Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
katakan dimana?


__ADS_3

Andhara langsung berdiri dan memilih bertanya pada Bhara, ya Andhara ingat jika bhara adalah bos dari suaminya asisten Angga.


"tuan Bharata," panggil Andhara berlari menuju ke arah Bhara.


semua orang di ruangan itu begitu kaget melihat Andhara yang menghampiri bhara dengan keadaan yang begitu sedih.


Adelia dan keluarga sudah berpamitan untuk pulang, pasalnya kakek Yudha menelpon tadi mengatakan jika kondisinya menurun.


Daniel merangkul Adelia dan berjalan keluar bersama orang tua angkatnya, Adelia pun pergi meski dia penasaran dengan apa yang terjadi.


Andhara masih menangis sambil menghampiri Bhara yang kebinggungan, "ada apa Andhara? kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Bhara binggung.


"katakan padaku dimana mas Angga dan putra kami berada? jangan membohongi ku," kata Andhara.


"apa yang kamu katakan, Angga sudah meninggal dunia saat kelahiran putra mu, dan putra mu-" jawab Bhara menggantung.


Bhara tak bisa memberi tahu Andhara karena dia sudah berjanji pada Daniel dan juga Ardi mengancamnya.


"cepat katakan!" bentak Andhara.


"dia hilang, dan kamu tak tau dimana," kata Bhara mengejutkan semua orang.


Rudi yang tau segalanya memilih untuk melihat tanpa ingin ikut campur, sedang saat Kania ingin mengatakan Arjuna menahan sang ibu.


"apa yang kalian katakan, putra ku hilang, tapi kenapa Daddy mengatakan padaku jika putra ku meninggal dunia saat di lahirkan..." tangis Andhara begitu pilu.


Kania pun langsung memeluknya, dia membawa Andhara ke tempat istirahat di sana.


Safa menghubungi Ardi dan mengatakan apa yang terjadi di Surabaya, mendengar penjelasan Safa, Ardi murka.

__ADS_1


"baiklah aku akan terbang ke Surabaya saat ini," kata Ardi pada Safa.


Ardi meminta Kevin menyiapkan kepergian mereka, Kevin pun menyiapkan semua keperluan Ardi.


Kirana ingin ikut tapi Ardi melarangnya karena kondisi tubuhnya yang lemah.


jet pribadi itu sudah lepas landas malam itu, tidak buruh waktu lama untuk sampai di Bandara Juanda Surabaya.


mobil pun siap dan juga pengawalan ketat di lakukan, Ardi langsung menuju ke rumah pribadi milik nya.


saat masuk Ardi bisa melihat rumah itu sudah di hancurkan oleh Andhara, bahkan semua barang sudah berserakan dan pecah.


Safa menunduk hormat pada Ardi yang baru sampai, "dimana Andhara?" tanya Ardi dingin.


"nyonya di atas tuan, nyonya mengunci pintu dan terus menangis," lapor Safa.


"kalian bertiga ikut aku ke atas," kata Ardi pada para pengawalnya.


"dobrak," perintah Ardi.


ketiga pengawal itu langsung bersiap mendobrak pintu, saat pintu terbuka, Ardi kaget melihat kondisi Andhara yang sudah memotong pergelangan tangannya sendiri.


"Andhara!" panggil Ardi cemas.


"kalian cepat bawa Andhara ke rumah sakit sekarang!" bentak Ardi.


akhirnya Andhara di bawa kerumah sakit milik keluarga Prayoga, dan Dera sudah menyiapkan segalanya.


Ardi begitu kesal mengetahui segalanya, dia tak mengira jika keputusan nya mengirim Andhara ke Surabaya akan menjadi bencana.

__ADS_1


"Safa apa yang sebenarnya terjadi!" tanya Ardi dingin pada asisten Andhara itu.


"maaf tuan, nyonya tadi menanyakan tentang asisten Angga dan putranya pada tuan Bharata," jawab Safa menunduk takut.


"apa yang di katakan oleh Bharata?" tanya Ardi menatap asisten putrinya itu.


"tuan Bharata mengatakan jika asisten Angga susah meninggal dunia, sedang putra mereka hilang tak tau di mana," jawab Safa.


"si*lan, aku tak menyangka akan jadi serumit ini, halau tau lebih baik dulu aku membunuhnya agar tak menjadi masalah di kemudian hari," kata Ardi begitu geram.


"Kevin selidiki, apa kemungkinan Andhara mengetahui sesuatu," kata Ardi.


"baik tuan," jawab asisten Kevin.


Safa menatap sedih ke arah asisten Kevin, sedang asisten Kevin mengangguk seakan mengatakan jika semuanya baik-baik saja.


Dera menghampiri Ardi yang sedang menunggu kondisi Andhara, "menyesal bos, tak berguna sekarang," kata Dera pada Ardi.


"bisakah kau diam, aku sedang marah, dan apa saja yang di lakukan dokter itu di dalam," kata Ardi.


"inilah yang kau dapat dengan menentang keras putrimu, seandainya dulu kau membiarkan Andhara merawat putranya, mungkin ini tak akan terjadi," kata Dera.


"kau ingin keluarga ku jadi bahan ejekan dengan Andhara membesarkan putra tanpa suami," kata Ardi.


"setidaknya dua sudah menikah, dan apa salah bayi itu, kenapa kau begitu membencinya," kata Dera tak kalah sanggar.


"karena dia hanya seorang bajingan," kata Ardi.


"sudahlah tak berguna berbicara dengan tembok hidup, kau akan menuai apa yang kau tanam, semoga putra Andhara tak menuntut balas atas semua perlakuan mu dulu padanya," kata Dera meninggalkan Ardi di ruang tunggu sendiri.

__ADS_1


"ah... si*lan,brengs*k," maki Ardi.


__ADS_2