
Wisnu sudah siap bersama Adelia untuk rapat, Adelia tak mungkin bisa menghindari pekerjaan karena ini terlalu penting.
mereka sampai di restoran yang sudah di sepakati, terlihat Abimanyu sudah tersenyum bersama Asisten nya.
Adelia pun menyiapkan dirinya karena tak akan mudah berurusan dengan pria seperti Abimanyu, sedang Wisnu hanya mengikuti Adelia.
Wisnu pun menarik kursi untuk Adelia, "mohon maaf sebelumnya, tolong jangan merokok di sekitar kami," kata Wisnu menginggat kan seseorang di samping meja mereka.
"wah, makin cantik saja Adelia, sayang kamu janda," kata Abimanyu.
"tak usah basa-basi, aku kesini untuk membahas pekerjaan, jika kamu tak bisa menjaga mulut mu aku pergi saja," kata Adelia dingin.
"ternyata kau masih sombong seperti dulu, aku ingin lihat siapa yang bisa melindungi mu sekarang," kata Abimanyu yang ingin menyentuh Adelia.
Wisnu dengan sigap menahan dan meremas tangan dari Abimanyu, sedang Abimanyu begitu marah mendapat perlakuan seperti itu.
"jauhkan tangan mu dari ku," bentak Abimanyu yang menarik tangannya.
Wisnu hanya tersenyum lebar ke arah Abimanyu yang langsung badmood, "sudah sekarang aku ingin mendengar semua yang perusahaan mu tawarkan," kata Adelia yang tak ingin membuang waktu.
Lia yang selaku asisten dari Abimanyu langsung menjelaskan, sedang Wisnu juga melihat dan memeriksa proposal itu.
setelah selesai, Wisnu memberikan proposal jasa Adelia, sedang Adelia tak menyangka jika Wisnu memiliki kemampuan begitu hebat dalam analisis.
"bagaimana ini Adelia, apa tertarik bekerja sama dengan perusahaan Yusman?" tanya Abimanyu dengan tatapan menggoda Adelia.
"maaf untuk saat ini tidak, karena proposal anda kurang menarik, oh ya dan saya mohon jaga sikap anda, kami permisi," kata Adelia yang langsung berdiri dari kursinya di ikuti oleh Wisnu.
saat Abimanyu ingin mengejar dan menarik Adelia, Wisnu menghadang dan memberikan tatapan tajam.
"berhenti atau saya bisa melukai anda, karena saya dapat wewenang dari tuan Gabriel," kata Wisnu.
"kau mengancam ku," jawab Abimanyu.
"itu terserah tuan, tapi ingatlah anda akan menyesal jika terus mencoba untuk mendekati ibu Adelia," kata Wisnu meninggalkan Abimanyu.
"brengs*k!" teriak Abimanyu.
Lia hanya bisa melaporkan apapun pada Arjuna tentang kelakuan dari saudara kembarnya itu.
"Lia kenapa kau masih diam, ayo kembali!" bentak Abimanyu.
Lia pun mengikuti Abimanyu keluar dari restoran itu, sedang di mobil Adelia masih termenung tentang kejadian tadi.
__ADS_1
"apa anda masih memikirkan makian tuan Abimanyu tadi bu?" tanya Wisnu.
"iya, dan sepertinya aku harus siap mendengar itu selama hidupku," kata Adelia sedih.
Wisnu yang mendengar pun meremas setir kemudi mobil itu, tak sengaja mobil mereka melewati sebuah taman yang biasa menjadi tempat Adelia dan Daniel.
"Wisnu hentikan mobilnya, aku ingin mampir ke taman itu sebentar," kata Adelia.
Wisnu pun menurut dan memakirkan mobil, Wisnu membukakan pintu untuk Adelia.
Adelia pun langsung berjalan menuju ke danau kecil yang berada di tengah taman, sedang Wisnu membelikan es krim rasa coklat.
Wisnu pun menghampiri Adelia yang sedang sedih, "es krim manis untuk membuat hidup Bu bos makin manis," kata Wisnu mengulurkan tangannya.
Adelia menatap mata Asisten nya itu, sedang Wisnu tersenyum lebar, "terima kasih Wisnu," kata Adelia menerima es krim itu.
Wisnu pun duduk di samping Adelia dengan gembira, "apa tak ada yang membuatmu sedih Wisnu?" tanya Adelia.
