Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku
Husna Khumaira Aziz


__ADS_3

Husna seorang guru Madrasah ibtidaiyah di kota Malang, sekarang resmi menjadi istri seorang Gabriel Harvey Kuncoro.


gadis yang selalu terlihat santun dan sopan dengan pakaian tertutup kini sudah siap ikut suaminya.


mereka berempat akan kembali ke Samarinda karena Gabriel tak bisa terus meninggalkan pekerjaannya.


"mbak aku pamit ikut suamiku ya," kata Husna berpelukan dengan Ella.


"iya dek, oh ya ingat kamu harus berbakti pada suami dan keluarganya, dan doa mbak selalu bersama dengan kalian," kata Ella.


"iya mbak," jawab Husna.


sedang Simon sedang memberikan beberapa nasehat pada Gabriel untuk menjaga adik ipar nya itu.


"Gabriel aku titip Husna, ingat jangn sampai membuat gadis itu menangis, atau kamu akan tau apa yang bisa aku lakukan padamu," kata Simon.


"tentu, dia sekarang tanggung jawabku dan lagi aku sangt mengenal kalian bertiga, meski kamu tak semenggerikan adik ipar bodoh ku itu," jawab Gabriel yang berpelukan dengan Simon.


setelah selesai berpamitan keempatnya pun berangkat, Simon memeluk istrinya untuk memberikan kekuatan.


"kita akan mengunjungi Husna saat kau merindukan nya," kata Simon.


"terima kasih," jawab Ella.


Husna berjalan bersama Bella, sedang Billy dan Gabriel berjalan sambil membahas beberapa pekerjaan.


"jangan terkejut melihatnya ya nak, mereka memang seperti itu," kata Bella.


"iya bunda, dan apa bisa aku mengajar saat di Samarinda?" tanya Husna.


"itu tergantung suamimu, tapi jika kmu mau bisa bergabung dengan bunda di yayasan," kata Bella.


"terima kasih bunda, tapi Husna sudah menghubungi salah satu teman di Samarinda untuk memberitahu saat ada lowongan mengajar," kata Husna.


"berarti kamu tinggal izin Gabriel saja," jawab Bella.


mereka masih menunggu beberapa waktu, setelah itu mereka pun naik ke dalam pesawat yang kan membawa mereka ke Samarinda.


di kediaman Utomo sedang bersiap menyambut cucu menantu pertama mereka.


Mega dan Bu Rina sedang memasak di dapur di bantu oleh Puri, sedang duo rusuh sedang terkena hukuman dari pak Jaya.


sedang Angga dan Sagara yang menjemput Billy dan yang lain.


"opa... kami capek," mohon Danish.


"kurang, masih 100 lagi push up, salah sendiri siapa yang menyuruh kalian untuk tawuran gak jelas," jawab pak Jaya.


"walah, ini kenapa kedua cucuku kok kena hukum begini," kata oak Bahar yang baru datang.


"Bahar, biasa mereka habis aku tebus dari kantor polisi, bukan belajar malah tawuran gak jelas," jawab pak Jaya.


"kalau begitu tambah 50 kali lagi," kata pak Bahar duduk di samping pak Jaya.


"eyang," protes Daniyal dan Danish.

__ADS_1


"teruskan!" bentak pak Jaya.


keduanya pun tak bisa protes atau hukuman mereka makin banyak dari kedua kakek mereka itu.


"Jaya aku penasaran dengan istri Gabriel, apa dia gadis yang baik?" tanya pak Bahar.


"kemarin Bella mengirimkan video pernikahan Gabriel dan Husna, dia sangat baik dan Sholeha," jawab pak Jaya.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, setidaknya Gabriel akan memiliki istri yang bisa membimbingnya menjadi pria yang makin baik, tapi Puri," kata pak Bahar berhenti.


"Alhamdulillah dia semakin baik dan mengikhlaskan Gabriel menikah," jawab pak Jaya.


"tapi Danish tak yakin Opa dengan kak Gabriel, apalagi dia begitu mencintai Puri dari kecil," kata Danish.


"tapi kalau seperti itu kasihan kakak ipar dong, ya kali harus hidup dengan suami yang mencintai wanita lain," saut Daniyal.


"aduh mulut dua bocah ini, kalian masih kurang hukumannya," kata pak Jaya kesal sendiri.


sedang pak Bahar pun mengakui itu, pasalnya dia pernah menyaksikan bagaimana Bella yang terus mencintai Reino tanpa mau membuka diri untuk pria lain.


"tapi jika itu terjadi, maka kasihan cucu menantu kita, Jaya," kata pak Bahar.


"semoga itu tak terjadi, aku juga tak mau melihat hal seperti itu terjadi," kata pak Jaya.


di bandara Husna sedikit merasa pusing karena turbulensi yang terjadi, Angga pun menyambut kakak iparnya.


