Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
penjelasan


__ADS_3

Caca sedang begitu sedih karena harus menikah dengan pria yang tak di cintainya.


sedang Daniyal seakan melupakannya begitu saja, bahkan tak ada kabar sedikitpun dari pria itu.


Puri sedang berkunjung setelah dua bulan ini berada di Jepang bersama suaminya.


"maaf om, Tante apa Cacanya ada? saya ingin memberikan hadiah," kata Puri sedikit segan.


Morgan pun memberikan oleh-oleh pada orang tua caca, mereka langsung terlihat senang melihat hadiah itu.


mereka pun langsung meminta seorang pembantu menunjukkan kamar Caca.


saat masuk kamar itu, kondisi Caca cukup buruk gadis itu sedang menangis sambil memeluk foto Daniyal.


"Caca!" panggil Puri.


mendengar suara sahabatnya,Caca pun bergegas menghampiri Puri dan memeluknya.


Puri pun tak mengira jika Caca akan mengalami semua hal buruk ini, "kenapa kamu memilih jalan ini, kamu memiliki kami, dan juga Daniyal," kata Puri.


"aku terpaksa, mereka menahan kakek, dan untuk Daniyal aku hilang kontak dengannya, apalagi Danish sering menggoda ku," jawab Caca.


"cukup, aku akan meminta penjelasan pada Daniyal untuk mu," kata Puri tak sabar.


"tunggu Puri, jangan lakukan itu," kata Caca menahan Puri.


"tidak, karena pria itu keterlaluan, dan aku dengar dia juga sedang berada di Surabaya dan ini kebetulan bukan," kata Puri marah.


Caca pun tak bisa menghentikan sahabatnya itu, "maaf Caca, aku kecewa padamu, karena kamu menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya," kata Morgan sebelum mengejar istrinya.


Caca hanya bisa menangis, bagaimana bisa dia mengatakan jika dia sudah di jual ke beberapa lelaki demi hasil proyek yang di inginkan oleh ayah tirinya.


bahkan ayah kandung Caca pun sudah tutup mata, dan tak memperdulikan Caca lagi.


Puri pun masih begitu marah, Morgan yang tau segalanya tak bisa berbuat banyak.


saat sampai di rumah Adelia, Puri langsung buru-buru masuk kedalam rumah.


"Daniyal!" teriak Puri.

__ADS_1


"sayang aku mohon tenanglah, ingat kamu sedang hamil saat ini," kata Morgan menginggatkan.


Adelia yang keluar, dan berdiri di depan Puri, Daniyal menahan Dinda agar tak keluar menemui Puri.


"jangan keluar, aku takut dia menyakiti mu nanti," kata Daniyal.


"tapi mas," kata Dinda terhenti karena Daniyal mengeleng.


Dinda pun menurut dan hanya melihat dari jauh, Daniyal pun datang begitupun dengan Daniel.


"ada apa Puri? kamu pikir ini hutan hingga kamu bisa berteriak seenaknya, kamu di ajari tata Krama bukan, jadi jaga tingkah laku mu!" bentak Adelia


"aku tak ada urusan dengan kakak," jawab Puri yang ingin menghampiri Daniyal.


tapi Adelia menahannya, "jangan berani berbuat seenaknya di rumahku, ingatlah kita tak ada hubungan darah dan jangan buat aku melukai mu," ancam Adelia yang berhasil membuat putu ciut.


Adelia pun menghempaskan tangan gadis itu, Daniyal berjalan menghampiri Puri.


"kenapa mencariku, ingin tanya Kenapa aku tak menghubungi dan mencampakkan sahabatmu, benarkan?" kata Daniyal.


"aku tak mengira kamu begitu buruk Daniyal, dia mengorbankan segalanya untuk mu, dan begini kamu membalasnya," kata Puri marah.


"Daniyal!" teriak Puri yang menampar Daniyal.


sebuah tamparan mengenai Dinda yang melindungi suaminya dari Puri, Morgan langsung menarik Puri karena istrinya sudah keterlaluan.


"Dinda!" kaget semua orang.


"kamu keterlaluan Puri, kamu jangan menyimpulkan jika tak tau yang sebenarnya," kata Morgan marah.