"ada, saat aku tau jika aku tak diinginkan, bahkan keluargaku membuangku," jawab Wisnu sambil memakan es krim.
"maaf, aku tak bermaksud," kata Adelia tak enak.
"tak masalah, aku selalu mengambil sisi positif dalam hidup, sekarang aku akan membuktikan jika aku bisa sukses," kata Wisnu.
"itu sebabnya kamu selalu terlihat bahagia dan tersenyum," kata Adelia.
untuk sesaat Adelia bisa melupakan kesedihannya, ya Adelia bahkan jarang sekali tersenyum saat ini.
tapi bersama dengan Wisnu yang sekarang bisa membuatnya tersenyum bahkan tertawa.
"baik Bu bos, mari mobil Alphard sudah menunggu dan siap menuju ke kantor, atau anda ingin pergi kemana? hamba siap mengantarkan," kata Wisnu bertingkah seperti pengawal kerajaan.
"ha-ha-ha, baiklah pengawal bawa aku pulang saja," jawab Adelia mengikuti peran Wisnu.
"tentu Bu bos, silahkan," kata Wisnu.
Wisnu membukakan pintu mobil dan menunduk sambil mempersilahkan Adelia.
setelah itu Wisnu langsung menuju ke rumah keluarga Sastrawinata, tapi saat tiba Adelia sudah tertidur dengan pulas.
Wisnu tak berani membangunkan Adelia, dia pun mencari pak Agung untuk mengendong Adelia.
"permisi, pak Agung," panggil Wisnu.
__ADS_1
"oh sudah pulang, ada apa Wisnu, bapak sedang keluar," jawab Bu Lestari.
"itu Bu, Bu bos tidur, daya gak enak mau banguninnya, terus gimana ya?" tanya Wisnu sambil menggaruk kepalanya.
"kamu gendong lah, kasihan dia mungkin kelelahan," kata Bu Lestari.
"tapi Bu, nanti kalau marah gimana, saya bisa habis sama tuan Gabriel," kata Wisnu panik.
"tenanglah, nanti biar saya yang menjelaskan saat dia bangun," kata Bu Lestari.
mendengar itu, Wisnu mengambil sarung tangan sepeda motor miliknya, dan memakainya.
kemudian dengan hati-hati Wisnu mengendong Adelia masuk ke dalam rumah, Wisnu menidurkan Adelia di ranjang.
Wisnu memperhatikan kamar itu sekilas dan terharu, bahkan dinding kamar itu begitu banyak foto Adelia dan Daniel.
kemudian Wisnu keluar dari kamar Adelia, dan melihat Bu Lestari sedang sibuk.
"ibu sedang membuat apa?" tanya Wisnu.
"ini loh, ibu ingin membuat kue untuk Adelia, tapi binggung," kata Bu lestari.
Wisnu pun melihat bahan-bahan dan teringat pie buah, "sini biar Wisnu saja yang buat, ibu bisa menyiapkan masakan yang lain," kata Wisnu.
"waduh jadi ngerepotin, terima kasih ya," kata Bu Lestari.
mereka pun memasak bersama, bahkan Wisnu memberikan arahan kepada ibu Lestari yang baru belajar membuat pasta.
dan Wisnu dengan mudah menyelesaikan adonan untuk pie, dan memasukkan nya kedalam oven.
setelah matang Wisnu pun menghiasnya, bahkan ada beberapa pie mini juga, dengan toping coklat dan kiwi seperti kesukaan Adelia.
"selesai," kata Bu Lestari melihat makam mereka jadi.
"kalau begitu Wisnu pamit ya," kata Wisnu pamit.
gak mau makan dulu, ini banyak loh, atau bawa pie nya aja ya," kata Bu Lestari.
"tidak usah Bu, pasti nanti bu bos bisa habisin, seperti biasa," kata Wisnu keceplosan.
"maksudnya Wisnu?" kaget Bu Lestari mendengar omongan dari Wisnu.
"em.. itu.. karena Bu bos kan sedang hamil, pasti sering lapar, jadi seperti orang hamil biasanya," elak Wisnu.
__ADS_1
"ow.. Baiklah terima kasih atas bantuannya, lain kali ajarin ibu masak yang lain ya," kata Bu lestari.
"iya Bu, saya pamit, permisi," kata Wisnu yang mengambil motornya dan bergegas pergi dari rumah itu.