"akhirnya kalian pulang, mana menantu keponakan ku?" tanya Angga.


"mereka masih di belakang, oh ya Angga bagaimana keadaan kedua anak nakal itu?" tanya Bella.


"mereka sedang berurusan dengan dua kakeknya," jawab Angga.


"kenapa?" tanya Angga pada Billy.


"pusing karena tadi turbulensi cukup lama, biasa lah," jawab Billy enteng.


"kamu tak apa-apa nak?" tanya Bella.


"iya bunda, cuma masih sedikit pusing saja," jawab Husna memaksakan senyumnya.


"ini perkenalkan adik ipar papa, namanya om Angga," kata Billy.


"selamat siang om," sapa Husna tersenyum ke arah Angga.


"yasudah kita pulang dulu, kasihan Husna masih kurang enak badan," kata Gabriel.


"oh oke," jawab Angga


Billy dan Bella ikut mobil Fortuner SUV milik Angga, sedang Gabriel dan Husna naik mobil Pajero sport yang di bawa Sagara.


"masih pusing?" tanya Gabriel saat di dalam mobil.


Husna mengangguk lemah, "kalau begitu tidurlah," kata Gabriel merebahkan kepala Husna di pundaknya.


Husna pun merasa begitu nyaman, dan mulai terlelap, Gabriel pun memakaikan jaketnya pada Husna agar tak kedinginan.

__ADS_1


butuh waktu satu jam dari bandara untuk sampai ke rumah mereka, mobil Angga sampai terlebih dahulu.


semua orang menyambut mereka, kemudian di susul oleh mobil yang di kemudikan oleh Sagara.


"Husna bangun dek," panggil Gabriel sambil menepuk pipi Husna.


"iya mas, maaf aku ketiduran," jawab Husna yang terbangun.


"tak papa, apa sudah mendingan?" tanya Gabriel.


"iya mas, lebih baik," jawab Husna yang melihat ke arah semua orang.


Gabriel pun tersenyum melihat Husna kaget melihat keluarga besar Gabriel, "tenang mereka keluarga kita, sekarang ayo turun, mereka sudah tak sabar menemui anggota baru keluarga ini," kata Gabriel mengulurkan tangannya.


Husna pun menerima tangan Gabriel, semua orang terpukau dengan wajah cantik dan teduh milik Husna.


apalagi gadis itu juga menutup auratnya, Gabriel pun menggandeng tangan Husna.


Billy dan Bella tersenyum melihatnya, setidaknya hubungan mereka makin dekat sekarang.


"selamat datang di keluarga Utomo!" teriak duo kembar ingin memeluk Husna.


dengan sigap Gabriel menangkap kedua adiknya itu, sedang Husna berada di belakang tubuh Gabriel.


"eits... bukan mahrom, gak boleh peluk," kata Gabriel.


"medit (pelit) kamu bang," kata Danish.


"kalian belum puas kena hukum ya," kata pak Jaya.


"ampun Opa, udah ya, badan ku sakit," kata Danish yang berlindung di balik tubuh Bella.


"Husna, ini semua keluarga ku," kata Gabriel.


"assalamualaikum semuanya, nama saya Husna Khumaira Aziz," kata Husna dengan lembut.


Bu Rina dan Mak Siti maju terlebih dahulu, Husna langsung mencium tangan keduanya.


"kami adalah Oma dari Gabriel, ya Alloh kamu begitu cantik nak," kata Mak Siti.


"terima kasih, eyang dan Oma juga masih cantik, mas Gabriel sering menceritakan kalian," kata Husna tersenyum.


"benarkah, semoga bukan keburukan ya anak nakal," kata Bu Rina menjewer telinga Gabriel.


setelah berpelukan, Husna menghampiri kedua kakek dari Gabriel, yaitu pak Jaya dan pak Bahar.


Husna juga mencium tangan keduanya, setelah itu ke depan Mega dan Angga, Husna mendapat pelukan hangat dari Mega.


setelah itu, Husna melihat seorang gadis cantik di belakang Mega, Husna pun menghampiri Puri dan langsung memeluknya.


"maaf...." lirih Husna yang menangis saat memeluk Puri.


semua orang terkejut, begitupun Gabriel, "kenapa harus meminta maaf, aku bahagia melihat kak Gabriel menikah dengan gadis baik seperti mu," kata Puri.


"tapi aku merebut orang yang paling berharga di hidup mu," kata Husna.

__ADS_1


"tidak, kami memang tidak di takdirkan untuk bersama, karena di takdir kak Gabriel hanya ada namamu," kata Puri begitu kuat.


semua orang pun terharu mendengar kata-kata yang keluar dari kedua wanita hebat itu.


__ADS_2