Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
dead...


__ADS_3

setelah membawa kedua wanita itu ke ruangan khusus mereka, kemudian Abimanyu dan kawan-kawannya pun melakukan pesta panas.


kedua wanita itu pun di kerjai secara bergilir, dan mereka bahkan tak memperdulikan kedua wanita itu asal mereka puas.


setelah selesai Abimanyu keluar dari ruangan itu dan menuju ke arah mobilnya.


Rio dan Sean hanya bisa menghela nafas ketika melihat kelakuan dari putra kedua bos mereka.


sedang di suatu tempat seorang pria tersenyum menyeringai karena Rio dan Sean begitu lengah dalam menjaga Abimanyu.


"ayolah, tugas kita setiap hari harus mengawasi pria ini bermain wanita seperti binatang," kata Sean mengeluh.


"terus kamu mau gimana? ini perintah tuan Bhara dan juga Arjuna," jawab Rio yang mengikuti mobil Abimanyu.


"aku heran pada mereka berdua, kembar tapi memiliki sifat bertolak belakang, yang satu tak pernah menyentuh wanita, eh yang satu ini pemain wanita," kata Sean menghela nafas.


"ini masih tak seberapa, waktu dulu aku masih muda, aku harus mengawasi istri laknut dari bos Bhara yang terus berganti berondong," jawab Rio tertawa.


saat mereka berbincang mobil mereka terjebak lampu merah, tapi mobil Abimanyu berhasil lolos.


seorang pria memacu motor sport miliknya dan mengejar mobil Abimanyu, sedang Abimanyu sedang menikmati minuman miliknya di dalam mobil.


motor itu pun memepet mobil Abimanyu dan langsung memukulkan sebuah tongkat bisbol hingga kaca mobil itu pecah.


"bangs*t," maki Abimanyu.


mobil Abimanyu pun berbelok, sedang sepeda motor itu lurus dengan senyuman menyeringai.


saat Abimanyu lenggah, sebuah truk berjalan tanpa kendali ke arah mobil Abimanyu dengan begitu kencang.


keduanya pun kecelakaan dengan adu banteng, mobil Abimanyu ringsek dan terseret truk itu hingga beberapa ratus meter.


sedang pria bertopeng itu tersenyum menyeringai, "selamat tinggal tuan muda Abimanyu, selamat berjumpa dengan kakek mu," kata pria itu.


dia pun menekan sebuah remote.

__ADS_1


BOOM... ledakan besar di mobil Abimanyu, kini mobil itu terbakar hebat dengan Abimanyu di dalamnya.


mobil Sean dan Rio baru sampai dan kaget melihat mobil Abimanyu sudah meledak dan juga truk yang menabraknya.


dari kejauhan Sean bisa melihat seorang pria berdiri di sana, dengan pakaian serba hitam dan juga topeng berwarna silver.


"siapa di sana!" teriak Sean.


pria itu mengucapkan selamat tinggal dengan mengangkat dua jarinya, berarti sudah hilang dua musuh nya.


Rio juga sempat melihat pria itu, Rio terkejut melihat topeng milik asisten Angga.


"tidak mungkin," kata Rio lemas.


"om kenapa?" tanya Sean.


"tidak mungkin pria itu masih hidup, dia sudah mati, dan topeng itu," kata Rio meracau.


Sean pun menghubungi rumah sakit dan juga pihak kepolisian, butuh waktu yang lumayan lama karena harus memadamkan api yang melayat kedua mobil.


Rio menghubungi Bhara, "ya hallo, ada apa Rio?" tanya Bhara yang baru bangun dari istirahat nya.


"apa! bagaimana kalian mengawasinya!" bentak Bhara.


Kania terbangun mendengar bentakan dari Bhara, bahkan Bhara kini menangis.


"ada apa pa?" tanya Kania.


"kita harus ke rumah sakit ma, Manyu kecelakaan," kata Bhara.


mendengar itu Kania begitu syok dan langsung menagis menjadi-jadi, karena Abimanyu adalah putra kesayangannya.


"pa, ayo pa kita lihat Manyu pa," kata Kania panik.


mereka pun pergi dengan mengunakan baju tidur, dan ternyata Arjuna juga akan pergi sesuai laporan dari Sean.

__ADS_1


Arjuna menyetir, sedang Bhara masih menenangkan Kania yang masih terus menangis.


Sesampainya di rumah sakit, terlihat begitu banyak pihak kepolisian, terlihat Sean dan Rio masih di mintai keterangan oleh polisi.


Sean dan Rio menunduk hormat pada bhara dan keluarga.


"apa kalian keluarga korban?" tanya polisi.


"iya pak, bagaimana keadaannya?" tanya Kania begitu emosional.


"maaf nyonya, ketiga korban meninggal dunia dengan keadaan luka bakar serius, dan jenazah ada di kamar mayat, saya perlu anda mengenali korban dan juga tes DNA untuk meyakinkan jenazah," kata pihak kepolisian.


Kania langsung pingsan saat mendengar semua penjelasan polisi, Arjuna pun membawa ibunya itu ke UGD.


sedang Bhara di temani oleh Rio dan Sean ke kamar mayat, di sana Bhara melihat sebuah kantong jenazah.


saat polisi membukanya, dunia bhara runtuh dengan melihat keadaan Abimanyu yang hangus tanpa bisa di kenali.


"bos," kata Sean menahan tubuh Bhara yang limbung.


Bhara pun menangis melihat keadaan putra keduanya itu, bahkan dia tak menyangka Abimanyu bisa meninggal dunia seperti ini.


Sean membawa bhara keluar dari kamar mayat, Bhara merutuki kebodohannya dengan terlalu memanjakan putra keduanya itu.


di sebuah jembatan, seorang Pria tengah merokok dengan santai, tak lama seorang wanita menghampiri dirinya.


"bagaimana sudah puas?" tanya Siena.


"belum masih ada beberapa orang yang harus menebus dosanya," jawab pria itu.


"kamu tak kasihan melihat istrimu yang sedang hamil lima bulan itu, aku seandainya jadi istri mu, uh ku bunuh dirimu," kata Siena.


"hentikan omong kosong mu, besok kamu harus mulai datang ke kantor mengantikan diriku," kata pria itu.


"baiklah, seandainya kau bukan saudara seperguruan, aku tak mau mengikuti keinginanmu, dasar pemaksa," kata Siena.

__ADS_1


"ya sudah, aku besok mulai bekerja, memang kamu mu kemana?" tanya Siena.


"mengakhiri semuanya," jawab pria itu.


__ADS_2