"apa maksud mas?" tanya Puri.


Daniyal pun melihat wajah Dinda dengan melepas cadarnya, Dinda pun terluka di sudut bibirnya.


"tak apa-apa mas, ini luka kecil, lebih baik jelaskan pada mbak nya," kata Dinda dengan lembut.


"kamu ingin tau bukan, kenapa aku meninggalkan wanita itu, kenapa aku pergi begitu saja, akan aku tunjukkan," jawab Daniyal menahan semu amarah nya.


Daniyal menuju kamar dan mengambil semua bukti, Daniyal mengeluarkan semua foto yang dia dapatkan.

__ADS_1


Daniyal pun melemparkan foto itu ke arah Puri dan Morgan, "kamu belum buta bukan, kamu bisa melihatnya, setiap hari dengan dua pria yang berbeda, bahkan sampai pergi keluar negeri juga," teriak Daniyal.


"mas aku mohon tenanglah," kata Dinda menenangkan suaminya.


Puri pun mengambil foto-foto itu, Morgan bahkan tak mengira jika Daniyal mengetahui begitu banyak.


"kamu kira aku tanpa alasan meninggalkan dirinya, aku sudah tau jika kakeknya sakit dan di tahan oleh ibu dan ayah tirinya, dia memilih jalan itu di banding mencariku dan meminta tolong, karena para itu lebih kaya di banding diriku," tambah Daniyal.


"apa? ini tak benarkan, dia tak mengatakan ini padaku," kata Puri kecewa.


"lihatlah, demi membela sahabatmu itu, kamu bahkan sudah melukai menantu dari cucu laki-laki keluarga Utomo," kata Danish yang baru datang.


"apa? cucu menantu keluarga Utomo," kata Morgan melihat Daniyal yang merangkul Dinda yang sudah kembali bercadar.


"aku sudah menikah, ini pun atas persetujuan kakek dan juga orang tua ku, jika kamu masih ingin membela sahabatmu itu, silahkan, toh aku tak keberatan tak menganggap mu sebagai saudara, karena dari dulu kamu selalu berpikiran sempit dan memojokkan tanpa tau kebenaran yang sesungguhnya," kata Daniyal yang terlanjur kecewa.


"Daniyal tak harus seperti itu, dia tetap saudara kita," kata Adelia


"saudara konon, maaf mbak, aku tak bisa memiliki sepupu yang tak pernah percaya dan selalu memihak orang lain di Bandung keluarganya," jawab Danish.


Morgan pun membantu Puri bangun, dia tak mengira jika perbuatan Puri begitu melukai para sepupunya itu.


sedang di luar, sebuah mobil mewah baru saja berhenti dan Gabriel serta Husna masuk.


tapi semua terdiam karena suasana canggung itu, "kalau begitu kami pamit, kita akan membicarakan lagi saat suasana sudah membaik," kata Morgan.


"tunggu Morgan, ada apa ini? kenapa kalian langsung diam saat aku datang," tanya Gabriel.


"tidak ada Gabriel, kami harus segera pamit karena kondisi Puri memburuk," kata Morgan.


"apa aku perlu membantunya, apa yang sakit Puri?" tanya Gabriel reflek.


Husna pun langsung melepaskan gandengan tangannya pada Gabriel, dan Husna memilih masuk dan menyapa Adelia.


"Gabriel, ingat dia istri orang, dan kenapa kamu tak bisa menjaga istrimu," kata Daniel menepuk bahu Gabriel.


"lihatlah, dia datang maka kak Husna akan terluka lagi," ejek Danish.


Gabriel pun menghampiri Husna yang di tahan oleh Adelia. "Dinda ayo ikut kami ke lantai dua, dan untuk kalian semua duduk untuk mencari solusi, satu lagi untukmu kak Gabriel, aku kecewa karena kamu tak bisa sepenuhnya melupakan dia, padahal istrimu yang selalu berada di sisimu," kata Adelia sebelum pergi.

__ADS_1


Gabriel pun merasa bodoh karena dia hanya menghawatirkan Puri sebagai asik,bukan seperti yang di pikirkan oleh Adelia dan Husna.


__ADS_2