jungkook cukup menikmatinya meskipun roti panggang buatan yuni aulia bukan yang terbaik.


yuni aulia mencerna kalimat jungkook sambil mengaduk-aduk teh hangat di sampingnya. yuni aulia melihat jungkook memiringkan kepala.


"Oppa". panggil yuni aulia.


"Hmm". dehem jungkook.


"apa itu artinya kau akan sibuk sampai akhir tahun ini?". tanya yuni aulia dengan nada yang tak sengaja terdengar sedih.


jungkook berhenti menunda memasukan potongan rotinya. ia menatap yuni aulia dengan tatapan yang sulit untuk yuni aulia artikan. ia melihat jungkook menghelas napas.


"ini alasan mengapa aku sangat tidak ingin C.U. Ink melebarkan sayapnya karena".


"karena apa?". potong yuni aulia.

__ADS_1


"karena jika itu terjadi". jungkook menarik napas sejenak.


"posisiku akan bergeser menggantikan Ceo. itu bukan hal yang mudah". lanjut jungkook.


jawaban itu seketika membuat yuni aulia agak menunjukan kepala. ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, sebuah bisikan datang padanya agar yuni aulia merasa menyesal, entah karena apa.


"yuni?". panggil jungkook.


yuni aulia mendengarnya. serius, ia mendengar jungkook memanggilnya tetapi tidak dapat bereaksi. yuni aulia terbawa begitu jauh bersama dengan pikirannya sendiri.


seharusnya. malam tadi, ia menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan jungkook. seharusnya pagi ini mereka membahas tempat bulan madu terbaik atau rencana lain dalam berumah tangga.


seharusnya...


"yuni". panggil jungkook lagi.


pada akhirnya yuni aulia mengangkat kepala nya, menarik senyum palsu yang susah payah yang ia buat.


"ya? Oppa?". tanya yuni aulia.


sesegera mungkin yuni aulia mengangguk. "tentu".


jungkook sempat me.andang yuni aulia selama berapa saat untuk memastikan sesuatu. yuni aulia tetap berusaha bersikap seperti biasa dan fokus pada sarapannya. aktik yuni aulia mungkin terlalu bagus sehingga jungkook akhirnya fokus kembali pada sarapannya.


Ah, kenapa semuanya jadi terasa aneh. batin yuni aulia.


*******


pada akhirnya yuni aulia menginjakkan kaki nya kembali ke kampus setelah sembuh total, ia bahkan sudah mulai bisa mengangkat beberapa barang uang cukup berat tanpa merasa sakit lagi. Dokter Ae selama menghubungi yuni aulia lewat Skype dan menanyakan keadaannya seolah bisa menebak bahwa yuni aulia bener-bener sudah sembuh. mereka tidak mengobrol panjang karena dia begitu sibuk di india. dia hanya menanyakan keadaan yuni aulia dan kehidupannya dengan jungkook.


apalagi yang bisa yuni aulia jawab selain.' kami baik-baik saja'? mereka memiliki dunia sendiri sehingga terlihat bahwa tak ada masalah apapun. Mereka tinggal satu rumah, tidur bersama, tapi tidak punya banyak waktu untuk saling berbagi dan mengisi. ini lebih menyedihkan dari orang yang menjalani LDR. yuni aulia dan jungkook secara fisik dekat, tapi secara batin saling berjauhan.

__ADS_1


yuni aulia mengerti jungkook sedang dalam masa prajabatan, karena terakhir yang yuni aulia tahu jungkook akan menjadi seorang ceo. yuni aulia sangat ingin memperhatikannya, ia mencoba tapi rasanya semua sia-sia akan tetapi jungkook seakan berpikir bahwa perkerjaan adalah segalanya. yuni aulia tidak tahu lagi apa yang ingin jungkook capai sebenernya? jungkook sudah memiliki segalanya tanpa harus menyiksa dirinya sendiri.


"aku semakin ragu dengan pernikahan kalian". kata Myura menginterupsi yuni aulia yang sedang menikmati sinar matahari siang ini.


"jungkook lelaki yang baik". ucap yuni aulia. sebenernya sih itu jawaban agar membuat Myura tak berbicara lebih jauh.


"aku tahu, tapi dia sangat aneh. benar kan?". ucap Myura menyenggol taeyong yang tengah membaca buku.


"Emm, sedikit". taeyong menaikkan kedua bahu, lalu melanjutkan membaca buku.


"aneh bagaimana?". tanya yuni aulia.


"pikirkan saja, kau belum pernah mengenalnya sama sekali. kalian menjalani masa pendekatan yang cukup cepat, itu saja terlihat sangat tidak masuk akal menurutku". jawab Myura.


"tapi, dia sudah tidak terlalu muda lagi". balas taeyong membalik lembaran bukunya.


"tentu saja. meskipun karena alasan kesehatan, tapi jungkook seolah tahu cara mencuri hati yuni". ucap Myura lalu meremas satu bahu yuni aulia.


"yuni, kau seharusnya curiga. mungkin saja dia seorang player. seorang lelaki dengan kehidupan dan wajah yang mendukung seperti jungkook takkan mungkin secepat itu memberikan cintanya pada seorang wanita yang sama sekali tidak pernah dia kenal. dia bahkan menyerahkan seluruh hidupnya bersamamu lewat pernikahan, apa itu masuk akal?". penjelas Myura.


yuni aulia terkekeh hambar seraya mencerna kalimat Myura. jika dipikir secara mendalam, semuanya memang benar.


"aku tidak tahu. aku tidak punya alasan dan memang tidak pernah menemukan satu keburukan tentang jungkook". Entah mengapa yuni aulia mengucapkannya dengan nada yang putus asa.


"yuni, kau harus mengenal jungkook lebih dalam lagi". kata taeyong menutup bukunya yang tadi ia baca.


"untuk apa aku melakukannya? nanti juga aku akan mengenalnya secara perlahan". balas yuni aulia.


"bukan soal itu. masalahnya ini penting bagimu, jadi semakin kau mengenalnya semakin kau tahu apa alasannya untuk bersamanya". jelas taeyong.


"apa kau berpikir aku tidak mencintai jungkook?". tanya yuni aulia menatap taeyong.

__ADS_1


taeyong menghelas napas. "apa kau yakin, kau mencintainya? bagaimana jika semua ini hanya karena posisimu yang terdesak ditambah dengan kekagumanmu saja?".


seketika yuni aulia terdiam, ia tidak pernah merenung sejauh itu. kini hatinya mendadak bimbang.


__ADS_2