
setelah sarapan Gabriel dan Husna memilih berjalan jalan di sekitar desa, para warga pun menyapa keduanya.
Gabriel juga sedang menunjukkan tempat yang akan di jadikan pabrik, dan pra warga juga sudah setuju karena Gabriel berjanji akan memperkerjakan para warga yang berada di sekitar pabrik.
keduanya pun menuju ke persawahan, mereka membeli beberapa kilo kentang untuk di buat kripik.
Gabriel bahkan tak melepaskan tangan Husna sedikitpun, mereka pun pulang ternyata Bella dan Billy sudah datang.
tak hanya mereka ternyata Adelia dan Daniel juga datang untuk ikut jalan-jalan mumpung berada di kota itu.
Gabriel pun mengeluarkan mobil miliknya, kemudian mereka pun berangkat.
di mobil Gabriel ada Husna, Daniyal dan Caca. sedang mobil Billy ada Bella dan Danish.
Daniel hanya ada adelia dan juga putra mereka, karena Daniel memang membawa mobil sedan.
sedang di desa sedang di pasang panggung untuk acara nanti malam, Simon mengawasi semua para pekerja.
"selamat pagi juragan Wisnu," sapa Simon sopan.
"pagi, owh... kamu yang mengawasi hiburan rakyat ini, kasihan kamu do jadikan babu dana adik ipar mu itu," ejek juragan Wisnu.
"tidak, mereka hanya sedang berlibur sebelum kembali ke Samarinda," jawab Simon.
"kamu masih jadi pesuruh saja sih, padahal adikmu itu orang kaya loh,minta kerjaan gitu loh, masak buat kakaknya jadi manajer aja gak bisa," ejek Lina istri dari juragan Wisnu.
__ADS_1
"maaf ya mbak, kami lebih suka hidup sederhana dari pada kaya tapi punya madu dimana-mana," jawab Ella marah.
"alah perempuan mandul diam deh, kamu itu perempuan hak sempurna," maki Lina.
"tolong jaga mulutmu sebelum aku merobek mulut mu," bentak Simon.
"tidak mas, kamu sudah janji tidak akan kembali ke jalan itu," kata Ella.
"kenapa marah, memang benar kan dia itu mandul, dasar wanita tak sempurna," maki Lina.
semua ayunan tongkat bisbol menghantam tubuh Lina dari. belakang.
seorang wanita datang dengan pakaian serba hitam dan langsung memukuli Lina.
Ella yang sedih ingin masuk tapi wanita itu menahannya, "sudah ku katakan, jika ada yang ngomong tidak-tidak mending bunuh saja," kata Siena.
"aku bukan wanita sekuat itu mbak," jawab Ella yang memeluk Siena.
"dasar pria tak berguna," ejek Siena pada Simon melalui gerak bibirnya.
Ella tiba-tiba pingsan di pelukan Siena, Siena pun terkejut dan memeluknya.
"Simon bawa dia ke mobilku," kata Siena panik.
Simon pun mengendongnya dan duduk di dalam mobil, sedang Siena menyetir mobil menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1
saat sampai Ella sedang menerima perawatan, seorang dokter menghampiri Siena dan Simon.
"bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Simon.
"selamat ya tuan, istri anda sedang hamil 1sepuluh Minggu dari hasil USG, dan dia hanya kelelahan, jadi tolong buat dia istirahat total ya," kata dokter.
"baik dokter, terima kasih banyak," kata Simon tanpa sadar menangis.
buah hati yang di nanti selama enam tahun pun akhirnya datang, Siena memeluk Simon.
Siena tak mengira jika keluarga Simon dan Ella akhirnya mendapatkan hadiah terindah.
Simon pun mengirim pesan pada Sagara untuk membelikan semua barang yang ada di list.
Sagara pun di buat binggung dengan nama dan semua jenis dan rasa susu ibu hamil itu.
tapi Sagara tetap membeli semua barang itu, Sagara juga melaporkan ini kepada Gabriel.
"sayang, sepertinya kira akan memiliki keponakan baru deh," kata Gabriel merangkul Husna.
"em.. siapa yang hamil?", tanya Husna.
"sepertinya kak Ella, ini Sagara di minta Simon untuk membeli susu hamil untuknya," kata Gabriel
Husna pun begitu bahagia saat tau ella hamil, pasalnya Husna tau bagaimana perjuangan Ella dan Simon selama ini.
__ADS_1